Gelombang mundurnya eksekutif AI di Apple kembali berlanjut. Kali ini, Robby Walker, salah satu sosok penting di balik pengembangan teknologi asisten suara Siri, dikabarkan memilih hengkang. Kabar ini semakin memperkuat isu bahwa Apple tengah kesulitan menjaga stabilitas tim kecerdasan buatannya, terutama ketika persaingan AI kian memanas di industri teknologi global.
Robby Walker, Eksekutif Senior yang Hengkang
Walker telah menjadi bagian penting dalam perjalanan inovasi Apple. Menurut profil LinkedIn, ia bergabung dengan perusahaan sejak 2013 dan pada April lalu menduduki posisi Direktur Senior di tim Jawaban, Informasi, dan Pengetahuan. Dalam perannya, ia sempat bertanggung jawab penuh atas pengembangan Siri hingga awal tahun ini, sebelum tugas tersebut dialihkan ke Craig Federighi, Kepala Divisi Perangkat Lunak Apple.
Namun, laporan Bloomberg mengungkapkan bahwa Walker berencana resmi mengundurkan diri pada bulan depan. Langkah ini tentu mengejutkan, mengingat ia baru saja menempati jabatan senior di awal tahun. Hingga kini, Apple masih bungkam. Reuters melaporkan perusahaan tidak memberikan tanggapan resmi terkait mundurnya Walker.
Baca Juga
Advertisement
Tren Eksodus Eksekutif AI Apple
Walker bukanlah satu-satunya eksekutif AI Apple yang meninggalkan perusahaan dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa nama besar sudah lebih dulu memutuskan hengkang. Salah satunya adalah Ruoming Pang, tokoh penting yang bertanggung jawab atas model AI Apple. Menariknya, sebagian besar eksekutif tersebut justru memilih bergabung dengan Meta Platforms, perusahaan induk Facebook yang saat ini gencar mengembangkan produk berbasis AI.
Fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar. Mengapa para eksekutif AI Apple memilih hengkang di saat teknologi kecerdasan buatan menjadi fokus utama persaingan global? Apakah Apple gagal menjaga kepercayaan tim internalnya atau ada masalah strategis yang lebih mendalam?
Siri dan Peran Tim Cook
Pergolakan internal ini makin terlihat jelas ketika Bloomberg melaporkan bahwa tanggung jawab atas Siri kini beralih ke Mike Rockwell, Wakil Presiden yang memimpin Vision Products Group. Pergeseran ini terjadi setelah CEO Tim Cook dikabarkan kehilangan keyakinan pada John Giannandrea, Kepala AI Apple, dalam mengeksekusi pengembangan produk.
Baca Juga
Advertisement
Hal ini menunjukkan adanya ketidakpuasan di level tertinggi manajemen. Siri, yang dulunya menjadi pionir asisten virtual di industri, kini justru dianggap tertinggal jauh dibandingkan Google Assistant dan Amazon Alexa.
Apple Tertinggal dalam Lomba AI
Meskipun Apple baru saja menggelar acara peluncuran produk tahunan dengan memperkenalkan lini iPhone terbaru dan iPhone Air yang lebih ramping, publik menilai perusahaan masih belum menunjukkan arah jelas dalam pengembangan AI. Sementara itu, kompetitor seperti Google terus memamerkan inovasi AI lewat model Gemini yang tertanam di perangkat flagship mereka.
Apple tampaknya lebih memilih pendekatan konservatif dengan menekankan pada keamanan, privasi, dan integrasi perangkat. Namun, strategi ini menimbulkan dilema. Di satu sisi, Apple ingin menjaga reputasinya sebagai perusahaan yang melindungi data pengguna. Di sisi lain, langkah tersebut bisa membuat mereka semakin tertinggal dalam persaingan AI yang sangat cepat.
Baca Juga
Advertisement
Meta Jadi Magnet bagi Talenta AI
Keputusan eksekutif AI Apple untuk pindah ke Meta juga bukan tanpa alasan. Meta saat ini sedang membangun citra baru sebagai perusahaan berbasis kecerdasan buatan, bukan hanya jejaring sosial. Dengan ambisi mengembangkan metaverse dan sistem AI generatif, Meta mampu menarik talenta dengan janji proyek besar serta dukungan dana riset yang masif.
Bagi para profesional AI, bergabung dengan Meta mungkin dianggap sebagai peluang untuk lebih leluasa bereksperimen. Berbeda dengan Apple yang dikenal memiliki ekosistem tertutup, Meta cenderung membuka ruang eksplorasi yang lebih luas.
Masa Depan Apple di Era AI
Mundurnya Walker dan para eksekutif lain jelas menjadi alarm keras bagi Apple. Perusahaan harus segera menentukan strategi jelas dalam pengembangan AI jika tidak ingin semakin tertinggal. Apalagi, AI kini menjadi kunci utama dalam inovasi perangkat keras maupun perangkat lunak.
Baca Juga
Advertisement
Banyak analis menilai, Apple masih memiliki peluang untuk bangkit. Dengan basis pengguna yang besar, integrasi ekosistem yang solid, serta kekuatan brand yang kuat, Apple bisa saja mengejar ketertinggalan. Namun, semua itu bergantung pada langkah cepat yang diambil Tim Cook dan jajaran eksekutifnya.
Jika tidak, Apple bisa saja kehilangan momentum. Dunia teknologi tidak lagi hanya bicara soal smartphone atau perangkat keras, melainkan tentang siapa yang mampu menghadirkan kecerdasan buatan paling relevan dan bermanfaat bagi pengguna.
Eksodus eksekutif AI, termasuk mundurnya Robby Walker, menjadi sinyal kuat bahwa Apple tengah menghadapi tantangan besar. Di satu sisi, mereka masih punya kekuatan besar dalam ekosistem produk. Namun di sisi lain, persaingan AI yang semakin sengit menuntut strategi yang lebih berani.
Baca Juga
Advertisement
Keputusan para talenta AI untuk memilih Meta mungkin hanya puncak gunung es dari masalah internal Apple. Pertanyaannya, apakah Apple mampu membalik keadaan atau justru makin tertinggal dari kompetitor? Waktu yang akan menjawab.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.