Inilah Sosok Pemuda 20 Tahun di Balik Serangan Bom Molotov Rumah Sam Altman

Sam Altman

Identitas pelaku penyerangan terhadap kediaman CEO OpenAI, Sam Altman, akhirnya terungkap ke publik. Pria yang diduga melempar bom molotov ke rumah tokoh teknologi ternama tersebut telah diidentifikasi sebagai Daniel Alejandro Moreno-Gama, seorang pemuda berusia 20 tahun.

​Berdasarkan laporan dari media lokal The San Francisco Standard, insiden berbahaya ini terjadi di lingkungan elit Russian Hill, San Francisco. Moreno-Gama diduga melakukan serangan terencana yang menargetkan area privat milik bos perusahaan kecerdasan buatan tersebut.

​Setelah melalui proses pengejaran dan penyelidikan, tersangka akhirnya resmi ditahan di penjara San Francisco County pada Jumat sore waktu setempat. Penangkapan ini dilakukan setelah pihak berwenang mengumpulkan bukti-bukti awal yang cukup kuat di lokasi kejadian.

Advertisement

​Moreno-Gama kini harus menghadapi serangkaian tuntutan hukum yang sangat serius dari pihak kejaksaan. Daftar dakwaan tersebut mencakup percobaan pembunuhan, pembakaran dengan sengaja, serta pemberian ancaman kriminal yang membahayakan nyawa orang lain.

​Selain dakwaan utama, pemuda tersebut juga dijerat dengan pasal berlapis terkait kepemilikan senjata berbahaya. Polisi mengenakan dua dakwaan terpisah atas kepemilikan perangkat pembakar serta dua dakwaan tambahan atas kepemilikan perangkat perusak lainnya.

​Dalam sebuah unggahan di blog pribadinya, Sam Altman memberikan gambaran mencekam mengenai waktu kejadian tersebut. Insiden yang memicu alarm keamanan itu diketahui terjadi pada dini hari, tepatnya sekitar pukul 03.45 waktu setempat saat situasi lingkungan sedang sepi.

Advertisement

​Laporan kepolisian merinci bahwa tersangka melemparkan sebuah botol berisi kain yang telah dinyalakan api ke arah gerbang besi rumah di Chestnut St. Serangan ini terekam dengan jelas oleh kamera pengawas (CCTV) yang dipasang di area depan kediaman Altman.

​Meskipun rekaman pengawasan telah diamankan sebagai barang bukti, pihak berwenang masih merahasiakan atau mengaburkan citra visual wajah tersangka secara detail. Hal ini dilakukan demi kelancaran proses identifikasi formal yang dilakukan oleh otoritas Amerika Serikat sebelum kasus bergulir ke persidangan.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids.