Sherina Munaf: Kesempatan Mencoba Banyak Hal Membantu Anak Menemukan Potensinya

Sherina Munaf berbagi pengalaman masa kecil yang membantunya menemukan potensi berkat dukungan keluarga dan kesempatan bereksplorasi.

Img 8298

Masa kecil Sherina Munaf diisi dengan beragam aktivitas. Ia belajar menggambar, musik, balet, bernyanyi, hingga tampil di depan umum. Tak satu pun dilakukan karena paksaan. Semua berawal dari rasa ingin tahu dan keinginan untuk mencoba. Dari proses itulah, Sherina perlahan menemukan minat yang kemudian membawanya menjadi penyanyi, aktris, sekaligus penulis lagu.

Bagi Paradiva yang telah memiliki anak, kisah Sherina menjadi pengingat bahwa bakat anak tidak selalu muncul sejak dini. Potensi justru berkembang ketika anak diberi ruang untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman tanpa dibebani ekspektasi berlebihan.

Img 8288
Sherina Munaf: Kesempatan Mencoba Banyak Hal Membantu Anak Menemukan Potensinya 5

“Sejak kecil saya memang mencoba banyak hal. Saya belajar menggambar, musik, balet, menyanyi, hingga tampil di depan umum. Semuanya saya lakukan karena memang ingin mencoba,” kata Sherina.

Advertisement

Menurut Sherina, orang tuanya tidak pernah memaksanya menekuni satu bidang tertentu. Mereka justru memberi kesempatan untuk mencoba banyak aktivitas sambil mengamati hal-hal yang paling ia nikmati.

“Saya menikmati seluruh prosesnya. Rasanya seperti bermain saja. Saya tidak merasa sedang dipaksa bekerja, tetapi benar-benar menikmati setiap pengalaman yang saya jalani,” ujarnya.

Pengalaman tersebut, kata Sherina, menjadi bekal berharga hingga dewasa. Kini ia ingin berbagi inspirasi kepada anak-anak Indonesia agar berani mengenali minat dan potensinya sendiri.

Advertisement

“Saya dulu memiliki banyak sosok panutan. Sekarang saya senang jika bisa membantu anak-anak Indonesia menemukan dan mengembangkan passion mereka,” katanya.

Karena itu, Sherina mengaku antusias bergabung dalam program Bebelac Little Star 2026. Ia akan bertemu dengan 20 anak terpilih yang nantinya berkolaborasi dalam sebuah video musik.

“Saya ingin mendengar cerita mereka, mengenal passion mereka, dan berbagi pengalaman. Semoga pengalaman ini bisa membangun rasa percaya diri mereka,” ujar Sherina.

Advertisement

Bakat Tidak Perlu Dicari Terburu-buru

Pandangan Sherina sejalan dengan penjelasan Psikolog Anak dan Keluarga Ayoe Sutomo, M.Psi., Psi. Menurut Ayoe, masih banyak orang tua yang mengukur kemampuan anak dengan membandingkannya kepada anak lain. Padahal, setiap anak memiliki karakter dan kecepatan perkembangan yang berbeda.

“Orang tua sering kali membandingkan anaknya dengan anak lain. Padahal yang paling penting adalah melakukan observasi terhadap potensi anak sendiri,” kata Ayoe.

Advertisement

Ia menilai tugas orang tua bukan menemukan bakat anak secepat mungkin, melainkan menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak mencoba berbagai pengalaman. Dari pengalaman itulah anak mulai mengenali apa yang disukai sekaligus membangun rasa percaya diri.

Ayoe menyebut ada empat peran yang perlu dijalankan orang tua, yakni memfasilitasi, mengamati, memberikan dukungan, dan mengapresiasi setiap proses yang dijalani anak.

Menurut dia, apresiasi terhadap usaha anak jauh lebih penting dibanding hanya berfokus pada hasil akhir. Dukungan yang konsisten akan menumbuhkan motivasi dari dalam diri anak sehingga mereka belajar bukan karena tuntutan, melainkan karena keinginan berkembang.

Advertisement

Selain itu, stimulasi tidak selalu membutuhkan aktivitas yang mahal atau rumit. Bermain bersama, menggambar, membaca buku, berolahraga, hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitar sudah menjadi bagian dari proses belajar anak.

“Semakin banyak pengalaman yang diperoleh anak, semakin besar pula kesempatan mereka menemukan apa yang benar-benar mereka sukai,” ujarnya.

Ayoe menambahkan, eksplorasi juga membantu mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan kecerdasan sosial. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi anak untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Advertisement

Ia juga menekankan bahwa tumbuh kembang anak memerlukan dukungan nutrisi yang baik, stimulasi yang tepat, lingkungan yang positif, serta suasana yang membuat anak merasa bahagia.

Ruang untuk Bereksplorasi

Pesan serupa menjadi dasar penyelenggaraan Bebelac Little Star 2026. Marketing Manager Bebelac Ceasyalya Tahara mengatakan program tersebut dirancang bukan sekadar sebagai ajang pencarian bakat, tetapi sebagai ruang bagi anak untuk bereksplorasi.

Advertisement

“Dari penyelenggaraan tahun lalu kami melihat anak usia dini memang sedang berada pada fase mencoba banyak hal. Karena antusiasme keluarga Indonesia sangat besar, program ini kembali kami hadirkan,” kata Ceasyalya.

Menurut dia, tahun ini tersedia enam kategori yang dapat diikuti anak usia 1-10 tahun, yakni menyanyi, menari, bermain musik, menggambar, olahraga, dan akting.

Bebelac juga kembali menggandeng Sherina sebagai sosok inspiratif. Sebanyak 20 peserta terpilih akan tampil bersama Sherina dalam video musik spesial.

Advertisement

Selain menghadirkan ruang eksplorasi, Bebelac juga memperkenalkan dukungan nutrisi melalui Bebelac NutriGreat+ yang mengandung tiga jenis serat, DHA lebih tinggi, serta tanpa sukrosa sebagai pelengkap stimulasi anak.

Pendaftaran dilakukan dengan mengunggah video aktivitas anak ke Instagram atau TikTok sesuai ketentuan program. Selain jalur daring, audisi juga digelar di lima kota, yakni Palembang, Bandung, Medan, Bali, dan Makassar. Pendaftaran dibuka hingga 23 Agustus.

Alfamart Perluas Jangkauan

Advertisement

General Manager Marketing Alfamart Yosia Andika Pakiding mengatakan keterlibatan perusahaan dalam program tersebut bertujuan memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.

Melalui lebih dari 20 ribu gerai yang tersebar di Indonesia, Alfamart akan memanfaatkan berbagai kanal komunikasinya agar lebih banyak keluarga mengetahui program tersebut.

“Kami berharap semakin banyak orang tua mengetahui kesempatan ini sehingga anak-anak Indonesia memiliki ruang yang lebih luas untuk menunjukkan potensinya,” kata Yosia.

Advertisement

Baik Sherina maupun Ayoe memiliki pesan yang sama. Anak tidak harus segera menemukan bakat terbaiknya. Yang lebih penting adalah memberi mereka kesempatan untuk mencoba, gagal, belajar, dan kembali mencoba. Dari proses itu, potensi anak berkembang secara alami, seiring bertambahnya pengalaman dan dukungan dari lingkungan terdekat, terutama keluarga.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.