Waduh, Eks Instruktur Militer Perempuan Israel Ditunjuk Jadi Manajer Public Policy TikTok

Tiktok
Foto: The Washington Post

TikTok resmi menunjuk seorang perempuan mantan instruktur militer Israel sebagai Manajer Public Policy for Hate Speech bernama Erica Mindel. Langkah ini diambil untuk mengembalikan citra sekaligus menghindari intervensi pemerintah AS lebih lanjut. 

Pengangkatan Erica Mindel ini dilakukan saat platform tengah diawasi secara ketat akibat konten antisemitisme dan ekstremis. Mindel telah bekerja penuh waktu di New York pada bulan Juli. 

Erica Mindel bertanggung jawab untuk membentuk kebijakan ujaran kebencian perusahaan, memimpin inisiatif strategis dan bertindak sebagai pakar internal serta eksternal TikTok terkait antisemitisme. Sebelum bergabung dengan TikTok, dirinya bekerja sebagai kontraktor di Departemen Luar Negeri AS pada masa kepemimpinan Presiden Biden. 

Advertisement

Ia menjadi penasihat Duta Besar Deborah Lipstadt, Utusan Khusus untuk memantau dan Memerangi Antisemitisme. Mindel turut menjabat sebagai Asisten Direktur Pengembangan Program di Komite Yahudi Amerika (AJC). 

Melansir dari Economic Times, Erica Mindel mendapat gelar Ilmu Politik dari Universitas Michigan dan Kebijakan Publik dari Universitas John Hopkins. Dalam video AJC tahun 2023, Mindel mengenang masa kecilnya di keluarga Yahudi konservatif dan menyatakan bahwa advokasinya melawan antisemitisme dimulai pada bulan pertama kuliahnya. 

Saat itu, ia menentang resolusi pro-BDS. Kemudian, MIndel melakukan migrasi ke Israel dan bergabung dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) selama 2 tahun. 

Advertisement

Keputusan untuk menempatkan seorang mantan tentara Israel sebagai penanggung jawab kebijakan ujaran kebencian telah memicu reaksi keras di dunia maya dan seluruh masyarakat sipil. Para kritikus khawatir bahwa penunjukkan tersebut dapat memicu bias dalam praktik moderasi, terutama terkait suara-suara pro-Palestina. 

Sebelumnya, TikTok telah lama dikritik soal penegakan kebijakan moderasi kontennya yang dianggap tidak konsisten dan algoritmanya yang tak transparan. Menurut para kritikus, hal ini memperkuat pesan-pesan ektremis, rasis dan antisemitisme.

Platform ini juga tengah menghadapi tekanan regulasi di AS dan Eropa yang ketat akibat penyebaran konten berbahaya. 

Advertisement

Dengan tingginya gerakan antisemitisme, peran Mindel akan menjadi sorotan. Ia diharapkan dapaat melindungi komunitas yang rentan sekaligus menjaga kebebasan berekspresi di salah satu ruang digital paling bermuatan politis di dunia.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.