DeepSeek Jadi Startup ‘Kuda Hitam’ yang Tantang Dominasi ChatGPT!

Deepseek

Bayangkan kamu sedang membangun sebuah aplikasi impian. Kamu punya ide brilian, tapi ada satu tembok besar yang menghalang: biaya sewa model AI yang harganya selangit. Masalah inilah yang selama ini menghantui para pengembang di seluruh dunia.

​Shen Qiajin, pendiri ideaFlow, sempat mencurahkan isi hatinya kepada AFP. “Selama ini kita nggak punya model AI yang benar-benar efisien secara biaya,” katanya. Tapi itu dulu. Sekarang, celah tersebut resmi ditutup oleh kehadiran pemain baru yang cukup fenomenal: DeepSeek.

Berawal dari Proyek Sampingan

Advertisement

​Siapa sangka kalau DeepSeek awalnya hanyalah sebuah ‘proyek sampingan’? Lahir di tahun 2023, perusahaan ini sebenarnya adalah ‘anak’ dari sebuah hedge fund berbasis data yang didirikan oleh Liang Wenfeng di Hangzhou. Beruntungnya, mereka punya akses ke prosesor Nvidia yang sangat powerful.

​Hasilnya? Cukup mengejutkan. Meski baru seumur jagung, data dari Similarweb menunjukkan DeepSeek sudah berhasil mencaplok 4% pangsa pasar chatbot global. Memang sih, ChatGPT masih memimpin jauh dengan 68%, disusul Google Gemini di angka 18%. Tapi, melihat pertumbuhannya yang melesat, DeepSeek jelas bukan lawan yang bisa dianggap remeh.

Buka-bukaan Rahasia Dapur

Advertisement

​Apa sih yang bikin DeepSeek beda dari OpenAI atau Google? Jawabannya ada pada strategi mereka yang “terbuka”.

​Neil Shah dari Counterpoint Research menjelaskan bahwa DeepSeek memilih untuk membuka cara kerja sistem mereka ke publik (open-source). Strategi ini berbanding terbalik dengan rival Barat yang cenderung tertutup. Alhasil, banyak pengembang dan perusahaan terutama di pasar negara berkembang yang sensitif soal harga langsung jatuh hati dan beralih menggunakan DeepSeek.

​Namun, perjalanannya di pasar Barat tidak semulus itu. Banyak pengguna di sana yang masih jaga jarak karena alasan privasi dan keamanan nasional.

Advertisement

Dari Ruang Kerja ke Meja Makan

​Meski ada tantangan di luar negeri, pasar domestik China tetaplah “raksasa”. Bayangkan saja, per Juni 2025, lebih dari setengah miliar penduduk China sudah menggunakan produk AI generatif.

​Uniknya, AI sekarang bukan cuma konsumsi orang kantoran. Yang Yiwen, seorang pengusaha muda, bercerita betapa serunya momen Tahun Baru Imlek lalu. Saat itu, ia menggunakan DeepSeek untuk merencanakan liburan keluarga di depan orang tuanya. “Mereka merasa itu sangat seru dan menyenangkan,” kenangnya.

Advertisement

​Dari sini kita belajar satu hal: AI bukan lagi sekadar kode rumit di balik layar. Ia sudah masuk ke saku kita, membantu merencanakan liburan, bahkan mulai mengubah peta persaingan teknologi dunia.

​Apakah DeepSeek akan benar-benar menggulingkan dominasi ChatGPT? Kita tunggu saja gebrakan model terbaru mereka beberapa minggu ke depan!

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids.