Aktor sekaligus penulis skenario Seth Rogen kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, bukan lewat film komedi yang ia bintangi, melainkan karena pernyataannya yang cukup tajam soal penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia penulisan naskah.
Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari Deadline pada Sabtu (16/5), Seth Rogen secara terang-terangan mengkritik para penulis yang menggunakan AI untuk membuat karya mereka. Bahkan, ia menyebut hasil tulisan AI seperti “kotoran anjing” dan menilai orang yang terlalu bergantung pada AI seharusnya tidak menjadi penulis.
Pernyataan tersebut langsung ramai dibicarakan di media sosial. Apalagi, di tengah perkembangan teknologi AI yang semakin cepat, banyak industri kreatif mulai memanfaatkan teknologi tersebut untuk mempercepat proses produksi konten, termasuk penulisan cerita dan skenario film.
Baca Juga
Advertisement
Namun, Seth Rogen justru berada di kubu yang menolak tren tersebut.
Menurutnya, menjadi penulis bukan hanya soal menghasilkan tulisan dengan cepat, tetapi juga tentang menikmati proses kreatif yang terjadi selama menulis.
“Jika naluri Anda adalah menggunakan AI dan tidak melalui proses itu, Anda seharusnya tidak menjadi penulis. Karena Anda tidak menulis. Lakukan hal lain,” kata Seth Rogen.
Baca Juga
Advertisement
Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak tertarik dengan teknologi yang membuat proses menulis menjadi lebih sedikit.
“Gagasan tentang alat yang membuat saya menulis lebih sedikit tidak menarik bagi saya, karena saya suka menulis,” lanjutnya.
Komentar Seth Rogen ini muncul ketika ia sedang membahas proyek film animasi terbaru berjudul Tangles yang digarap bersama sang istri, Lauren Miller Rogen.
Baca Juga
Advertisement
Film tersebut menjadi salah satu karya yang cukup emosional bagi pasangan itu. “Tangles” mengangkat cerita tentang seorang perempuan muda yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah ibunya didiagnosis Alzheimer. Film itu juga memperlihatkan bagaimana penyakit tersebut memengaruhi hubungan dan dinamika dalam keluarga.
Bagi Lauren Miller Rogen, cerita dalam film ini terasa sangat personal. Pasalnya, sang ibu juga pernah didiagnosis mengidap Alzheimer sebelum akhirnya meninggal dunia.
Karena alasan itulah, film ini disebut memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan kehidupan pribadinya.
Baca Juga
Advertisement
“Film ini berbicara kepada saya dengan cara yang sangat tulus dan mendalam,” ujar Lauren Miller Rogen.
Di sisi lain, Seth Rogen mengaku bangga karena proses produksi film animasi tersebut sama sekali tidak menggunakan bantuan AI. Ia menegaskan bahwa seluruh proses animasi dibuat secara manual dengan sentuhan manusia di setiap adegannya.
Menurut Seth, hal tersebut menjadi nilai penting yang membuat film terasa lebih hidup dan emosional.
Baca Juga
Advertisement
“Ini animasi gambar tangan. Setiap bingkai memiliki sentuhan manusiawi, yang sangat bagus,” katanya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi sindiran halus terhadap tren penggunaan AI di industri hiburan saat ini. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir, AI mulai digunakan untuk membuat ilustrasi, menulis dialog, hingga menciptakan storyboard film secara otomatis.
Meski begitu, tidak sedikit pula pelaku industri kreatif yang merasa khawatir dengan perkembangan teknologi tersebut. Banyak penulis, animator, hingga aktor takut pekerjaan mereka perlahan tergantikan oleh mesin.
Baca Juga
Advertisement
Perdebatan soal AI di industri hiburan memang semakin panas sejak beberapa studio besar mulai mengembangkan teknologi otomatisasi untuk produksi film dan serial. Bahkan, isu ini sempat menjadi salah satu pembahasan utama dalam aksi mogok kerja penulis dan aktor di Hollywood beberapa waktu lalu.
Sebagian kreator menilai AI bisa menjadi alat bantu yang mempermudah pekerjaan. Namun, sebagian lainnya percaya bahwa kreativitas manusia tidak bisa digantikan teknologi.
Seth Rogen tampaknya termasuk sosok yang percaya bahwa proses kreatif adalah inti utama dari sebuah karya seni. Karena itu, ia merasa penggunaan AI secara berlebihan justru bisa menghilangkan nilai emosional dan keaslian sebuah tulisan.
Baca Juga
Advertisement
Film Tangles sendiri mendapat sambutan positif saat ditayangkan perdana di Festival Film Cannes, Prancis, pada Jumat (15/5). Penonton memberikan respons meriah setelah pemutaran film selesai.
Selain menjadi produser, Seth Rogen juga ikut membintangi film tersebut. Bersama istrinya, ia juga dikenal aktif dalam organisasi nirlaba Hilarity for Charity yang fokus meningkatkan kesadaran tentang Alzheimer dan mendukung keluarga penderita penyakit tersebut.
Lewat “Tangles”, pasangan itu tidak hanya ingin menghadirkan film animasi yang emosional, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya hubungan keluarga dan dampak Alzheimer terhadap orang-orang terdekat.
Baca Juga
Advertisement
Di tengah maraknya penggunaan AI dalam industri kreatif, sikap Seth Rogen pun menjadi sorotan. Banyak orang mendukung pandangannya karena dianggap membela kreativitas manusia. Namun, ada juga yang menilai AI tetap bisa menjadi alat pendukung selama digunakan dengan bijak.
Meski perdebatan soal AI kemungkinan masih akan terus berlanjut, satu hal yang jelas, Seth Rogen ingin menunjukkan bahwa sentuhan manusia tetap memiliki tempat penting dalam dunia seni dan perfilman.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.