Jepang Gelontorkan Rp106 Triliun untuk Bangun AI Nasional, Tantang Dominasi AS dan China

Ai

Pemerintah Jepang bersiap mengambil langkah besar dalam peta persaingan teknologi global. Negeri Sakura itu disebut akan mengucurkan dana hingga 1 triliun yen atau sekitar Rp106 triliun selama lima tahun untuk mendukung pengembangan kecerdasan artifisial (AI) buatan dalam negeri. Kebijakan ini diyakini menjadi salah satu investasi teknologi terbesar Jepang dalam satu dekade terakhir.

Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, pendanaan raksasa itu akan dialokasikan untuk mendukung pembentukan sebuah perusahaan baru yang fokus mengembangkan model AI dasar berskala besar. Informasi ini dilaporkan media setempat pada Minggu (21/12), seiring semakin kuatnya komitmen Jepang dalam mempercepat transformasi digital nasional.

Lebih lanjut, perusahaan baru tersebut rencananya akan didirikan oleh sekitar 10 perusahaan besar, termasuk SoftBank Group Corp., melalui skema kerja sama antara sektor publik dan swasta. Kolaborasi ini dinilai strategis karena menggabungkan dukungan kebijakan pemerintah dengan kekuatan modal serta inovasi industri.

Advertisement

Melalui sinergi tersebut, Jepang menargetkan pembangunan model AI dasar terbesar di dalam negeri, yang dapat digunakan lintas sektor, mulai dari industri manufaktur hingga layanan publik. Dengan demikian, AI tidak hanya menjadi alat teknologi, tetapi juga pilar baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun skema pendanaan selama lima tahun ini dijadwalkan mulai bergulir pada tahun fiskal 2026, yang dimulai pada April mendatang. Pemerintah Jepang disebut tengah mematangkan berbagai regulasi agar proyek ambisius ini dapat berjalan sesuai target dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Langkah agresif Jepang dalam pengembangan AI ini tidak dapat dilepaskan dari konteks persaingan global. Saat ini, Amerika Serikat dan China masih mendominasi lanskap teknologi kecerdasan buatan dunia. Kedua negara tersebut dinilai unggul, baik dari sisi riset, infrastruktur, maupun komersialisasi teknologi AI.

Advertisement

Oleh karena itu, Jepang memandang pengembangan AI domestik sebagai isu strategis yang berkaitan langsung dengan keamanan nasional dan daya saing ekonomi. Ketergantungan terhadap teknologi asing dinilai berisiko, terutama di tengah dinamika geopolitik dan perang teknologi yang kian intens.

Dalam tahap awal, perusahaan AI baru ini akan diperkuat oleh sekitar 100 insinyur yang berasal dari SoftBank serta perusahaan rintisan kecerdasan buatan Preferred Networks Inc. Kehadiran para talenta tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas riset AI Jepang.

Selain sumber daya manusia, tantangan besar lain yang dihadapi Jepang adalah ketersediaan infrastruktur, khususnya semikonduktor dan pusat data. Di tengah persaingan global untuk mengamankan chip canggih, pemerintah berharap dukungan finansial ini dapat membantu perusahaan baru tersebut memperoleh pasokan yang stabil.

Advertisement

Lebih jauh, pemerintah Jepang juga tengah menyusun rencana dasar pengembangan AI nasional yang diperkirakan akan segera disetujui oleh kabinet. Rencana ini disiapkan sebagai peta jalan jangka panjang guna mengejar ketertinggalan Jepang dalam pemanfaatan kecerdasan buatan.

Dalam dokumen tersebut, pemerintah menekankan pentingnya pengembangan AI buatan dalam negeri, penguatan pusat data, serta peningkatan kapasitas digital masyarakat. Langkah ini bertujuan memperkuat kekuatan nasional sekaligus mengurangi kesenjangan digital yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah.

Tak hanya berfokus pada AI berbasis perangkat lunak, Jepang juga memasukkan pengembangan “AI fisik” sebagai salah satu strategi utama. Konsep ini menggabungkan teknologi AI dengan robotika, bidang yang selama ini menjadi keunggulan tradisional Jepang, namun dinilai belum dimaksimalkan dengan kecerdasan buatan mutakhir.

Advertisement

Dengan mengintegrasikan AI dan robotika, Jepang berharap dapat menciptakan inovasi baru di sektor manufaktur, layanan kesehatan, hingga industri otomotif. Strategi ini juga diyakini mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan produktivitas nasional.

Secara keseluruhan, investasi Rp106 triliun ini menjadi sinyal kuat bahwa Jepang serius mengejar ketertinggalan dalam perlombaan AI global. Melalui kolaborasi pemerintah dan swasta, Jepang menargetkan posisi yang lebih strategis di tengah dominasi teknologi Amerika Serikat dan China.

Ke depan, keberhasilan proyek ini tidak hanya akan menentukan masa depan teknologi Jepang, tetapi juga posisinya dalam peta ekonomi digital dunia. Jika berjalan sesuai rencana, AI buatan Jepang berpotensi menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan secara global.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.