Panduan Mudik Lebaran di Google Maps dan Travoy Makin Lengkap

Img 4788

Jelang Ranadan, Google Indonesia turut memperhatikan arus mudik Lebaran yang memang harus dipersiapkan jauh hari. Karena kebutuhan akan informasi perjalanan yang akurat dan real time menjadi semakin krusial. Untuk itulah, Google Indonesia memperkuat kolaborasi strategis dengan Jasa Marga dan Korlantas Polri untuk menghadirkan panduan mudik yang lebih cerdas, terintegrasi, dan mudah diakses oleh masyarakat.

Melalui Google Maps dan aplikasi Travoy, pemudik kini dapat merencanakan perjalanan secara lebih matang. Mulai dari pemilihan rute, estimasi waktu tempuh, hingga kondisi lalu lintas terkini, seluruh informasi disajikan dalam satu genggaman. Inisiatif ini diharapkan mampu membantu paradiva merencanakan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman.

Richard Darsono, Strategic Partner Development Manager, Geo & Search Google Indonesia, menjelaskan bahwa Google Maps telah menyiapkan berbagai fitur unggulan untuk mendukung kelancaran arus mudik. Pertama, Google Maps menyediakan visualisasi rute dengan beragam opsi, termasuk pilihan untuk menghindari jalan tol atau menyesuaikan rute sesuai preferensi pengguna.

Advertisement

Selain itu, pengguna juga dapat melihat perkiraan biaya tol, memanfaatkan peta offline, hingga mengakses jadwal transportasi umum seperti bus dan kereta api. Tak kalah penting, Google bekerja sama dengan Korlantas Polri dan Jasa Marga untuk memperbarui informasi titik-titik vital, mulai dari rest area, pos polisi, masjid, hingga lokasi penting lainnya di sepanjang jalur mudik.

Di sisi lain, Jasa Marga turut memperkuat ekosistem informasi melalui aplikasi Travoy. Lisye Octaviana, Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, mengatakan bahwa kolaborasi dengan Google Maps memungkinkan Travoy menyajikan data yang lebih komprehensif bagi masyarakat.

Travoy didukung lebih dari 3.500 kamera CCTV yang tersebar di ruas tol, ditambah radar serta teknologi informasi lainnya. Dengan begitu, pemudik dapat memantau kondisi lalu lintas secara real time. “Kami memahami akan ada peningkatan volume kendaraan di jam-jam tertentu. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak, terutama pukul 07.00 hingga 10.00 pagi,” ujarnya.

Advertisement

Lebih lanjut, Lisye menjelaskan bahwa Travoy tidak hanya berfungsi sebagai peta digital. Aplikasi ini juga membantu pengguna menghitung total tarif tol, menentukan gerbang masuk dan keluar, serta memperkirakan durasi perjalanan. Dengan informasi tersebut, paradiva dapat menyusun jadwal perjalanan yang lebih efisien dan terhindar dari kepadatan berlebih.

Tak berhenti di situ, Travoy juga menyediakan informasi fasilitas penunjang di sepanjang jalan tol. Mulai dari rest area beserta fasilitas di dalamnya, hingga SPBU dan SPKLU untuk kendaraan listrik, seluruhnya dapat diakses dengan mudah. Kehadiran fitur ini menjadi nilai tambah, khususnya bagi pemudik yang membutuhkan perencanaan perjalanan jarak jauh.

Sementara itu, Korlantas Polri turut berperan aktif dalam memastikan informasi rekayasa lalu lintas tersampaikan dengan baik kepada publik. AKBP Renaldi Oktavian, Kasubagdalops Bagops Korlantas Polri, menegaskan bahwa pihaknya akan berkontribusi dalam penyediaan data terkait manajemen lalu lintas selama periode mudik.

Advertisement

Menurutnya, informasi mengenai rekayasa lalu lintas, seperti pengalihan arus atau penerapan sistem tertentu, sangat penting agar masyarakat memiliki acuan dalam memilih jalur perjalanan. Tahun ini, Korlantas juga menyiapkan sejumlah titik krusial dengan memanfaatkan tol fungsional yang akan ditampilkan langsung di Google Maps.

Berdasarkan paparan dalam video terlampir, kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya transformasi digital dalam pengelolaan arus mudik nasional. Integrasi data antara Google Maps, Travoy, dan Korlantas memungkinkan informasi diperbarui secara dinamis, sehingga pemudik dapat mengambil keputusan perjalanan secara lebih tepat.

Dengan dukungan teknologi digital dan sinergi antarlembaga, mudik Lebaran kini tidak lagi sekadar perjalanan rutin tahunan. Sebaliknya, mudik bertransformasi menjadi pengalaman yang lebih terencana, transparan, dan aman. Melalui pemanfaatan Google Maps dan Travoy, paradiva diharapkan dapat menikmati perjalanan mudik yang lebih lancar sekaligus meminimalkan risiko kepadatan di jalur utama.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.