Chatib Basri dan Stella Christie Bahas Masa Depan Bisnis di Era AI

Grab For Business
ki-ka: Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi, Ekonom M. Chatib Basri, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Stella Christie, Director of Commercial Grab Indonesia Roy Nugroho

Memasuki semester kedua 2026, dunia usaha menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, tekanan rantai pasok, percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI), hingga perubahan perilaku konsumen mendorong perusahaan untuk bertransformasi lebih cepat dan lebih cerdas.

Dalam situasi tersebut, setiap keputusan bisnis, investasi teknologi, hingga strategi operasional dituntut mampu memberikan dampak nyata terhadap efisiensi, produktivitas, dan pertumbuhan perusahaan.

Img 7273
Chatib Basri dan Stella Christie Bahas Masa Depan Bisnis di Era AI 9

Menjawab tantangan tersebut, Grab Indonesia kembali menggelar Grab Business Forum 2026 di Jakarta, Senin (9/6/2026). Mengusung tema “The Next Chapter: Scale Smarter, Execute Faster”, forum tahunan ini menjadi ruang diskusi bagi pemimpin bisnis, ekonom, pembuat kebijakan, dan praktisi industri untuk membahas strategi pertumbuhan yang lebih terukur di tengah dinamika ekonomi global.

Advertisement

Forum ini hadir di saat perusahaan harus menyeimbangkan ambisi pertumbuhan dengan kebutuhan efisiensi biaya dan percepatan operasional. Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa 47 persen pemimpin bisnis di Asia Tenggara menjadikan inovasi sebagai mesin pertumbuhan utama. Namun di sisi lain, sebanyak 56 persen Chief Financial Officer (CFO) menempatkan optimalisasi biaya sebagai prioritas bisnis pada 2026.

Tidak hanya itu, tren investasi AI juga terus meningkat. Sebanyak 91 persen organisasi berencana menambah investasi di bidang AI. Meski demikian, hanya 25 persen perusahaan yang mengaku telah memperoleh hasil investasi atau return on investment (ROI) sesuai harapan dari implementasi AI dan otomatisasi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan perusahaan saat ini bukan hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga memastikan teknologi mampu memberikan dampak bisnis yang terukur.

Advertisement

Produktivitas Jadi Kunci Pertumbuhan

Dalam sesi keynote, ekonom senior Indonesia sekaligus Menteri Keuangan RI periode 2013-2014, M. Chatib Basri, menyoroti perubahan lanskap ekonomi global yang menuntut perusahaan mengubah strategi pertumbuhan.

Img 7264
Chatib Basri dan Stella Christie Bahas Masa Depan Bisnis di Era AI 10

Menurut Chatib, perusahaan tidak lagi dapat mengandalkan faktor-faktor pertumbuhan tradisional seperti biaya modal murah atau tenaga kerja berbiaya rendah.

Advertisement

“Pertumbuhan ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas, mengalokasikan sumber daya secara lebih presisi, serta membangun ketahanan yang memungkinkan bisnis tetap adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan momentum pertumbuhan,” ujar Chatib Basri.

Pandangan tersebut menjadi semakin relevan mengingat Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik melambat menjadi 4,2 persen pada 2026, turun dari 5 persen pada tahun sebelumnya.

Karena itu, perusahaan perlu semakin cermat menentukan prioritas, disiplin dalam mengelola sumber daya, serta lebih cepat menerjemahkan strategi menjadi aksi nyata.

Advertisement

AI Harus Tetap Libatkan Manusia

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Stella Christie, menegaskan bahwa keberhasilan implementasi AI tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang menggunakannya.

1Uv4Amralrqxhphsml5Nhzrut8D4M1Nxl
Chatib Basri dan Stella Christie Bahas Masa Depan Bisnis di Era AI 11

Menurut Stella, perusahaan perlu memahami secara jelas persoalan mana yang memang membutuhkan AI dan mana yang tidak. Selain itu, organisasi juga harus menentukan waktu adopsi yang tepat serta menyiapkan talenta yang mampu memanfaatkan AI secara kritis dan bertanggung jawab.

