Musikal Perahu Kertas resmi berlayar di atas panggung teater pada Jumat (30/1). Pertunjukkan ini berlangsung hingga 15 Februari 2026 dengan total 21 pertunjukkan.
Karya musikal adaptasi dari novel besutan Dee Lestari yang berjudul “Perahu Kertas” ini, berhasil disajikan dengan magis. Mulai dari musik, dialog cerita hingga dekorasi panggung yang menjadi kesatuan lengkap dari keseluruhan pementasan.

Dibuka oleh sang penulis novel, Dee Lestari yang menyanyikan lagu “Perahu Kertas” versinya sendiri. Dalam kesempatan tersebut, ia bersyukur dapat melahirkan sebuah karya yang berani, dirinya berharap melalui Musikal Perahu Kertas, para penonton dapat berani menghidupkan kembali mimpi-mimpi mereka.
Baca Juga
Advertisement
“Perahu Kertas adalah karya saya yang telah lahir berulang kali, mulai dari buku, lagu yang berbarengan dengan film layar lebarnya dan sekarang, pentas Musikal Perahu Kertas,” ungkap Dee Lestari pada Jumat (30/1).
Musikal Perahu Kertas merupakan garapan Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment yang berkolaborasi dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST). Pementasan yang telah dipersiapkan sejak November 2024 ini, mengangkat tema Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi yang bercerita tentang dua karakter utamanya, Kugy dan Keenan, berproses mencari jati diri dan mengejar mimpinya.
Musikal Perahu Kertas Lebih dari Sekadar Adaptasi Novel
Musikal Perahu Kertas berhasil menghidupkan kembali cerita dalam novel yang ditulis oleh Dee Lestari. Sebagai pembaca sekaligus penggemar filmnya, saya merasa sangat dimanjakan oleh pementasan ini.
Baca Juga
Advertisement
Musikal ini tidak hanya meramu musik, sastra dan teater menjadi kesatuan pementasan yang emosional dan fun. Namun, juga mampu membuat saya terharu dan hanyut dalam nostalgia.
Hal ini terlihat dari penulisan naskah yang dapat dengan mudah diresapi oleh para penonton, bagaimana setiap pemain dapat mengekspresikan semua emosi yang mereka rasakan, didukung oleh musik dan koreografi yang dapat mendeskripsikan alur cerita dengan baik. Didukung oleh chemistry setiap pemainnya, terutama Alya Syahrani sebagai Kugy dan Dewara Zaqqi sebagai Keenan, bagi saya mereka mampu menghidupkan kembali dua karakter ikonik dari dalam novel ke dunia nyata.

Awalnya, secara sekilas, keduanya mirip dengan karakter Kugy dan Keenan yang diperankan oleh Maudy Ayunda dan Adipati Dolken dalam film Perahu Kertas (2012). Khususnya, Zaqqi yang secara postur dan gesturnya yang sangat mirip dengan Adipati Dolken.
Baca Juga
Advertisement
Namun seiring berjalannya cerita, menurut saya, Alya mampu mengeksplorasi karakter Kugy versinya sendiri yang jauh dari bayang-bayang Maudy Ayunda sebagai pendahulunya. Begitupula dengan Zaqqi.

Penulis Naskah Musikal Perahu Kertas Widya Arifianti membeberkan bagaimana ia dan tim ingin tetap menjaga keseluruhan cerita yang dibangun oleh Dee Lestari. Sebab, Perahu Kertas merupakan bagian dari jiwa sang penulis.
“Kita ingin menjaga rohnya, ceritanya dari Ibu Dewi (Dee Lestari), bahwa sebenarnya juga banyak diri Ibu Dewi yang dituangkan dalam karakter Kugi dan Keenan ini,” ungkap Widya dalam konferensi pers Musikal Perahu Kertas pada Rabu (21/1).
Baca Juga
Advertisement
Naskah panggung tentunya tak lepas dari kolaborasinya dengan Venytha Yoshiantini selaku Sutradara serta Koreografer yang mampu menerjemahkan seluruh cerita ke dalam bahasa panggung yang mengandalkan kekuatan gerak dan ritme emosi. Koreografi dan pengaturan blocking yang dibuatnya dapat menyatu dengan alur cerita yang tidak hanya diceritakan, namun juga dirasakan.
Dari segi cerita, Musikal Perahu Kertas bercerita tentang Kugy dan Keenan, dua insan muda yang sama-sama lahir dengan darah seni. Kugy yang merupakan seorang pendongeng, sadar bahwa realita tak seindah imajinasinya, memilih untuk menciptakan dongeng sebagai zona nyamannya.
Sedangkan, Keenan, pelukis muda yang jenius, hidup di bawah bayang-bayang ekspektasi ayahnya. Ia mencari jalan untuk bebas mengekspresikan diri meskipun dunia menuntutnya menjadi orang lain. Keduanya bertemu dalam perjalanan hidup yang penuh pilihan, mimpi dan perasaan yang tidak selalu mudah diungkapkan.
Baca Juga
Advertisement



