Kisah Nawla: UMKM Fesyen Pria yang Tumbuh Pesat di Shopee

Img 3585

Di tengah pesatnya transformasi industri fesyen lokal, semakin banyak anak muda yang memilih membangun jalannya sendiri. Mereka memanfaatkan teknologi, kreativitas, dan ekosistem digital yang semakin matang untuk memperluas peluang bisnis. Salah satunya adalah Nawla, merek fesyen pria lokal yang lahir dari keresahan pribadi dan berkembang menjadi UMKM yang diperhitungkan.

3909B607 5F8C 4884 A1Ca Bd778B226E1F
Alwan Abdul Zaki, Founder Nawla

Kisahnya pun menjadi bagian dari rangkaian Kisah UMKM Shopee “Sukses Berkarya Sebelum 30”, yang mengangkat perjalanan pelaku usaha muda memaksimalkan kesempatan melalui ekosistem digital.

Paradiva, perjalanan Nawla dimulai dari visi sederhana: menghadirkan fesyen pria yang elegan, timeless, berkualitas, namun tetap terjangkau. Pendiri Nawla, Alwan Abdul Zaki, telah menggeluti dunia fesyen sejak lulus SMA. Pengalamannya menjadi pondasi dalam membangun brand yang tidak hanya memprioritaskan desain, tetapi juga menjaga rasionalitas harga.

Advertisement

Alwan menjelaskan bahwa sejak awal ia ingin menciptakan produk yang bisa dipakai lintas generasi. Karena itu, karakter desain Nawla dibuat tahan lama, baik dari sisi estetika maupun material. “Saya membayangkan pakaian yang tetap relevan seiring waktu, bahkan bisa diwariskan,” ujarnya.

Didirikan pada akhir 2023 saat Alwan berusia 25 tahun, Nawla tumbuh dari skala kecil dengan hanya lima artikel produk. Fokus awalnya adalah kaos dan polo berbahan knitwear dengan desain refined, tidak pasaran, dan nyaman dipakai. Nama Nawla sendiri merupakan pembalikan nama “Alwan”, menjadi simbol kedekatan emosional sang pendiri dengan brand yang ia bangun dari nol.

Seiring meningkatnya permintaan, Nawla terus mengembangkan lini produknya. Beragam inovasi hadir, mulai dari polo signature, kemeja quick dry dengan detail jahitan rapi, hingga loose pants yang dirancang untuk kepraktisan aktivitas harian. Setiap artikel dikembangkan melalui proses riset mendalam, uji pasar, dan produksi bertahap agar kualitas tetap terjaga.

Advertisement

Img 3583
Koleksi Nawla

Selain itu, operasional Nawla juga menarik karena dijalankan dengan model kerja kolaboratif bersama talenta muda, terutama Gen Z. Sistem kerja fleksibel berbasis work from home memberikan ruang bagi anak muda kreatif untuk berkontribusi tanpa hambatan geografis maupun waktu. Kolaborasi ini menjadi salah satu alasan kapasitas produksi Nawla meningkat signifikan—dari 2.000 potong per bulan pada 2023 menjadi 4.000 potong per bulan di 2025. Pertumbuhan ini sekaligus menandai perjalanan Nawla sebagai UMKM fesyen yang berkelanjutan.

Percepatan pertumbuhan Nawla tidak lepas dari peran Shopee. Sejak hari pertama berdiri, Shopee dipilih sebagai platform utama penjualan. Menurut Alwan, karakter konsumen Shopee yang matang, trafik yang tinggi, serta ekosistem yang sudah terbentuk membuat brand baru seperti Nawla dapat tumbuh lebih cepat dan terarah.

Dengan memanfaatkan ekosistem Shopee secara penuh—mulai dari Shopee Live, Shopee Video, Shopee Affiliate Program, hingga fitur iklan—Nawla dapat mengoptimalkan anggaran pemasaran sekaligus mempertajam strategi konten. Alwan menyebut, lebih dari 80 persen penjualan Nawla berasal dari Shopee, menandakan betapa kuatnya kontribusi platform ini bagi perjalanan bisnis mereka.

Advertisement

Pertumbuhan penjualan Nawla juga tercatat konsisten dari tahun ke tahun. Di tahun kedua operasional, penjualan meningkat lebih dari 100 persen. Tak hanya itu, momentum kampanye tematik seperti Shopee Big Ramadan Sale turut memberikan lonjakan signifikan. Pada tahun ini, misalnya, penjualan Nawla melonjak hingga tiga kali lipat selama periode kampanye. Lonjakan serupa terjadi pada kampanye tanggal kembar setiap bulan.

Tidak berhenti pada pasar domestik, Nawla kini mulai merambah pasar global melalui Program Ekspor Shopee. Produk Nawla telah menjangkau Singapura, membuka babak baru dalam perjalanan brand lokal menuju pasar internasional. Langkah ini menjadi bukti bahwa pelaku UMKM muda dapat bersaing di ranah global apabila mampu memanfaatkan teknologi dan ekosistem digital secara optimal.

Ke depan, Nawla masih menyimpan banyak rencana untuk memenuhi kebutuhan konsumen fesyen pria yang semakin dinamis. Alwan menuturkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan lini outerwear serta oversize t-shirts yang tetap mempertahankan karakter desain Nawla. Mereka juga mengadopsi proses produksi adaptif yang responsif terhadap masukan pelanggan, sehingga keseimbangan antara idealisme brand dan kebutuhan pasar tetap terjaga.

Advertisement

Alwan berharap Shopee terus menjadi ruang kolaborasi bagi UMKM dan brand lokal di Indonesia. Dengan akses teknologi, pasar, dan edukasi yang semakin luas, ia yakin UMKM dapat naik kelas dan tumbuh berkelanjutan. “Perjalanan Nawla membuktikan bahwa dengan visi jelas, keberanian berinovasi, dan pemanfaatan ekosistem digital yang tepat, mimpi berkarya sebelum usia 30 bukan hal yang mustahil,” ujarnya.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.