Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria membeberkan kerugian akibat penyalahgunaan berbasis AI, Deepfake mencapai angka Rp. 700 miliar. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya mitigasi.
Wamenkomdigi Nezar Patria menyatakan bahwa kejahatan siber deepfake berbasis AI semakin marak terjadi di dunia. Ia menyoroti jumlah kerugian akibat modus penipuan dengan memanfaatkan AI dilaporkan telah mencapai angka Rp. 700 miliar.
“Produk deepfake berbasis AI ini, ketika digunakan untuk melakukan kejahatan, sungguh luar biasa dapat menipu masyarakat,” ungkap Nezar dalam pernyataan resminya dikutip Jumat (24/10).
Baca Juga
Advertisement
Menurut Nezar, perlu adanya mitigasi untuk mencegah terjadinya kejahatan berbasis AI. Salah satu upaya yang tengah dilakukan oleh Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) ialah menyusun Peta Jalan AI Nasional.
Peta Jalan AI Nasional ini mengharuskan para pengembang AI untuk bersikap akuntabel dan transparan. Terutama saat memproduksi platform berbasis AI.
“Kami mendorong pengembang untuk bersikap etis, transparan dan akuntabel ketika mereka memproduksi platform berbasis AI,” tegasnya.
Baca Juga
Advertisement
Menurut Nezar, saat ini masih banyak produk AI yang dibuat secara tidak etis. Contohnya ialah tidak mencantumkan keterangan bahwa konten tersebut dibuat dengan AI.
“Kita masih melihat video atau gambar AI yang tidak mencantumkan logo produk AI. Saya pikir itu tidak etis,” imbuh Nezar.
Saat ini, Kementeriannya telah bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam melindungi masyarakat dari kejahatan siber. Yakni, melalui penerapan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.