Musikal ini melibatkan 38 orang pemeran, termasuk di antaranya ialah Chistoffer Nelwan yang berperan sebagai Remi dan Marsha Lavinia yang berperan sebagai Luhde. Didukung oleh 20 orang tim kreatif yang ikut menghidupkan panggung serta menguatkan kisah dan pesan yang disampaikan.
Selain itu, penampilan dari karakter Noni dan Eko yang berhasil mencuri perhatian para penonton dengan lawakan serta dialog yang kocak sejak awal pertunjukan. Terlebih saat mereka membawakan lagu tentang kepribaidan berdasarkan zodiak.
Visualisasi Panggung yang Memanjakan Mata
Widya menegaskan kalau pegelaran ini akan mengedepankan dunia imajinatif Kugy sebagai pendongeng. Hal tersebut tak hanya tertuang dalam narasi, namun juga divisualisasikan dengan baik oleh set dan instalansi panggung yang dibuat seindah mungkin, layaknya ilustrasi dalam buku dongeng anak-anak. Supaya, menjadi kesatuan penampilan yang solid.
Baca Juga
Advertisement
Secara visualisasi, musikal ini menyuguhkan set yang berputar 360 derajat serta dapat diganti secara langsung sesuai dengan alur cerita. Set berputar ini lebih dari sekadar transisi setiap adegan, namun juga menjadi metafora dari pilihan setiap karakter yang tampil.
Kemudian, didukung oleh properti unik seperti instalasi awan yang bergantungan di atas panggung dan boneka puppet yang digunakan Kugy dan Keenan saat membacakan cerita kepada murid-muridnya di Sakola Alit. Didukung oleh elemen-elemen seperti kostumnya dengan berbagai macam warna dan gerobak bertuliskan, “Pemadam Kelaparan” yang menjadi ikon dari film-nya turut menghidupkan panggung.





Bicara soal puppet yang digunakan untuk menghidupkan karakter dongeng milk Kugy, yakni Pangeran Lobak dan Woterlina, Produser Musikal Perahu Kertas Chriskevin Adefrid menjelaskan kalau elemen ini buan hanya menggambarkan karakter yang lucu, namun juga bagaimana menjawab tantangan kreatif ketika menerjemahkan isi buku menjadi sebuah dekorasi panggung.
Baca Juga
Advertisement
“Puppets ini tentunya nggak sekadar menghidupkan karakter yang lucu, namun gimana sebenarnya menjawab berbagai challange kreatif saat menyadur si buku ini menjadi panggung,” jelas Kevin.
Selain alur cerita, penampilan para pemain yang solid dan visualisasi panggung yang membuat saya takjub, alunan musik dari Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST) yang berhasil membuat saya terlarut dalam kisah yang disuguhkan.
Pertunjukan ini diperkaya oleh musik orisinil hasil kolaborasi antara komposer Ifa Fachir dan Simhala Avadana dengan lagu utama Perahu Kertas yang dipopulerkan oleh Maudy Ayunda sebagai pengikat emosional sepanjang pertunjukan, bersama 21 lagu lainnya seperti Miliaran Manusia, Agency, Dua Manusia, Tahu Diri, dan Langit Amat Indah. Keseluruhan komposisi diarahkan dan ditata oleh Ivan Tangkulung selaku Pengarah & Penata Musik.
Baca Juga
Advertisement
Sebagai penggemar, Perahu Kertas memiliki tempat sendiri di hati saya. Dengan menyaksikannya di panggung musikal, rasanya seperti melihat karakter-karakter dan semua elemennya seakan keluar dari novel.

Di sisi lain, meski telah dimodifikasi sedemikian rupa, Musikal Perahu Kertas sejatinya tidak jauh berbeda dari karya novel dan filmnya. Kendati demikian, melalui pegelaran ini, musikal ini mampu membuat saya terhanyut dalam nostalgia seperti kembali berkenalan pertama kali mengenal kisah Kugy dan Keenan.
Didukung dengan para pemain yang solid, naskah dengan pesannya yang sampai ke hati hingga set yang disuguhkan dengan detail, ia berhak mendapat kesempatan untuk menjadi karya yang dapat dinikmati oleh setiap orang. Hal ini terlihat dari antusiasme para penonton di akhir pertunjukan, banyak dari mereka yang berdiri untuk tepuk tangan.
Baca Juga
Advertisement
Sejak pertama kali digelar pada Jumat malam, Musikal Perahu Kertas akan tayang sebanyak 21 pertunjukan di Ciputra Artpreneur, Jakarta hingga 15 Februari 2026. Pertunjukan ini menerapkan sistem alternate cast pada empat jadwal pertunjukan, yaitu 3, 4, 10, dan 11 Februari 2026 pukul 19.30 WIB, serta menyiapkan swing performer dari Swargaloka. Paradiva dapat membeli tiketnya melalui situs Loket.com.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.