Pernah nggak sih kamu merasa nggak bisa lepas dari scrolling HP sampai lupa waktu? Nah, fenomena “kecanduan” ini ternyata bukan cuma masalah disiplin diri, tapi sudah masuk ke ranah hukum yang serius banget di Amerika Serikat.
Baru-baru ini, Snapchat (Snap Inc.) mengonfirmasi bahwa mereka resmi mengambil jalur damai untuk menghindari persidangan perdata besar di AS. Padahal, Snapchat awalnya dijadwalkan duduk di kursi pesakitan bareng raksasa lain seperti Meta, TikTok, dan YouTube atas tuduhan membuat anak muda kecanduan media sosial.
Sidang ‘Bellwether’ yang Menentukan
Baca Juga
Advertisement
Sedianya, sidang juri akan dimulai minggu depan di Los Angeles. Sidang ini disebut sebagai proses “bellwether” alias uji coba yang bakal jadi penentu nasib ribuan gugatan serupa di seluruh penjuru Amerika Serikat.
Banyak dari kasus ini dikoordinasikan oleh Social Media Victims Law Center, organisasi hukum yang berdedikasi meminta pertanggungjawaban perusahaan teknologi atas dampak buruk di dunia maya. Meski sepakat untuk berdamai secara “kekeluargaan”, Snapchat dan pihak penggugat kompak bungkam soal detail nominal atau kesepakatan di balik pintu tersebut.
Algoritma: Fitur atau Racun?
Baca Juga
Advertisement
Selama ini, para raksasa internet punya tameng hukum yang membebaskan mereka dari tanggung jawab atas apa yang diunggah pengguna. Namun, kali ini penggugat menyerang dari sisi yang berbeda: Model Bisnis.
Mereka menuduh algoritma media sosial dirancang sengaja untuk mengikat perhatian orang sekuat mungkin. Dampaknya? Mulai dari depresi, gangguan makan, perawatan psikiatris, bahkan hingga kasus bunuh diri di kalangan remaja. Salah satu kasus yang harusnya disidangkan di LA melibatkan seorang wanita berusia 19 tahun yang mengalami masalah kesehatan mental parah akibat algoritma yang “menjerat” tersebut.
Zuckerberg Masih dalam Pantauan
Baca Juga
Advertisement
Meski Snap sudah “aman” berkat kesepakatan damai, bos besar lainnya seperti Mark Zuckerberg (Meta) dan Evan Spiegel (Snapchat) awalnya dijadwalkan untuk memberikan kesaksian. Dengan mundurnya Snap dari persidangan ini, sorotan kini tertuju pada raksasa lain yang masih harus menghadapi hakim di awal Februari nanti.
Drama hukum ini sebenarnya baru babak awal. Selain di Los Angeles, gelombang gugatan serupa juga sedang mengalir di pengadilan federal California Utara dan negara bagian lainnya.
Bagi kita pengguna biasa, ini jadi pengingat penting: di balik layar yang berwarna-warni, ada teknologi super canggih yang memang dirancang agar kita sulit berpaling. Jadi, jangan lupa istirahat dari layar sejenak, ya!
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.