OpenAI, perusahaan kecerdasan buatan yang populer lewat ChatGPT, dikabarkan sedang menyiapkan langkah besar. Mulai tahun depan, OpenAI disebut bakal memproduksi chip AI buatan sendiri untuk memperkuat operasionalnya. Kabar ini pertama kali mencuat lewat laporan Financial Times dan kemudian dilansir oleh The Verge pada Jumat (5/9).
Menurut laporan tersebut, OpenAI bekerja sama dengan Broadcom, salah satu raksasa semikonduktor asal Amerika Serikat. Broadcom sebelumnya sudah mengumumkan pesanan chip AI dengan nilai fantastis, yakni sekitar 10 miliar dolar AS. Walau perusahaan pemesan tidak diumumkan secara resmi, banyak analis industri meyakini pesanan itu datang dari OpenAI. Rumor kerja sama ini bahkan disebut sudah menjadi rahasia umum di kalangan industri teknologi beberapa bulan terakhir.
Jika benar terealisasi, chip AI ini kemungkinan besar hanya akan digunakan secara internal. Artinya, OpenAI tidak berencana menjual chip tersebut ke pihak luar. Strategi ini mirip dengan apa yang dilakukan Google dan Amazon, yang juga mengembangkan chip khusus mereka untuk mengurangi biaya operasional sekaligus memperkuat pasokan perangkat keras bagi layanan kecerdasan buatan.
Baca Juga
Advertisement
Mengurangi Ketergantungan pada Nvidia
Langkah OpenAI memproduksi chip sendiri dinilai sangat strategis. Selama ini, hampir semua perusahaan teknologi besar bergantung pada Nvidia untuk pasokan GPU kelas atas yang menjadi tulang punggung pengembangan AI. Namun, harga chip Nvidia yang terus melambung membuat banyak perusahaan mencari jalan keluar.
Dengan memiliki chip buatan sendiri, OpenAI bisa menekan biaya jangka panjang, memastikan ketersediaan pasokan, sekaligus mengurangi risiko dari ketergantungan pada satu produsen saja. Tak hanya itu, langkah ini juga dapat memperkuat posisi OpenAI dalam persaingan industri AI global yang semakin ketat.
Investasi Besar-Besaran di Industri AI
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Sejumlah raksasa teknologi dunia memang sedang menggelontorkan dana miliaran dolar untuk membangun infrastruktur AI. Mulai dari pusat data, jaringan, hingga chip internal, semuanya diarahkan untuk mendukung pengembangan model kecerdasan buatan yang semakin kompleks dan haus data.
Baca Juga
Advertisement
Google misalnya, sudah mengembangkan Tensor Processing Unit (TPU) sejak beberapa tahun lalu. Amazon juga memiliki chip AI khusus bernama Inferentia dan Trainium. Dengan masuknya OpenAI ke arena ini, persaingan akan semakin menarik, khususnya dalam hal inovasi perangkat keras untuk mendukung kecerdasan buatan.
Kerja Sama dengan TSMC
Selain Broadcom, laporan sebelumnya juga menyebut OpenAI mungkin akan bermitra dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) dalam proses fabrikasi chip. TSMC dikenal sebagai salah satu produsen chip paling maju di dunia, termasuk dalam teknologi fabrikasi 3 nanometer.
Jika benar TSMC yang menggarap produksi ini, maka chip AI OpenAI akan memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari efisiensi daya, bandwidth memori yang tinggi, hingga kemampuan jaringan yang lebih luas. Fitur-fitur ini sangat penting untuk mendukung model AI skala besar yang membutuhkan daya komputasi luar biasa.
Baca Juga
Advertisement
Menatap 2026, Persaingan Makin Ketat
Kabar mengenai rencana chip internal OpenAI sebenarnya sudah berembus sejak Februari 2025. Saat itu, banyak analis memprediksi bahwa Sam Altman, CEO OpenAI, memang sedang menyiapkan strategi jangka panjang agar perusahaannya lebih mandiri. Kini, laporan terbaru semakin menguatkan spekulasi tersebut.
Jika produksi chip benar dimulai pada 2026, OpenAI akan resmi bergabung dengan jajaran perusahaan teknologi yang memiliki kendali penuh atas ekosistem perangkat keras dan perangkat lunaknya. Hal ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang kedaulatan teknologi dalam industri yang sangat kompetitif.
Tantangan yang Menanti
Meski begitu, jalan OpenAI tidak akan mulus. Membuat chip AI bukanlah perkara sederhana. Dibutuhkan riset bertahun-tahun, biaya miliaran dolar, serta rantai pasok global yang solid. Bahkan perusahaan besar seperti Apple dan Google pun masih menghadapi tantangan dalam skala tertentu saat memproduksi chip internal.
Baca Juga
Advertisement
Namun, jika OpenAI berhasil, langkah ini bisa menjadi game-changer. Perusahaan tidak hanya dikenal sebagai pionir di bidang perangkat lunak kecerdasan buatan, tetapi juga bisa masuk ke ranah perangkat keras dengan pengaruh yang signifikan.
Rencana OpenAI memproduksi chip AI internal mulai tahun depan menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memperkuat posisinya di industri teknologi global. Dengan bekerja sama dengan Broadcom dan TSMC, OpenAI berupaya mengurangi ketergantungan pada Nvidia, menekan biaya, dan memastikan pasokan perangkat keras untuk kebutuhan masa depan.
Persaingan antar raksasa teknologi pun diprediksi semakin panas. Jika chip ini berhasil diproduksi, OpenAI akan menjadi salah satu pemain kunci, bukan hanya dalam pengembangan model AI, tetapi juga dalam infrastruktur yang mendukungnya. Dunia teknologi tentu akan menunggu, apakah OpenAI bisa merealisasikan ambisi besar ini pada 2026.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.