Inggris tengah mempertimbangkan untuk membuat larangan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 Tahun. Langkah ini diadaptasi dari aturan media sosial yang diterapkan oleh Australia.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer khawatir anak-anak akan memiliki adiksi terhadap dunia maya. Menurutnya, anak-anak berisiko terseret ke dunia maya. Sehingga, berdampak pada psikologis mereka seperti memberikan kecemasan atau membuat mereka membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
Keir menyebut pemerintah Inggris akan mengambil tindakan tegas untuk mengantisipasi masalah tersebut. Sebelumnya, mereka telah mengumumkan akan meneliti fitur-fitur seperti pengguliran non stop, usia anak-anak yang dapat mengakses platform harus dibatasi serta bagaimana langkah-langkah tersebut dapat diterapkan.
Baca Juga
Advertisement
“Ini adalah isu yang sangat kompleks — jadi penting untuk mempertimbangkannya dengan benar,” ungkap Keir yang dikutip dari Reuters pada Rabu (21/1).
Para menteri dijadwalkan untuk mengunjungi Australia untuk mempelajari aturan terkait pelarangan media sosial bagi anak-anak di bawah 16 tahun. Menteri Teknologi Liz Kendall menyatakan kalau Inggris sedang mempertimbangkan ambang batas usia yang sama dengan Australia.
Meskipun, sebagian orang melihat larangan tersebut sebagai cara paling jelas untuk melindungi anak-anak, kata Liz, namun beberapa orang melihat langkah ini dapat membebaskan platform dari tanggung jawab serta mendorong aktivitas berbahaya ke bawah tanah. Ia juga menambahkan bahwa hal ini juga dapat menghilangkan sisi positif media sosial bagi anak-anak.
Baca Juga
Advertisement
Di samping itu, pemerintah Inggris juga turut mempertimbangkan pengecekan usia yang lebih ketat dan apakah usia persetujuan digital saat ini terlalu rendah.
Mereka juga berencana untuk melarang sepenuhnya alat-alat kecerdasan buatan yang digunakan untuk membuat gambar bermuatan asusila sekaligus berupaya mencegah anak-anak mengambil, membagikan atau melihat gambar ketelanjangan di perangkat mereka.
Pemerintah Inggirs tengah mempertimbangkan untuk menghapus fitur-fitur yang dapat membuat pengguna media sosial semakin kecanduan. Baru-baru ini, Undang-Undang Keamanan Daring Inggris diberlakukan telah meningkatkan persentase anak-anak yang mengalami pemeriksaan usia daring menjadi 47% dari 30% serta mengurangi kunjungan ke situs pornografi hingga sepertiga.
Baca Juga
Advertisement
Keir menegaskan kalau masa kanak-kanak seharusnya tidak dihakimi oleh orang asing atau ditekan untuk berprestasi demi mendapatkan “like.
“Kami akan bekerja sama dengan para ahli untuk mengidentifikasi langkah-langkah paling efektif yang dapat kami ambil untuk berbuat lebih banyak,” tandas Keir.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.