Google melalui Google.org berkontribusi sebesar USD 5 juta atau sekitar Rp. 84,3 miliar. Investasi ini untuk mensejahterakan anak muda di dunia digital.
Google.org merupakan organisasi filantropi milik Google yang didirikan pada Oktober 2005. Organisasi ini berfokus dalam mengatasi masalah global, termasuk kemiskinan, pendidikan dan lingkungan.

“Google.org, organisasi filantropi Google telah memberikan pendanaan sebesar USD 5 juta untuk mempromosikan kesejahteraan digital kaum muda di seluruh Asia Tenggara,” ungkap Kepala Hubungan Pemerintahan dan Kebijakan Publik di Youtube (Asia Tenggara) Danny Ardianto dalam acara konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/2).
Baca Juga
Advertisement
Di Indonesia, Yayasan Plan International Indonesia berkolaborasi dengan ICT Watch mengklaim telah memberdayakan lebih dari 300.000 remaja, orang tua dan guru. Supaya, dapat berkembang di dunia digital.
Selain itu, Google juga mengumumkan kolaborasinya dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dalam meluncurkan dua program untuk ketahanan digital. Yaitu, Program Percontohan Youth Champions dan Seri Konten Edukasi.
Program Percontohan Youth Champion merupakan program percontohan yang melatih para “youth champions” lokal untuk bertindak sebagai penggerak di komunitas. Para duta ini akan dibekali kapasitas untuk membangun ketahanan digital berbasis komunitas.
Baca Juga
Advertisement
Sedangkan, seri konten edukasi, Youtube memfasilitasi kemitraan dengan 10 kreator digital. Di antaranya Kinderflixx, Devina Hermawan, Kok Bisa dan Parentalk untuk meluncurkan rangkaian onten edukatif. Seri ini mengusung kedekatan stroytelling yang relateable dengan keseharian.
“Google percaya bahwa upaya untuk melindungi itu adalah fondasi untuk kemudian bisa mewujudkan teknologi digital yang bermanfaat dan dapat digunakan secara sehat. Oleh karena itu, kita melindungi anak-anak di dalam dunia digital dan bukan dari ruang dunia digital,” ungkap Danny.
Danny turut menyoroti beberapa fitur di Youtube yang sejalan dengan program-program ini seperti penghitung waktu Shorts (Shorts timer) pertama di industri dan pengingat waktu tidur (Bedtime reminders) yang bisa diatur sesuai kebutuhan. Fitur-fitur ini dirancang untuk memberdayakan orang tua dalam menetapkan batasan digital yang sehat bagi anak.
Baca Juga
Advertisement

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyatakan bahwa pemerintah bekerja keras melakukan edukasi dan mendorong agar inovasi teknologi dikembangkan. Sehingga, menurutnya, perlindungan dan edukasi digital dapat berjalan secara otomatis dan mudah dipatuhi.
“YouTube telah menjadi wadah pembelajaran bagi anak-anak dari segala tingkatan usia. Di Indonesia, platform ini telah berkembang menjadi sumber daya yang menggerakkan bangsa yang haus akan ilmu, sekaligus membuka dunia penuh penemuan dan peluang bagi generasi masa depan,” tutupnya.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.