Imbas Live Streaming TikTok Mati, Pengamat: Kerugian Besar Bagi Ekosistem Digital

Live Streaming
TikTok Kian Jadi Sumber Berita

Fitur live streaming TikTok dinonaktifkan sementara selama beberapa hari. Apakah hal ini berdampak pada penjualan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)?

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai upaya penangguhan live streaming sementara ini merupakan sebuah kerugian besar bagi ekosistem digital. Menurutnya, fitur live streaming kini menjadi ladang pencaharian bagi sebagian masyarakat seperti pelaku UMKM dan afiliator di TikTok. 

“Sebuah kerugian besar bagi ekosistem ekonomi digital ketika fitur live TikTok dimatikan. Walaupun, hanya beberapa hari,” tegasnya saat dihubungi GadgetDiva melalui WhatsApp pada Senin (1/9). 

Advertisement

Dampak Penangguhan Live Streaming TikTok Terhadap UMKM dan Affiliator

Nailul mengungkap data yang dari Statista yang menyatakan 4 dari 10 orang sudah berbelanja melalui fitur live streaming — bisa juga disebut sebagai live shopping. Sementara, fitur tersebut mengalami pertumbuhan mencapai 30%. 

Dengan begitu, kata Nailul, hal ini dapat merugikan pelaku UMKM yang selama ini memanfaatkan fitur live shopping di TikTok. Ia memperkirakan penurunan penjualan dapat mencapai angka 40%. 

TikTok
Foto: Pexels/Amar

Selain pelaku UMKM, dampak ini juga dapat dirasakan oleh affiliator yang memanfaatkan fitur live streaming. Sebab, mereka juga tidak bisa mendapatkan penghasilan harian. 

Advertisement

Oleh sebab itu, ia menilai langkah yang diambil oleh platform sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di tidak tepat. 

“Bagi affiliator yang memanfaatkan live shopping, ,mereka tidak mendapatkan penghasilan harian karena fitur live streaming ditutup. Maka bagi platform atau PSE, kebijakan menutup live streaming tidak tepat,” pungkasnya. 

Dampak Penangguhan Live Streaming TikTok Terhadap Kebebasan Berekspresi

Di samping itu, dari sisi kebebasan berekspresi dan berpendapat, ia juga menilai adanya kemunduran jika fitur live streaming ini dinonaktifkan. Terlebih, saat ini sebagian masyarakat Indonesia lebih banyak menggunakan sosial media dibandingkan menonton televisi. 

Advertisement

Selain itu, ia juga melihat bahwa saat ini media sosial sebagai sumber informasi tercepat di lapangan. Fitur live streaming, menurutnya, dapat memberikan informasi secara cepat, real-time dan nyara di lapangan. 

Live Streaming
Foto: Pe

“Informasi dan data di lapangan merupakan hak dari asasi manusia. Jadi pembatasan informasi, sama saja pemerintah melanggar hak asasi masyarakat,” tegas Nailul. 

Oleh karena itu, pemerintah dan platform harus membuka kembali fitur live streaming dan melindungi hak dari pers dan masyarakat dalam mengabarkan fakta di lapangan. 

Advertisement

“Pemerintah dan platform harus membuka lagi fitur-fitur pemberi informasi seperti live streaming dan melindungi hak dari pres dan juga masyarakat yang mengabarkan fakta di lapangan,” imbuh dia. 

Di samping itu, fitur live streaming juga merupakan sumber pendapatan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Sehingga, mereka tidak pantas dijadikan korban kebijakan pemblokiran oleh platform. 

“Selain itu, fitur live streaming saat ini, terutama di platform seperti TikTok merupakan ladang pencaharian bagi sebagian masyarakat. Tidak elok jika kita matikan ladang mereka mencari pendapatan. Toh bagaimana pun mereka juga saudara kita yang harus berjuang mencari pendapatan melalui live streaming,” tandasnya.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.