Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meluncurkan pusat AI pertama di Indonesia. Inisiatif ini merupakan kolaborasi kementerian bersama Indosat Ooredoo Hutchison, NVIDIA dan Cisco.
Pusat AI ini dinamakan AI Center of Excellence (AI COE) yang didukung oleh teknologi termutakhir dari NVIDIA, infrastruktur pintar dari Cisco dan jaringan digital dari Indosat. Kolaborasi ini merupakan komitmen bersamamemabngun kedaulatan AI.
Ada enam pilar utama dalam mengembangkan pusat AI ini. Di antaranya ialah:
Baca Juga
Advertisement
1. AI Sandbox yang berfokus pada pengembangan aplikasi nyata di sektor prioritas.
2. Program pelatihan serta sertifikasi AI dan data untuk puluhan ribu talenta digital Indonesia.
3. Akselerator untuk mendukung pertumbuhan perusahaan rintisan lokal.
Baca Juga
Advertisement
4. Enterprise hub untuk menciptakan solusi nyata bersama pelaku industri.
5. Platform pengembangan Large Language Model berskala nasional
6. Forum think-tank nasional untuk merumuskan kebijakan AI yang etis dan bertanggung jawab.
Baca Juga
Advertisement
AI COE ini hadir untuk mengakselerasi kemajuan AI secara nasional lewat empat pendekatan strategis. Yakni, infrastruktur berdaulat, keamanan dalam pengelola AI, AI for All dan pengembangan talenta digital.
“Kami yakin bahwa keberadaan AI COE akan mendorong upaya terkoordinasi bersama mitra kami dari institusi akademik, komunitas, dan perusahaan,” ungkap Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (11/7).
Menurut Nezar, kehadiran AI COE ini menandakan langkah strategis Indonesia dalam membangun ekosistem digital yang aman, kuat dan inklusif. Sebab, Indonesia tengah menuju implementasi global di bidang AI dengan pengembangan lokal, berbasis kedaulatan dan visi bersama.
Baca Juga
Advertisement
Nantinya, AI COE ini akan berfungsi sebagai platform untuk berkolaborasi dan memberdayakan jaringan lokal maupun glibal. guna berbagi keahlian dan memimpin program inovasi.
“Indonesia AI COE memiliki pendekatan unik yang disesuaikan dengan konteks Indonesia. Sebagai pusat, AI COE akan berfungsi sebagai platform pelopor untuk mendorong kolaborasi dan memberdayakan jaringan global dan lokal untuk berbagi keahlian dan memimpin program inovasi,” imbuh Nezar.
Dalam kesempatan yang sama, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison menekankan bahwa pusat AI ini bukan semata tentang penerapan teknologi. Akan tetapi, tentang memastikan akses yang merata terhadap AI.
Baca Juga
Advertisement
Ia percaya bahwa AI harus inklusif, bukan hanya soal akses. Namun, juga soal membuka peluang.
“Dengan dukungan para mitra global, kami ingin mempercepat laju pertumbuhan Indonesia dengan memastikan bahwa masyarakat Indonesia bukan hanya menjadi pengguna AI, tapi juga kreator dan inovator,” ungkap Vikram.
Chair and CEO Cisco Chuck Robbins menyatakan Transformasi di era AI ini membutuhkan fondasi infrastruktur kuat dengan sumber daya manusia yang siap bersaing. Melalui kolaborasi ini pihaknya mendukung AI Center of Excellence sebagai fondasi yang aman, cerdas dan siap menghadapu tantangan ekonomi digital.
Baca Juga
Advertisement
“Dukungan ini memperkuat kemitraan kami selama lebih dari 25 tahun dengan sektor publik dan swasta di Indonesia dalam membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan,” tandas Chuck.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.