Kasus ini bermula dari sebuah insiden keamanan yang menarik perhatian luas setelah pihak kepolisian melaporkan adanya ancaman serius terhadap kantor pusat OpenAI. Pelaku yang sama diduga terlibat dalam aksi kekerasan sebelum akhirnya bergerak menuju lokasi perusahaan teknologi tersebut.
Kepolisian San Francisco mengonfirmasi bahwa seorang pria tak dikenal melemparkan sebuah perangkat pembakar ke sebuah rumah di kawasan North Beach pada hari Jumat. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran di bagian gerbang luar properti yang menjadi sasaran.
Setelah melancarkan aksinya, tersangka dilaporkan melarikan diri dari lokasi kejadian dengan berjalan kaki. Polisi kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap seorang pria berusia 20 tahun di dekat kantor pusat OpenAI setelah menerima laporan adanya ancaman perusakan bangunan.
Baca Juga
Advertisement
Menanggapi situasi tersebut, juru bicara OpenAI memberikan pernyataan kepada media bahwa tidak ada staf maupun warga yang terluka dalam insiden ini. Pihak perusahaan menegaskan bahwa mereka sedang bekerja sama secara intensif dengan kepolisian untuk membantu proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Berdasarkan keterangan pihak berwenang, tersangka sempat mengancam akan membakar gedung OpenAI hingga rata dengan tanah. Meski demikian, hingga saat ini kepolisian belum mengungkapkan tuntutan hukum secara resmi maupun detail mengenai motif di balik serangan tersebut.
Peristiwa penyerangan ini terjadi di tengah meningkatnya pengawasan publik terhadap Sam Altman dan manajemen OpenAI. Sebelumnya, sebuah laporan dari media The New Yorker sempat mempertanyakan cara Altman menangani masalah keselamatan serta adanya perselisihan kepemimpinan di internal perusahaan.
Baca Juga
Advertisement
Sam Altman kemudian menanggapi insiden penyerangan rumahnya dan laporan media tersebut melalui sebuah unggahan di blog pribadi. Ia memutuskan untuk membagikan foto kejadian dengan harapan dapat mencegah orang lain melakukan tindakan berbahaya serupa di masa depan.
Dalam tulisan yang sama, Altman juga mengakui beberapa kesalahan masa lalu selama memimpin lintasan pertumbuhan OpenAI yang sangat pesat. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang mungkin merasa tersakiti oleh keputusan atau narasi yang berkembang selama ini.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.