Era Digital Dinilai Buka Peluang Setara bagi Perempuan untuk Berkembang dan Memimpin

Menkomdigi

Perkembangan teknologi digital dinilai telah membuka ruang yang semakin luas bagi perempuan untuk berkembang, berkarya, dan mengambil peran strategis di berbagai sektor. Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid yang menilai bahwa era digital menjadi momentum penting dalam mendorong kesetaraan gender, khususnya dalam akses terhadap pendidikan, literasi, dan peluang kepemimpinan.

Menurut Meutya, transformasi digital bukan hanya soal adopsi teknologi, melainkan juga tentang bagaimana teknologi mampu menciptakan ruang yang inklusif. Oleh karena itu, perempuan memiliki kesempatan yang lebih setara untuk berkontribusi dan berkolaborasi, tanpa lagi terhambat oleh batasan ruang dan waktu seperti di masa lalu.

Era digital memberi ruang inklusif bagi perempuan untuk berkembang dan berkolaborasi, ujar Meutya usai menerima penghargaan dalam ajang Wonder Moms Awards 2025, sebagaimana disampaikan dalam siaran pers di Jakarta, Senin.

Advertisement

Pada kesempatan tersebut, Meutya menerima penghargaan kategori Excellence Mom in Digital Transformation Leadership. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah capaian personal semata. Sebaliknya, apresiasi itu dipandang sebagai simbol pengakuan atas kontribusi perempuan Indonesia dalam mendorong transformasi digital di berbagai lini kehidupan.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk perempuan Indonesia,” tegas Meutya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa digitalisasi berperan sebagai akselerator kesetaraan. Melalui teknologi, akses terhadap pendidikan dan informasi kini semakin terbuka. Perempuan, terutama di daerah yang sebelumnya sulit menjangkau fasilitas pendidikan dan pelatihan, kini memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas diri.

Advertisement

Selain itu, Meutya menilai bahwa literasi digital menjadi kunci penting agar perempuan mampu memanfaatkan teknologi secara optimal. Dengan literasi yang memadai, perempuan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta solusi, inovator, dan pemimpin di era digital.

Dalam konteks tersebut, ia mendorong perempuan Indonesia untuk lebih berani mengambil peran. Menurutnya, kepercayaan diri dan keberanian untuk melangkah maju menjadi faktor krusial agar perempuan dapat bersaing dan berkontribusi secara setara.

“Ini bukan zamannya perempuan ragu atau mundur. Kita harus maju, berani, dan pantang menyerah,” ujar Meutya.

Advertisement

Seiring dengan itu, ia juga menekankan pentingnya dukungan ekosistem yang berkelanjutan. Pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat perlu bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi perempuan di ruang digital. Dengan demikian, potensi perempuan dapat berkembang tanpa rasa takut terhadap diskriminasi maupun kekerasan berbasis gender di dunia maya.

Tidak hanya soal akses dan kesempatan, Meutya juga menyoroti pentingnya ruang apresiasi bagi perempuan. Menurutnya, pengakuan terhadap kemampuan dan kontribusi perempuan bukan sekadar simbolis, melainkan memiliki dampak yang jauh lebih besar.

Apresiasi, kata dia, dapat menjadi sumber motivasi bagi generasi perempuan berikutnya. Ketika perempuan melihat sesama perempuan mendapat pengakuan atas prestasinya, hal tersebut akan memunculkan rasa percaya diri dan keyakinan bahwa mereka pun mampu mencapai hal serupa.

Advertisement

“Pengakuan itu penting. Bukan hanya sebagai penghargaan, tetapi juga sebagai inspirasi bagi perempuan lain untuk terus melangkah,” jelas Meutya.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, peran perempuan dinilai semakin strategis. Mulai dari sektor ekonomi digital, pendidikan, hingga kepemimpinan, perempuan memiliki peluang besar untuk tampil sebagai penggerak perubahan. Namun demikian, Meutya menegaskan bahwa kesempatan tersebut harus diiringi dengan keberanian untuk mengambil ruang dan tanggung jawab.

Dengan semakin terbukanya ruang digital, perempuan Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi penonton, melainkan juga aktor utama dalam pembangunan digital nasional. Transformasi digital, pada akhirnya, bukan hanya tentang teknologi yang canggih, tetapi tentang manusia yang berdaya dan setara.

Advertisement

Melalui pesan tersebut, Meutya kembali menegaskan bahwa era digital seharusnya menjadi milik semua pihak. Perempuan, dengan segala potensinya, memiliki peran penting dalam membentuk masa depan digital Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.