Masih ingat drama panjang antara pemerintah Amerika Serikat dan raksasa media sosial Meta? Kalau kamu pikir kemenangan Mark Zuckerberg di pengadilan November lalu adalah akhir dari segalanya, kamu keliru. Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) baru saja mengonfirmasi bahwa mereka resmi mengajukan banding.
”Posisi kami tetap sama. Meta melanggar hukum antimonopoli saat mereka mencaplok Instagram dan WhatsApp,” tegas Joe Simonson, Direktur Hubungan Publik FTC. Menurut mereka, gara-gara akuisisi ini, konsumen di Amerika dan mungkin kita semua jadi pihak yang paling dirugikan.
Antara Inovasi dan Monopoli
Baca Juga
Advertisement
Di sisi lain, pihak Meta tentu tidak tinggal diam. Juru bicara mereka menyebut keputusan hakim sebelumnya sudah sangat tepat. Meta merasa mereka tidak memonopoli apa pun karena kenyatannya, persaingan di dunia digital saat ini sedang “berdarah-darah”.
Meta berargumen bahwa mereka terus berinovasi agar tetap relevan. Namun, bagi FTC, apa yang dilakukan Meta di masa lalu (membeli Instagram tahun 2012 dan WhatsApp tahun 2014) adalah taktik untuk mematikan lawan sebelum mereka tumbuh besar.
Efek ‘TikTok’ yang Mengubah Segalanya
Baca Juga
Advertisement
Nah, yang menarik adalah alasan kenapa hakim James Boasberg memenangkan Meta sebelumnya. Hakim melihat bahwa Meta sebenarnya punya rival yang sangat berat: TikTok dan YouTube.
Sekarang, coba perhatikan beranda Facebook atau Instagram kamu. Isinya kebanyakan video pendek alias Reels, kan? Nah, hakim menilai format ini hampir identik dengan TikTok. Data menunjukkan kalau orang Amerika cuma menghabiskan 17% waktu di Facebook untuk melihat postingan teman, sisanya? Ya nonton video dari orang asing.
Berdasarkan hal ini, hakim merasa Meta tidak punya kekuatan absolut karena pengguna punya banyak pilihan lain. Namun, pejabat senior FTC menganggap cara pandang hakim ini “aneh” dan keliru karena hanya melihat kondisi pasar saat ini, bukan perilaku Meta selama bertahun-tahun.
Baca Juga
Advertisement
Babak Baru Perang Big Tech
Banding ini hanyalah satu dari sekian banyak “perang” pemerintah AS melawan perusahaan teknologi raksasa. Selain Meta, Google, Apple, hingga Amazon juga sedang dikepung dengan tuntutan serupa.
Perjalanan hukum ini diprediksi bakal panjang banget, bahkan mungkin sampai ke Mahkamah Agung. Jadi, apakah Meta bakal dipaksa “cerai” dengan Instagram dan WhatsApp? Kita lihat saja bagaimana kelanjutan dramanya.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.