Advertisement

“Yang tak kalah penting, setiap adopsi AI perlu tetap menjaga humans in the loop dalam prosesnya, agar teknologi dapat mendukung pengambilan keputusan tanpa menghilangkan peran manusia dalam memahami konteks, menilai hasil, dan memastikan dampaknya tetap relevan bagi kebutuhan bisnis,” kata Stella Christie.

Bagi Paradiva, pesan ini menjadi pengingat bahwa transformasi digital bukan sekadar soal teknologi, melainkan bagaimana manusia dan teknologi dapat berjalan beriringan untuk menghasilkan keputusan yang lebih baik.

Teknologi untuk Mempercepat Eksekusi Bisnis

Advertisement

Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan peluang pertumbuhan bisnis masih terbuka lebar. Namun, ruang untuk bertumbuh dengan pendekatan lama semakin sempit.

“Pertumbuhan ke depan menuntut kemampuan untuk scale smarter melalui penetapan prioritas yang lebih tepat dan alokasi sumber daya yang lebih presisi, sekaligus execute faster dengan memanfaatkan teknologi dan AI untuk meningkatkan produktivitas, visibilitas, kontrol, serta pengambilan keputusan berbasis data,” ujarnya.

Img 7270
Chatib Basri dan Stella Christie Bahas Masa Depan Bisnis di Era AI 12

Melalui Grab Business Forum 2026, Grab ingin menghadirkan berbagai perspektif lintas industri yang dapat membantu perusahaan mengubah ambisi pertumbuhan menjadi hasil yang nyata dan terukur.

Advertisement

Di sisi lain, Director of Commercial Grab Indonesia, Roy Nugroho, menilai banyak perusahaan sebenarnya telah memiliki strategi pertumbuhan yang baik. Namun, proses operasional sehari-hari masih menjadi hambatan yang memperlambat eksekusi.

Karena itu, Grab menghadirkan Grab For Business sebagai platform layanan B2B yang membantu perusahaan mengelola berbagai kebutuhan operasional, mulai dari transportasi karyawan, perjalanan dinas, pemesanan makanan bisnis, hingga layanan pengantaran.

“Dengan visibilitas yang lebih baik, kontrol yang lebih kuat, dan proses yang lebih otomatis, perusahaan dapat mempercepat eksekusi bisnis dan membantu tim lebih fokus pada aktivitas yang menciptakan nilai,” jelas Roy.

Advertisement

Dukung Efisiensi dan Keberlanjutan

Manfaat Grab For Business juga dirasakan oleh PLN Icon Plus. Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN Icon Plus, Dedi Budi Utomo, mengatakan platform tersebut membantu perusahaan mengelola mobilitas ribuan karyawan sekaligus mendukung agenda keberlanjutan melalui penggunaan kendaraan listrik.

Img 7272
Chatib Basri dan Stella Christie Bahas Masa Depan Bisnis di Era AI 13

“Dengan visibilitas transaksi secara real-time, proses pengecekan laporan yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit,” ungkap Dedi.

Advertisement

Berdasarkan riset Forrester, otomatisasi proses klaim biaya melalui Grab For Business mampu menghemat lebih dari 11.500 jam kerja setiap tahun.

Selain meningkatkan efisiensi, Grab juga memperkuat komitmen keberlanjutan melalui lebih dari 14.000 armada kendaraan listrik yang beroperasi di Indonesia. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga tiga kali lipat pada akhir 2026.

Melalui fitur GFB Sustainability Report, perusahaan dapat mengakses data emisi perjalanan bisnis secara lebih terukur, mendukung kebutuhan pelaporan Scope 3, sekaligus memperkuat implementasi ESG.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.