Spotify kembali membuat gebrakan di dunia streaming musik. Setelah sebelumnya meluncurkan fitur playlist berbasis kecerdasan buatan (AI) pada April 2024, kini platform asal Swedia tersebut memperkenalkan inovasi lanjutan bernama Prompted Playlists. Fitur ini digadang-gadang sebagai salah satu pembuat playlist paling canggih yang pernah dimiliki Spotify.
Pertama kali diperkenalkan pada Desember lalu, Prompted Playlists sempat tersedia secara terbatas dalam versi beta untuk pengguna Premium di Selandia Baru. Namun, berkat respons positif selama masa uji coba, Spotify akhirnya memperluas kehadiran fitur ini ke Amerika Serikat dan Kanada sebagai tahap awal ekspansi global.
Lebih dari Sekadar Meminta Lagu
Berbeda dengan fitur playlist otomatis sebelumnya, Prompted Playlists memberi pengguna kendali lebih besar atas arah rekomendasi musik. Melalui sistem prompt atau perintah tertulis, pengguna bisa “mengarahkan” algoritma Spotify sesuai preferensi mereka.
Baca Juga
Advertisement
Spotify sendiri menjelaskan konsep ini secara sederhana melalui blog resminya. Menurut perusahaan, pengguna bukan hanya meminta musik, tetapi juga ikut membentuk cara Spotify menemukan lagu yang tepat untuk mereka. Dengan kata lain, pengalaman mendengarkan musik kini terasa jauh lebih personal dan interaktif.
Menariknya, prompt yang digunakan bisa sangat fleksibel, mulai dari instruksi sederhana hingga perintah yang sangat detail. Berdasarkan prompt tersebut, Spotify kemudian menyusun playlist unik yang disesuaikan dengan selera dan kebiasaan mendengarkan pengguna.
Playlist yang Terus Diperbarui
Salah satu pembeda utama Prompted Playlists adalah sifatnya yang dinamis. Mirip seperti Discover Weekly, playlist ini akan diperbarui secara berkala. Namun bedanya, pengguna dapat menentukan sendiri kapan playlist tersebut diperbarui.
Baca Juga
Advertisement
Tak hanya itu, Spotify juga menyematkan fitur baru bernama Notes, yang memberikan konteks tambahan di balik setiap lagu yang direkomendasikan. Fitur ini menjadi nilai tambah karena membantu pengguna memahami alasan sebuah lagu masuk ke dalam playlist mereka.
Meski saat ini baru tersedia di dua negara, Spotify sudah mengonfirmasi bahwa Prompted Playlists akan diperluas ke lebih banyak pasar dalam waktu mendatang.
Mencoba Prompted Playlists: Awal yang Menjanjikan
Dalam beberapa hari terakhir, penulis artikel asli mencoba langsung Prompted Playlists. Secara umum, pengalaman awalnya cukup memuaskan, meski masih terlihat bahwa fitur ini berada pada tahap pengembangan awal.
Baca Juga
Advertisement
Tujuan utamanya adalah menciptakan versi Discover Weekly yang lebih relevan dan bisa dikustomisasi. Sebagai pengguna aktif fitur Discover Weekly dan playlist All New All Now, ia menginginkan playlist baru yang benar-benar sesuai dengan kebiasaan mendengarkan musiknya.
Proses pembuatan satu Prompted Playlist memakan waktu sekitar dua menit. Meski terasa agak lama, hal ini masih bisa dimaklumi mengingat fitur ini masih tergolong baru. Ke depan, kecepatan ini menjadi salah satu aspek yang perlu ditingkatkan.
Prompt pertama yang digunakan berfokus pada lagu-lagu baru dari artis yang sering didengarkan dalam sepekan terakhir, dengan nuansa mirip playlist All New All Now. Hasilnya cukup memuaskan, meskipun durasi playlist masih tergolong singkat, yakni sekitar 60 hingga 90 menit.
Baca Juga
Advertisement
Tantangan Rekomendasi Artis
Meski demikian, tidak semua rekomendasi terasa tepat. Beberapa artis yang sama sekali tidak pernah diputar sebelumnya justru muncul dalam playlist. Hal ini menunjukkan bahwa algoritma Spotify masih perlu penyempurnaan dalam memahami kebiasaan pengguna secara lebih akurat.
Setelah melakukan penyaringan manual dan memperbarui prompt dengan instruksi yang lebih detail, hasilnya pun mulai membaik. Dengan rentang waktu rilis lagu yang diperpanjang dan penjelasan genre yang lebih spesifik, playlist yang dihasilkan terasa jauh lebih relevan.
Pada akhirnya, playlist final berhasil menyajikan kombinasi seimbang antara artis favorit dan musisi baru. Sejak saat itu, playlist tersebut rutin diperbarui setiap Jumat dan menjadi bagian dari rutinitas mendengarkan musik mingguan, tanpa harus meninggalkan Discover Weekly maupun All New All Now.
Baca Juga
Advertisement
Masih Ada Kekurangan, tapi Potensinya Besar
Seperti fitur baru pada umumnya, Prompted Playlists belum sempurna. Selain waktu pembuatan playlist yang masih relatif lama, jumlah lagu yang direkomendasikan juga dinilai kurang banyak. Idealnya, playlist berdurasi sekitar tiga jam akan memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih optimal, serupa dengan fitur Daylist.
Masalah lain adalah rekomendasi artis yang terkadang melenceng dari preferensi pengguna. Meski begitu, hal ini sebenarnya bisa diminimalkan dengan memasukkan prompt yang lebih spesifik dan terarah.
Terlepas dari beberapa kekurangan tersebut, Prompted Playlists meninggalkan kesan positif. Fitur ini menawarkan cara baru untuk menemukan musik segar tanpa mengorbankan selera personal pengguna.
Baca Juga
Advertisement
Dengan sejumlah penyempurnaan kecil, Prompted Playlists berpotensi menjadi salah satu fitur andalan di ekosistem Spotify. Jika dikembangkan secara konsisten, bukan tidak mungkin fitur ini akan menjadi “spot panas” baru bagi para pencinta musik digital.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.