Google Luncurkan Buku Saku Digital Well-being Pada Remaja

Google
[Foto: Nadhira/GadgetDiva].

Google resmi meluncurkan Buku Panduan Kesehatan Mental Remaja (Digital Wellbeing Guidebook). Buku ini bertajuk “Buku Saku: Digital Well-being Pada Remaja”. 

Buku saku ini merupakan hasil kolaborasi antara Google dan Youtube dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Universitas Indonesia. Turut didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). 

Peluncuran buku saku ini merupakan bagian dari inisiatif AKSI Digital yang diluncurkan pada bulan Januari lalu. Sekaligus, upaya yang dilakukan oleh Google dan Youtube dalam mematuhi PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak dalam Sistem Elektronik (PP Tunas). 

Advertisement

Google
Foto: Nadhira/GadgetDiva.

“Dengan bekerja bahu-membahu melalui inisiatif seperti AKSI Digital, kita dapat memastikan generasi mendatang memiliki pengetahuan dan ketangguhan yang mereka butuhkan untuk berkembang di era digital,” ungkap Director of Government Affairs and Public Policy Youtube, APAC Caleste Campbell-Pitt dalam acara peluncuran “Buku Saku: Digital Well-being Pada Remaja” di Jakarta, Selasa (8/6). 

“Buku Saku: Digital Well-being Pada Remaja” ini akan diintegrasikan dengan program peningkatan kompetensi resmi melalui BPSDM Komdigi dan DPAPP DKI Jakarta untuk melatih sekitar 2.500 guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai garda terdepan di ekosistem sekolah. Hingga saat ini, sebanyak 1.000 guru telah mengikuti pelatihan tersebut. 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh peluncuran buku saku ini. 

Advertisement

Google
Foto: Nadhira/GadgetDiva.

“Dengan buku ini, nanti semoga ibu-ibu dan orang tua lebih pede untuk berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan anak-anak yang mungkin akan banyak bertanya kepada orang tuanya, karena anak-anak sekarang memang dididik untuk lebih kritis,” ungkap Meutya. 

Dengan keterlibatan lintas kementerian dan perangkat daerah, program ini mencakup penguatan kesehatan mental remaja usia 13–16 tahun, pelatihan pembuatan konten edukatif bagi guru, hingga literasi siber bersama ICT Watch untuk mencegah risiko cyberbullying dan kecanduan gawai.

AKSI Digital merupakan komitmen terhadap ekosistem digital Indonesia. Dengan menjembatani teknologi global dan keahlian medis serta literasi lokal (RSCM, PDSKJI, dan ICT Watch), inisiatif ini memastikan bahwa seiring berkembangnya lanskap digital, generasi muda Indonesia tetap terbekali dengan ketahanan digital, literasi, dan kemampuan berpikir kritis.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.