Satelit Nusantara 5 milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) resmi mengudara pada Jumalt (12/9) pukul 08.56 WIB di Florida, Amerika Serikat. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid buka suara.
Menkomdigi Meutya Hafid menaytakan bahwa Satelit Nusantara 5 ini dirancang untuk kepentingan masyarakat. Sekaligus, sebagai penanda babak baru konektivitas digital di Indonesia.
“Satelit Nusantara 5 adalah jembatan yang menghubungkan Indonesia tanpa batas. Internet cepat bukan hanya soal teknologi, tapi soal kesempatan yang sama,” kata Meutya yang dikiutip pada Jumat (12/9).
Baca Juga
Advertisement
Lewat Satelit Nusantara 5 ini, Meutya berharap seluruh anak Indonessia bisa mendapatkan akses belajar yang sama. Misalnya, anak-anak di Maluku dan Papua dapat memiliki akses yang sama dengan anak-anak di pulau kecil.
Kemudian, pasien yang berada di pulau kecil bisa konsultasi dengan dokter terbaik. Begitupula dengan UMKM yang bisa bersaing di dunia digital.
“Anak-anak di Maluku dan Papua akan punya akses belajar yang sama dengan anak-anak di Jakarta, pasien di pulau kecil bisa konsultasi dengan dokter terbaik, dan UMKM kita bisa bersaing di dunia digital. Inilah makna pemerataan digital yang sesungguhnya,” imbuh Meutya.
Baca Juga
Advertisement
Kehadirannya akan membuka peluang lebih luas bagi pendidikan jarak jauh, layanan kesehatan digital, UMKM berbasis daring, hingga akses hiburan dan informasi bagi masyarakat di pelosok yang selama ini sulit terjangkau.
Di samping itu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digitial (Komdigi) memastikan registrasi orbit. Sekaligus, menjaga kedaulatan nasional dalam pengelolaan satelit ini.
Satelit N5 membawa kapasitas 160 Gbps yang akan menempati slot orbit strategis 113° Bujur Timur. Slot ini disebut sebagai golden spot karena dinilai dapat mencakup seluruh wilayah Indonesia sekaligus memperkuat konektivitas di Indonesia Timur. Bahkan, hingga beberapa negara tetangga di Asia Tenggara seperti Filipina dan Malaysia.
Baca Juga
Advertisement
Satelit Nusantara 5 dengan platform 702MP ini memiliki bobot sebesar 7,8 ton yang dirancang menggunakan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) untuk beroperasi selama 15 tahun. Satelit ini diproyeksi untuk beroperasi secara komersial pada awal April 2026.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.