Kediaman CEO OpenAI, Sam Altman, di kawasan Russian Hill, San Francisco, kembali menjadi sasaran aksi kriminal dalam waktu yang sangat berdekatan. Insiden kedua ini dilaporkan terjadi pada Minggu pagi, hanya berselang dua hari setelah serangan pertama yang melibatkan penggunaan bahan peledak.
Dalam kejadian terbaru ini, sebuah kendaraan jenis sedan terpantau berhenti di depan properti milik Altman sebelum melepaskan tembakan. Pihak kepolisian segera bertindak cepat dan berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku yang diidentifikasi sebagai Amanda Tom (25) dan Muhamad Tarik Hussein (23).
Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa tersebut bermula pada pukul 01.40 dini hari ketika sebuah mobil Honda sempat melewati rumah tersebut sebelum akhirnya kembali lagi. Salah satu penumpang kemudian menjulurkan tangan dari jendela dan diduga melepaskan tembakan ke arah sisi bangunan yang menghadap ke jalan.
Baca Juga
Advertisement
Petugas keamanan di lokasi mengonfirmasi suara letusan senjata tersebut, yang juga diperkuat oleh rekaman kamera pengawas di sekitar area. Pelarian para pelaku berakhir setelah polisi berhasil melacak nomor pelat kendaraan mereka dan melakukan penangkapan di lokasi persembunyian tanpa adanya perlawanan.
Dalam proses penggeledahan yang menyusul penangkapan tersebut, pihak berwenang menemukan tiga pucuk senjata api di kediaman tersangka. Amanda dan Muhamad kini harus menghadapi tuntutan hukum atas tuduhan penggunaan senjata api yang membahayakan keselamatan publik secara lalai.
Rentetan serangan ini memperburuk situasi keamanan setelah insiden pertama pada hari Jumat yang dilakukan oleh Daniel Alejandro Moreno-Gama. Pemuda asal Texas tersebut sebelumnya ditangkap karena diduga melemparkan bom molotov ke arah pintu gerbang rumah Altman pada dini hari.
Baca Juga
Advertisement
Meski serangan bom molotov tersebut sempat memicu kobaran api, petugas keamanan di rumah sang CEO berhasil memadamkan si jago merah dengan cepat. Menariknya, tak lama setelah aksi tersebut, Moreno-Gama juga dilaporkan mendatangi kantor pusat OpenAI di Mission Bay dan melontarkan berbagai ancaman perusakan.
Beruntung, tidak ada korban luka yang dilaporkan dari kedua rangkaian serangan tersebut. Sam Altman sendiri sempat menyatakan dalam blog pribadinya bahwa ketakutan publik terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) memang nyata, mengingat besarnya transformasi sosial yang sedang dipicu oleh teknologi ini.
Saat ini, para pelaku dari kedua insiden tersebut telah mendekam di penjara San Francisco County. Moreno-Gama menghadapi dakwaan yang sangat berat, termasuk percobaan pembunuhan dan pembakaran sengaja, sementara polisi masih terus mendalami motif di balik rangkaian teror yang menyasar pimpinan OpenAI ini.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.