Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyalurkan bantuan internet gratis kepada sejumlah sekolah yang terdampak bencana banjir di Provinsi Sumatera Utara. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan kegiatan belajar-mengajar yang sempat terganggu akibat bencana alam.
Melalui program tersebut, Kemkomdigi berharap konektivitas digital dapat kembali menghidupkan aktivitas pembelajaran di sekolah-sekolah yang terdampak. Terlebih, akses internet kini menjadi salah satu kebutuhan utama dalam mendukung proses pendidikan, baik untuk pembelajaran daring maupun pemanfaatan materi digital di ruang kelas.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan harapannya agar fasilitas internet gratis ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah. Menurutnya, dukungan konektivitas bukan sekadar bantuan teknis, tetapi juga bagian dari dukungan kemanusiaan untuk memastikan hak belajar anak-anak tetap terpenuhi.
Baca Juga
Advertisement
“Semoga dukungan kemanusiaan dari sisi konektivitas ini dapat menunjang pengajaran digital, sejalan dengan program Bapak Presiden,” ujar Meutya Hafid dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu.
Dalam pelaksanaannya, Kemkomdigi menggandeng penyedia layanan internet MyRepublic untuk menyalurkan bantuan berupa akses internet gratis dengan kecepatan hingga 500 Mbps. Bantuan tersebut diberikan selama satu tahun penuh kepada enam sekolah yang terdampak banjir di wilayah Sumatera Utara.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekosistem pendidikan digital di daerah terdampak. Selain itu, kehadiran internet berkecepatan tinggi juga diharapkan dapat membuka peluang bagi sekolah untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif.
Baca Juga
Advertisement
Tidak hanya fokus pada penyediaan infrastruktur digital, Kemkomdigi juga menaruh perhatian besar pada pembentukan budaya digital yang sehat di lingkungan sekolah. Hal ini ditunjukkan melalui kegiatan Roketin Generasi Tunas Digital yang digelar di SMA Dharmawangsa Medan, Sabtu (13/12).
Dalam acara tersebut, Menkomdigi Meutya Hafid turut mengukuhkan Duta Roketin Generasi Tunas Digital. Para duta yang berasal dari kalangan siswa ini memiliki peran penting dalam menyosialisasikan penggunaan ruang digital yang aman, sehat, dan beretika kepada teman-teman sebayanya.
Secara khusus, para duta tersebut akan memberikan edukasi terkait Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Regulasi ini menjadi landasan penting dalam upaya melindungi anak-anak dari berbagai risiko di ruang digital.
Baca Juga
Advertisement
Selain itu, Meutya juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai penundaan usia penggunaan media sosial. Menurutnya, anak-anak perlu dibimbing agar menggunakan teknologi digital sesuai dengan tahapan tumbuh kembang mereka.
“Anak-anak juga kami minta untuk menyosialisasikan kepada teman-temannya tentang pentingnya menunda penggunaan media sosial, sesuai dengan usia dan perkembangan mereka,” jelas Meutya.
Lebih lanjut, Meutya menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak bisa hanya mengandalkan regulasi. Diperlukan praktik nyata dan keteladanan dari lingkungan terdekat anak, terutama orang tua dan guru di sekolah.
Baca Juga
Advertisement
Ia mencontohkan, apabila anak-anak diminta membatasi penggunaan media sosial, maka para pendidik juga harus memberikan contoh yang sama. Dengan begitu, pesan yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga tercermin dalam keseharian.
“Kalau anak-anaknya tidak boleh bermain media sosial, guru-gurunya juga jangan di depan anak-anaknya sibuk main sosmed. Guru harus menjadi contoh yang baik,” tegasnya.
Meutya juga mengingatkan bahaya adiksi media sosial pada anak. Menurutnya, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat berdampak negatif pada kesehatan mental serta mengganggu proses tumbuh kembang anak dalam jangka panjang.
Baca Juga
Advertisement
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyampaikan apresiasinya atas bantuan internet gratis yang diberikan kepada sekolah-sekolah di wilayahnya. Ia menilai langkah ini sangat membantu dunia pendidikan, khususnya di tengah tantangan pascabencana.
Surya berharap bantuan tersebut dapat memperkecil kesenjangan digital antar sekolah, sekaligus mendorong pemerataan kualitas pendidikan di Sumatera Utara. Dengan akses internet yang memadai, sekolah di daerah terdampak diharapkan memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan pembelajaran berbasis digital.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan digital,” ujar Surya.
Baca Juga
Advertisement
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta, program ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat menjadi solusi dalam situasi krisis. Lebih dari sekadar pemulihan, bantuan internet gratis ini juga menjadi fondasi penting bagi penguatan pendidikan digital yang inklusif dan berkelanjutan di Sumatera Utara.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.