Primaya Hospital Karawang Pasang PLTS Atap, Kurangi Emisi Karbon 215 Ton per Tahun dan Dukung Indonesia Menuju Net Zero 2060

Primaya Hospital

Setelah sukses menjadi rumah sakit swasta pertama di wilayah Jabodetabek yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di Primaya Hospital Bekasi Timur pada 2024, Primaya Hospital Group kembali melanjutkan langkah berkelanjutan. Kali ini, inovasi hijau tersebut dihadirkan di Primaya Hospital Karawang, menandai babak baru dalam komitmen rumah sakit terhadap lingkungan dan energi bersih.

Dengan luas area instalasi mencapai 1.123 meter persegi dan kapasitas 164,7 kilowatt-peak (kWp), fasilitas ini menjadikan Primaya Hospital Karawang sebagai rumah sakit pertama di daerah Karawang yang mengintegrasikan energi surya sebagai sumber daya listrik alternatif.

Langkah besar ini secara resmi diresmikan dalam sebuah acara yang turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Hadir di antaranya drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes selaku Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, H. Maslani selaku Wakil Bupati Karawang, Leona A. Karnali, CEO Primaya Hospital Group, serta Adhi Laksmanaputra, VP Commercial dari Xurya Daya Indonesia.

Advertisement

Energi Surya untuk Operasional Rumah Sakit 24 Jam

Instalasi PLTS atap ini mampu menghasilkan energi bersih sekitar 241.330 kilowatt-jam (kWh) per tahun—jumlah yang setara dengan kebutuhan listrik lebih dari 290 rumah tangga. Penggunaan energi terbarukan ini diproyeksikan dapat mengurangi emisi karbon hingga 215.749 kilogram per tahun, atau sama dengan menanam hampir 2.900 pohon. Tak hanya itu, penerapan ini juga menghemat lebih dari 129.000 liter bensin setiap tahunnya, sebuah capaian nyata menuju efisiensi energi.

Menurut Adhi Laksmanaputra dari Xurya Daya Indonesia, sistem PLTS di Primaya Hospital Karawang dirancang untuk beroperasi selama lebih dari dua dekade. “Sistem ini memberikan pasokan listrik stabil yang mendukung operasional rumah sakit 24 jam penuh. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa teknologi energi bersih dapat berjalan berdampingan dengan layanan kesehatan modern,” ujarnya.

Dukungan Terhadap Target Net Zero Emission 2060

Inisiatif ini bukan sekadar proyek teknologi, tetapi bagian dari strategi besar Primaya Hospital dalam mendukung target pemerintah Indonesia mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Seperti diketahui, sektor energi menyumbang sekitar 36 persen emisi gas rumah kaca nasional, sehingga transisi menuju energi bersih menjadi langkah krusial untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

Advertisement

Dalam kesempatan yang sama, drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes dari Kementerian Kesehatan RI, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah progresif tersebut.
“Rumah sakit punya peran penting dalam mendorong efisiensi energi tanpa mengurangi mutu pelayanan kesehatan. Upaya seperti ini membuktikan bahwa sektor kesehatan juga bisa menjadi contoh nyata penerapan energi bersih di Indonesia,” ujarnya. Ia juga berharap langkah ini dapat menginspirasi rumah sakit lain untuk melakukan hal serupa.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Masyarakat Karawang

Hal senada disampaikan oleh H. Maslani, Wakil Bupati Karawang, yang turut mengapresiasi inisiatif ini. “Saya sangat bangga melihat Primaya Hospital Karawang mengambil langkah nyata menuju keberlanjutan. Ini bukan hanya memberi manfaat bagi rumah sakit, tapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat Karawang dan lingkungan sekitar. Semoga semakin banyak institusi yang mengikuti langkah inspiratif ini,” ucapnya.

Komitmen Primaya Hospital Menuju Green Hospital

Langkah pemasangan PLTS atap ini juga menjadi kelanjutan dari keberhasilan proyek serupa di Primaya Hospital Bekasi Timur. Menurut Leona A. Karnali, CEO Primaya Hospital Group, penerapan sistem energi surya di Bekasi Timur terbukti memberikan hasil signifikan.
“Selama satu tahun terakhir, PLTS atap di Bekasi Timur telah menghemat lebih dari 477 ribu kWh energi, dengan efisiensi biaya mencapai sekitar Rp68 juta. Melihat manfaat tersebut, kami memutuskan untuk menghadirkan inisiatif serupa di Karawang,” jelasnya.

Advertisement

Ia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan tema ulang tahun ke-19 Primaya Hospital Group, ‘19 Years with You – Caring Beyond Boundaries’, yang mencerminkan komitmen rumah sakit tidak hanya pada kesehatan pasien, tetapi juga pada kesehatan lingkungan sebagai tanggung jawab sosial.

Masa Depan Energi Bersih di Dunia Kesehatan

Melalui penerapan energi surya, Primaya Hospital Group menegaskan posisinya tidak hanya sebagai penyedia layanan kesehatan berkualitas, tetapi juga sebagai pelopor “green hospital” di Indonesia.

Ke depan, langkah ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa transisi energi hijau bisa diterapkan di sektor apa pun, termasuk sektor kesehatan yang beroperasi 24 jam dan membutuhkan keandalan listrik tinggi.

Advertisement

Dengan demikian, upaya Primaya Hospital Karawang bukan hanya berfokus pada penghematan energi, tetapi juga menjadi simbol nyata kolaborasi antara kesehatan dan keberlanjutan lingkungan — dua hal yang kini sama-sama penting untuk masa depan Indonesia yang lebih hijau dan sehat.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.