MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, bekerja sama dengan Siemens Healthineers, resmi memperkenalkan Mammomat B.brilliant, perangkat mammografi 3D berbasis kecerdasan buatan (AI) pertama di Indonesia. Teknologi mutakhir ini diklaim mampu melakukan pemindaian hanya dalam lima detik, jauh lebih cepat dibanding metode sebelumnya yang membutuhkan hingga 25 detik.
Dengan kecepatan ini, pasien tidak hanya mendapatkan hasil yang lebih cepat, tetapi juga merasakan kenyamanan lebih besar karena waktu kompresi payudara menjadi singkat. Seperti diketahui, prosedur mammografi kerap menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan nyeri akibat tekanan dari alat.

Presiden Direktur Siemens Healthineers Indonesia, Alfred Fahringer, menegaskan bahwa kehadiran teknologi ini bukan sekadar menghadirkan mesin canggih, melainkan juga membawa harapan baru bagi pasien.
Baca Juga
Advertisement
“Mammomat B.brilliant ini yang pertama di Indonesia dan baru satu-satunya juga, belum ada di rumah sakit lain. Inovasi ini bukan hanya alat medis, tetapi kesempatan lebih besar bagi perempuan untuk hidup lebih sehat dan lebih lama,” ujarnya.
Desain Mammomat B.brilliant dirancang berdasarkan masukan pengguna, sehingga memaksimalkan kenyamanan selama pemeriksaan. Dengan sudut pemindaian 50°, teknologi ini memberikan hasil gambar lebih luas dibanding mammografi 3D lain yang hanya 40°, bahkan lebih unggul dari mammografi 2D dengan 15°.
AI untuk Akurasi Lebih Tinggi
Baca Juga
Advertisement
Peran AI dalam perangkat ini terbagi dalam dua fungsi utama. Pertama, AI membantu mengatur tingkat kompresi dan radiasi sehingga pemeriksaan lebih aman tanpa mengurangi kualitas gambar. Kedua, AI mampu membaca hasil pemindaian dengan detail lebih banyak dibanding penglihatan manusia.
“AI tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga meningkatkan ketepatan hasil deteksi,” tambah Alfred. “Prosesnya hanya butuh lima detik sebelum hasil dikirim ke dokter.”
Dengan kemampuan menghasilkan gambar 3D resolusi tinggi, Mammomat B.brilliant mampu mendeteksi kelainan sekecil mikrokalsifikasi, yang bisa menjadi tanda awal kanker payudara.
Baca Juga
Advertisement

Paradiva, perlu diketahui bahwa karakter payudara perempuan Asia cenderung lebih padat dibanding perempuan Barat. Kondisi ini sering menyulitkan deteksi dini dengan mammografi konvensional. Namun, dengan sudut pemindaian lebih luas, teknologi ini mampu menghasilkan lebih banyak gambar dan detail, sehingga deteksi dini semakin akurat.
“Luangkan lima detik waktu Anda untuk mammogram, karena lima detik itu bisa menyelamatkan hidup Anda,” pesan dr. Edy Gunawan, MARS, CEO MRCCC Siloam Hospitals Semanggi.
Salah satu kekhawatiran publik adalah paparan radiasi dari mammografi. Faktanya, dosis radiasi mammografi digital hanya sekitar 0,4 mSv, setara dengan paparan radiasi alami selama tujuh minggu.
Baca Juga
Advertisement
Berdasarkan studi BEIR VII, risiko kanker akibat mammografi sangat kecil, hanya sekitar 1,3 kasus per 100.000 perempuan usia 40 tahun untuk satu kali pemeriksaan. Angka ini jauh lebih kecil dibanding manfaat deteksi dini yang bisa menyelamatkan nyawa.
Dampak Ekonomi Kesehatan
Kanker payudara masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Data GLOBOCAN 2022mencatat ada 66.271 kasus baru dengan 22.598 kematian. Prevalensi selama lima tahun mencapai 209.748 kasus. Kanker ini menduduki peringkat pertama pada perempuan, dengan lebih dari 70.000 diagnosis baru tiap tahun.
Baca Juga
Advertisement
Secara global, kanker payudara juga menjadi kanker paling umum pada perempuan, dengan 2,3 juta kasus baru pada 2022. Namun, tingkat kesembuhan dapat meningkat drastis bila kanker terdeteksi sejak dini.
Selain menyelamatkan nyawa, deteksi dini kanker payudara juga berdampak signifikan pada biaya kesehatan. Studi di Kanada tahun 2023 menunjukkan bahwa biaya pengobatan pasien stadium I sekitar C$39.263 atau setara dengan Rp470 jutaan, sementara stadium IV bisa mencapai C$370.398 (setara dengan Rp4,43 miliar) atau hampir sepuluh kali lipat.
Di Indonesia, analisis terbaru tahun 2025 mencatat bahwa skrining mammografi pada perempuan usia 40–65 tahun dinilai cost-effective, dengan ICER hanya US$4.758–7.569 (Rp79,3-126,2 juta) per life-year gained, jauh di bawah ambang batas biaya efektif.
Baca Juga
Advertisement
Untuk memperluas akses, MRCCC Siloam Hospitals Semanggi bekerja sama dengan Prudential Indonesia dan Prudential Syariah. Melalui kolaborasi ini, nasabah terpilih bisa mendapatkan voucher skrining kanker payudara gratis.
“Langkah bersama ini mendorong literasi kesehatan dan pentingnya deteksi dini,” ujar Karin Zulkarnaen, Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia.
Selain itu, Siloam Hospitals Group juga meluncurkan program SELANGKAH (Semangat Lawan Kanker), yang memberikan layanan skrining gratis bagi perempuan yang belum memiliki akses.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.