Menkeu Purbaya Tekankan Pertumbuhan Berkualitas di Awal 2026

Img 4006

Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, membuka rangkaian acara Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times melalui pidato kunci yang disampaikan di IDN HQ, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Kehadirannya menandai komitmen pemerintah dalam mengawal arah pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap berada di jalur yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Acara ini menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan pemimpin nasional, pengambil kebijakan, pelaku industri, serta generasi muda. Dengan mengusung tema “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Menuju Pertumbuhan Berkualitas”, forum ini membahas tantangan sekaligus peluang ekonomi Indonesia sepanjang 2026.

Dalam pidato pembukaannya, Menkeu menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya tinggi secara angka. Lebih dari itu, kualitas pertumbuhan menjadi kunci utama agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

Advertisement

“Pertumbuhan ekonomi harus berkualitas dan inklusif. Artinya, pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” ujar Purbaya.

Img 4005
Menkeu Purbaya Tekankan Pertumbuhan Berkualitas di Awal 2026 5

Lebih lanjut, Purbaya menyoroti pentingnya menjaga momentum pemulihan ekonomi sejak akhir 2025. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah bergerak cepat untuk membalikkan tren perlambatan ekonomi yang sempat terjadi pada Agustus–September 2025. Jika dibiarkan, perlambatan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan politik.

“Kalau tidak segera dibalik, stabilitas sosial dan politik bisa terganggu. Karena itu, ekonomi harus segera diperkuat agar stabilitas tetap terjaga,” tegasnya.

Advertisement

Menurut Purbaya, langkah awal yang dilakukan pemerintah terbukti efektif dalam menjaga kepercayaan pasar sekaligus mendorong kembali aktivitas ekonomi nasional. Di sinilah peran kebijakan fiskal yang responsif menjadi krusial.

Menkeu juga menekankan bahwa percepatan belanja negara serta perbaikan iklim investasi menjadi pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas pada awal 2026. Salah satu upaya konkret yang ditempuh adalah pembentukan satuan tugas percepatan dan debottlenecking untuk mengatasi hambatan investasi.

“Kami akan mendorong sektor riil agar bergerak lebih cepat. Stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan kita ciptakan. Jika diperlukan subsidi atau insentif, tentu akan dipertimbangkan sesuai kondisi,” jelas Purbaya.

Advertisement

Ia menambahkan, sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor swasta harus berjalan beriringan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada belanja negara, tetapi juga didukung oleh investasi produktif dan ekspansi dunia usaha.

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, Purbaya secara terbuka menjawab berbagai pertanyaan peserta terkait tantangan fiskal dan arah kebijakan ekonomi ke depan. Ia mengakui bahwa efektivitas kebijakan sempat tertahan akibat kurang sinkronnya respons moneter.

Namun demikian, Menkeu memastikan bahwa koordinasi dengan Bank Sentral kini telah diperkuat. Pemerintah dan otoritas moneter telah mencapai titik temu untuk menjaga keseimbangan likuiditas pasar agar kebijakan fiskal dan moneter dapat berjalan searah.

Advertisement

“Kami berdiskusi kembali dan sudah menemukan titik tengah. Tujuannya agar sistem ini berjalan lebih baik dan fiskal serta moneter bisa lebih sinkron,” ujarnya.

Bagi paradiva, langkah ini menjadi sinyal positif bahwa pemerintah serius menjaga stabilitas makro sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Tak hanya membahas kebijakan, Purbaya juga mengajak generasi Millennials dan Gen Z untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan. Menurutnya, inovasi, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

Advertisement

Dialog langsung antara Menkeu dan peserta mencerminkan tingginya antusiasme generasi muda untuk memahami isu-isu ekonomi nasional. Pertukaran gagasan ini memperkaya perspektif bersama dalam menyongsong tahun 2026 yang penuh tantangan.

Sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya di bidang kebijakan fiskal, Purbaya Yudhi Sadewa juga menerima penghargaan “IDN Times Inspiring Newsmaker in Finance Policy Transformation Leadership”. Penghargaan ini menegaskan perannya dalam mendorong transformasi kebijakan keuangan negara yang adaptif dan progresif.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.