Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menghantui dunia e-commerce Indonesia. Kali ini, kabar tersebut datang dari Tokopedia. Viral di media sosial, perusahaan yang kini berafiliasi dengan TikTok itu disebut melakukan PHK ratusan karyawan pada Agustus 2025.
Menurut informasi yang diperoleh CNBC Indonesia dari sumber internal, jumlah karyawan yang terdampak tidak sedikit. Selama dua bulan terakhir, tercatat 420 orang kehilangan pekerjaan. Rinciannya, 180 karyawan terkena PHK pada Juli, dan Agustus ini disusul dengan 240 orang lainnya.
Divisi yang Terimbas
Gelombang PHK ini tidak hanya menyasar satu lini kerja. Beberapa divisi utama disebut turut terdampak. Dari teknologi informasi (IT), customer care, hingga tim pemenuhan pesanan (fulfillment) dan gudang, semua terkena dampak pemangkasan.
Baca Juga
Advertisement
Sumber tersebut menyebutkan bahwa langkah efisiensi ini dilakukan demi menyesuaikan strategi perusahaan. Meski begitu, hingga berita ini ditulis, pihak Tokopedia belum memberikan keterangan resmi terkait isu tersebut.
Posting Viral di Media Sosial
Sebelum kabar ini ramai diperbincangkan, publik sebenarnya sudah lebih dulu mendapat “bocoran” lewat unggahan akun Instagram @e****z pada Juli lalu. Dalam postingannya, ia menuliskan bahwa Tokopedia berencana melakukan PHK pada Agustus, bersamaan dengan siklus Performance Appraisal (PA) atau penilaian kinerja, serta proses Performance Improvement Plan (PIP).
Bahkan, disebutkan pula bahwa dua petinggi Tokopedia asal Tiongkok sempat mengonfirmasi kabar tersebut secara internal. Informasi inilah yang kemudian menjadi bahan perbincangan hangat di jagat maya.
Baca Juga
Advertisement
Reaksi Warganet
Tak butuh waktu lama, warganet pun memberikan beragam reaksi. Ada yang menyebut PHK ini sebagai imbas dari merger dengan TikTok, ada pula yang menduga adanya masalah internal yang lebih kompleks.
“Mulai berpikir Tokopedia disabotase pasca akuisisi oleh TikTok,” tulis salah satu akun.
“Atau mungkin Tokopedia masih berdarah-darah setelah merger dengan TikTok? Tapi menurut saya, dua hal itu bisa saja benar bersamaan,” sahut akun lain.
Sementara itu, ada juga komentar bernada satir dari seorang warganet: “Yang tau dalemnya cuma senyum-senyum kecut ajah.”
Baca Juga
Advertisement
Komentar-komentar seperti ini memperlihatkan bahwa isu PHK Tokopedia bukan hanya menjadi berita bisnis, tetapi juga perbincangan publik yang penuh spekulasi.
Mengapa PHK Terjadi?
Meski Tokopedia belum memberikan konfirmasi resmi, isu PHK besar-besaran di perusahaan e-commerce bukanlah hal baru. Perusahaan digital kerap melakukan efisiensi, terutama di tengah persaingan ketat dan tuntutan untuk menjaga profitabilitas.
Merger Tokopedia dengan TikTok pada akhir 2023 lalu membawa perubahan signifikan dalam strategi bisnis. Setelah penggabungan, fokus perusahaan lebih diarahkan pada integrasi sistem belanja sosial (social commerce). Hal ini kemungkinan menimbulkan penyesuaian pada struktur organisasi, yang akhirnya berdampak pada karyawan.
Baca Juga
Advertisement
Selain itu, situasi makroekonomi global juga ikut memberi tekanan. Tren belanja online yang sempat melonjak saat pandemi kini mulai stabil, membuat perusahaan harus lebih selektif dalam mengatur biaya operasional.
Dampak terhadap Industri E-Commerce
Gelombang PHK yang terjadi di Tokopedia menjadi sinyal bahwa industri e-commerce di Indonesia sedang menghadapi tantangan serius. Padahal, Tokopedia dikenal sebagai salah satu pionir marketplace lokal yang bertahan hingga 16 tahun sejak didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison.
Kini, dengan masuknya TikTok sebagai pemegang kendali, publik menaruh perhatian besar pada arah bisnis Tokopedia ke depan. Apakah langkah efisiensi ini mampu membawa perusahaan tetap kompetitif, atau justru menjadi sinyal masalah yang lebih dalam?
Baca Juga
Advertisement
Belum Ada Pernyataan Resmi
Hingga saat ini, Para Media masih berusaha menghubungi pihak Tokopedia untuk mendapatkan klarifikasi. Sayangnya, belum ada jawaban resmi yang diberikan.
Ketiadaan pernyataan resmi ini justru membuat rumor semakin berkembang di media sosial. Publik pun terus menunggu kepastian mengenai nasib para karyawan yang terdampak, sekaligus arah bisnis Tokopedia setelah restrukturisasi.
Kabar mengenai PHK Tokopedia di bulan Agustus 2025 menjadi topik hangat di dunia maya. Dengan jumlah 240 karyawan terdampak bulan ini, setelah 180 orang di bulan sebelumnya, total ada 420 pekerja yang harus merelakan posisinya dalam waktu singkat.
Baca Juga
Advertisement
Meskipun alasan resmi belum diungkap, spekulasi publik terus bermunculan. Mulai dari dampak akuisisi TikTok hingga restrukturisasi organisasi, semua menjadi bahan perbincangan. Yang jelas, gelombang PHK ini menambah daftar panjang dinamika yang dihadapi Tokopedia dan industri e-commerce Indonesia secara keseluruhan.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.