Chatbot AI milik OpenAI, ChatGPT, dilaporkan menyediakan fitur prediksi usia pengguna. Alat ini berfungsi untuk menentukan apakah pengguna masih di bawah umur atau tidak.
“Model ini mempertimbangkan kombinasi sinyal perilaku dan tingkat akun, termasuk berapa lama akun tersebut telah ada, waktu-waktu tertentu dalam sehari ketika seseorang aktif, pola penggunaan dari waktu ke waktu, dan usia yang dinyatakan pengguna,” ungkap OpenAI yang dikutip dari Engadget pada Rabu (21/1).
Jika nantinya ChatGPT salah mengategorikan usia, pengguna harus mengirimkan swafoto untuk memperbaiki kesalahan tersebut melalui platform verifikasi usia Persona.
Baca Juga
Advertisement
Perusahaan AI lainnya telah menyediakan fitur serupa terlebih dahulu. Kemudian, menambahkan serangkaian perlindungan dan pengamanan setelah fitur tersebut menimbulkan kerugian.
OpenAI sendiri baru meluncurkan fitur prediksi usia setelah digugat atas kasus kematian tidak wajar seorang remaja yang diduga melibatkan ChatGPT. Beberapa bulan setelahnya, chatbot tersebut mulai mempertimbangkan pembatasan otomatis pada konten untuk pengguna di bawah umur, sekaligus meluncurkan dewan penasihat kesehatan mental.
Sebelumnya, OpenAI telah menyiapkan peluncuran “mode dewasa” yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengonsumsi konten dengan genre NSFW (Not Safe For Work).
Baca Juga
Advertisement
Pada bulan Agustus 2025, OpenAI menyatakan kalau akan merilis kontrol orang tua untuk membantu mereka memahami dan membentuk cara remaja dalam menggunakan ChatGPT. Lalu, resmi meluncurkan fitur tersebut dalam sebulan ke depan.
OpenAI menyatakan kalau mereka akan terus meningkatkan akurasi model prediksi usia mereka dari waktu ke waktu. Model ini akan diluncurkan di Uni Eropa dalam beberapa minggu mendatang.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.