Elon Musk Klaim Robot Tesla Bisa Jadi Dokter Bedah Masa Depan: Mimpi atau Kenyataan?

Elon Musk

Elon Musk kembali membuat dunia teknologi tercengang. Dalam pernyataannya baru-baru ini, miliarder eksentrik itu sesumbar bahwa robot humanoid Tesla, Optimus, dapat dilatih untuk menjadi dokter bedah di masa depan. Klaim ini, seperti biasa, memunculkan rasa kagum sekaligus skeptisisme di kalangan publik.

Dari Pabrik ke Ruang Operasi

Optimus bukanlah nama baru dalam jajaran inovasi Tesla. Robot humanoid ini pertama kali diperkenalkan dengan desain menyerupai manusia dan kemampuan untuk meniru gerakan manusia. Sebelumnya, Musk sempat mengatakan bahwa Optimus bisa bekerja di pabrik, bahkan menjadi asisten rumah tangga atau pengasuh.

Namun kini, Musk menaikkan level ambisinya. Dalam earnings call Tesla terbaru, pria kelahiran Afrika Selatan itu menyebut bahwa robot tersebut dapat dilatih menjadi ahli bedah.

Advertisement

“Optimus akan menjadi ahli bedah yang luar biasa,” kata Musk, dikutip dari CNBC, Sabtu (25/10/2025).

Pernyataan ini tentu memantik rasa penasaran. Apakah Tesla benar-benar akan membawa robotnya masuk ke dunia medis yang sangat presisi dan berisiko tinggi?

Teknologi AI yang Semakin Ambisius

Musk menambahkan bahwa perpaduan antara robot Optimus dan teknologi self-driving dapat membuka jalan menuju dunia yang lebih sejahtera.

Advertisement

“Anda bisa menciptakan dunia tanpa kemiskinan, di mana semua orang memiliki akses ke perawatan medis terbaik,” ujarnya dengan nada optimistis.

Klaim tersebut terdengar futuristik, bahkan utopis. Namun bagi Musk, visi besar seperti ini bukan hal baru. Sebelumnya ia pernah menjanjikan mobil otonom penuh (full self-driving/FSD) yang bisa beroperasi tanpa pengemudi manusia—sesuatu yang hingga kini masih dalam tahap uji coba.

Penampilan Terbaru Robot Optimus

Robot Optimus terakhir kali mencuri perhatian publik pada Juli 2025, saat “bekerja” menyajikan popcorn di acara pembukaan Tesla Diner. Momen itu memperlihatkan kemajuan signifikan dalam kemampuan motorik dan kecerdasan buatan robot tersebut.

Advertisement

Menurut Musk, Tesla berencana memperkenalkan model terbaru Optimus V3 pada kuartal pertama tahun 2026. Model ini diklaim akan memiliki peningkatan besar dalam hal kecerdasan, kecepatan, dan ketepatan gerak. Dengan kemampuan yang terus disempurnakan, tak heran Musk berani melontarkan klaim bahwa Optimus bisa menjadi dokter bedah.

Dibalik Janji, Ada Tantangan Besar

Meski terdengar menjanjikan, banyak pihak yang menilai klaim Musk terlalu ambisius. Dunia medis memiliki standar keselamatan yang sangat ketat, di mana kesalahan sekecil apa pun dapat berakibat fatal. Mengubah robot menjadi ahli bedah bukan hanya soal kecerdasan buatan, tetapi juga etika, keamanan data, dan regulasi medis global.

Selain itu, hingga kini belum ada bukti konkret bahwa Optimus mampu melakukan tindakan medis sederhana, apalagi operasi kompleks. Dengan kata lain, ide tersebut masih sebatas visi jangka panjang.

Advertisement

Persaingan di Dunia Robotika dan AI

Tesla bukan satu-satunya pemain di ranah robotika. Perusahaan seperti Boston Dynamics, Figure AI, dan Agility Robotics juga berlomba menciptakan robot humanoid dengan kecerdasan adaptif.
Di sisi lain, Waymo dan Baidu telah lebih dulu memimpin di bidang mobil otonom dan layanan robotaxi.

Musk sendiri menyebut bahwa Tesla akan mengoperasikan layanan robotaxi tanpa pengemudi manusia di Austin, Texas, pada akhir 2025. Namun, target ini sempat bergeser dari prediksi sebelumnya—di mana Musk mengatakan robotaxi Tesla akan melayani setengah populasi Amerika Serikat pada tahun yang sama.

Hingga kini, Tesla belum memproduksi mobil otonom sepenuhnya yang aman digunakan tanpa manusia di balik kemudi. Fakta ini membuat sebagian pihak mempertanyakan seberapa realistis janji Musk soal robot dokter.

Advertisement

Musk Tetap Pede: “Dampaknya Akan Seperti Gelombang Kejut”

Meski sering diragukan, Musk tetap optimistis dengan proyek ambisiusnya. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa AI dan robotika akan mengubah peradaban manusia secara drastis.

“Orang-orang tidak menyadari betapa besar dampaknya. Ini akan seperti gelombang kejut,” ujarnya dalam panggilan investor.

Musk juga menyebut bahwa jutaan mobil Tesla di seluruh dunia dapat menjadi kendaraan otonom penuh hanya melalui pembaruan software. Ia yakin inovasi ini akan membuka jalan bagi masa depan di mana robot dan AI bekerja berdampingan dengan manusia.

Advertisement

Antara Visi dan Realitas

Elon Musk memang dikenal sebagai sosok visioner yang kerap menembus batas imajinasi teknologi. Dari mobil listrik hingga rencana kolonisasi Mars, ide-ide besarnya sering kali memicu perdebatan. Namun, tidak sedikit yang akhirnya terwujud—meski tidak selalu sesuai dengan jadwal yang ia janjikan.

Klaim bahwa robot Tesla bisa menjadi dokter bedah mungkin terdengar seperti fiksi ilmiah hari ini. Tapi, jika sejarah inovasi Musk menjadi tolok ukur, bukan tidak mungkin suatu hari nanti, kita benar-benar melihat robot Optimus berdiri di ruang operasi.

Elon Musk kembali memicu perbincangan global dengan pernyataannya bahwa robot Tesla Optimus akan mampu menjalankan operasi bedah di masa depan. Meski klaim tersebut masih jauh dari kenyataan, hal ini menunjukkan satu hal pasti: ambisi manusia untuk menggabungkan AI dan kehidupan nyata tak pernah berhenti berkembang.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.