Tren fashion klasik selalu punya ruang istimewa di hati para pencinta mode. Kualitas bahan, desain yang solid, dan fleksibilitas padu padan menjadi kunci mengapa gaya klasik layak disebut investasi fashion jangka panjang.
Empat sosok inspiratif yaitu Maudy Ayunda (artis), Bimo Permadi (Fashion Stylist), Fellexandro Ruby (Penulis & Podcaster) membagikan pandangan tentang memilih item fashion yang tepat, pentingnya berinvestasi pada kualitas, hingga trik memadupadankan gaya agar tetap relevan.
Maudy Ayunda mengaku gaya klasik adalah andalan pribadinya. Baginya, desain yang timeless adalah investasi berharga karena dapat dipakai berkali-kali tanpa kehilangan pesona. Maudy menerapkan mindful buying dalam prinsip berbusana yaitu dengan memilih item klasik yang timeless karena awet dan serbaguna.
Baca Juga
Advertisement
“Desain timeless itu menguntungkan,” ungkapnya. Karena akan lebih sering dipakai, sementara kualitas material yang baik menjadi kunci agar pakaian selalu awet.
“Buat aku pribadi, klasik itu timeless dan versatile. Mengapa faktor timeless menjadi hal penting dalam memilih item fashion, karena bagiku sisi durable dan kualitas material yang baik, ditunjang desain yang bagus bisa menjadi baju favorit untuk waktu yang lama,” jelasnya.

Dalam pilihan fashion, ia selalu menyematkan elemen klasik dengan desain baru adalah hal yang jitu, apalagi ketika seseorang sudah punya karakter gaya yang khas.
Baca Juga
Advertisement
Stylist Bimo Permadi memandang bahwa siklus fashion memang berulang, tapi selalu hadir dengan sentuhan baru.
Salah satu sosok yang berperan penting dalam pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier ini berbagi trik sederhana: kombinasikan warna senada untuk menciptakan kesan harmonis. Misalnya, paduan shades olive dari kepala hingga kaki. Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan outer, jeans, dan knitwear untuk mengubah impresi gaya.
Tips ala Bimo untuk memperbarui gaya klasik:
Baca Juga
Advertisement
- Coba ukuran berbeda dari biasanya untuk efek siluet unik. Jika biasanya kita memakai ukuran sesuai tubuh, jangan takut untuk mencoba ukuran yang lebih besar atau lebih kecil untuk menghasilkan tampilan yang berbeda. Misalnya saat memilih outer atau jaket, ukuran yang lebih besar akan membuat tampilan lebih cool, dan bisa menjadi gaya baru yang unik.
- Gunakan styling hacks untuk menciptakan tampilan berbeda dengan menggunakan item yang sama. Misalnya pilih jaket yang memiliki adjustable drawstring, ketika tali ditarik bisa membuat jaket terlihat fit di tubuh, namun sebaliknya, ketika dilonggarkan akan menjadi tampilan oversized yang terlihat cool.
- Pilih item multifungsi, misalnya sedang traveling dengan agenda yang cukup padat: kemeja putih dan celana jeans jadi salah satu item sat-set yang mudah di mix and match, tinggal menambahkan blazer atau aksesoris andalan, bisa jadi beberapa tampilan yang berbeda.
Fellexandro Ruby seorang creativepreneur serta penyiar podcast inspiratif yang kerap membagikan insight seputar finansial , karir, dan bisnis ini memandang fashion dari kacamata investasi.
Prinsipnya sederhana: buy nice or buy twice. Dia menegaskan bahwa membeli produk berkualitas sejak awal akan menghemat biaya dalam jangka panjang.
Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi saat ini, konsumen semakin selektif dalam membelanjakan uang, dan prinsip mindful buying menjadi kunci: membeli sesuai kebutuhan dan pilih yang kualitasnya terpercaya untuk dapat digunakan dalam waktu yang lebih panjang.
Baca Juga
Advertisement
Ruby juga memperkenalkan konsep cost per wear: semakin sering dipakai, semakin rendah biaya per pemakaian. Dengan cara ini, barang yang tampak mahal di awal justru bisa menjadi lebih hemat karena tahan lama, memiliki model yang timeless sehingga akan sering dipakai.
Baginya, konsep buy nice or buy twice menjadi pengingat untuk tidak tergoda membeli barang murah yang cepat rusak atau jarang dipakai, karena ujungnya justru memicu belanja berulang.
“Wardrobe investment berarti membeli pakaian yang layak secara kualitas, durabilitas, dan kenyamanan, sehingga setiap pembelian benar-benar memberi manfaat maksimal,” imbuh Ruby.
Baca Juga
Advertisement
Instalasi Koleksi Fall/Winter UNIQLO
Berlokasi di Ganara Art Space, UNIQLO memperkenalkan koleksi terbarunya dengan menghadirkan instalasi koleksi fall/winter. Koleksi terbaru UNIQLO ini berpegang pada filosofi LifeWear—pakaian yang relevan di setiap momen dan lintas generasi—yaitu UNIQLO Fall/Winter 2025 bertema “Revisiting Classic”.

Tema klasik belakangan menjadi perhatian Gen Z karena desain yang timeless. Melihat ini, UNIQLO menghadirkan koleksi bertema klasik dengan inovasi modern, menghadirkan busana yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga fungsional untuk berbagai kebutuhan masa kini.
Baca Juga
Advertisement
Meski Indonesia tidak ada musim dingin dan gugur, tetap relevan, terutama menjawab kebutuhan masyarakat modern menghabiskan sebagian besar harinya di kantor. AC kantor yang dingin, cuaca akhir-akhir ini yang didominasi hujan, sangat cocok dengan koleksi ini.

Evy Christina Setiawan, Senior Marketing Manager UNIQLO Indonesia menjelaskan bahwa filosofi LifeWear selalu menjadi inti dari setiap koleksi UNIQLO.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan pakaian relevan, fungsional, dan berkualitas, yang selalu diperbarui dengan inovasi,” ujarnya.
Baca Juga
Advertisement
Menurut Evy, koleksi Fall/Winter 2025 menghadirkan basic item yang mudah dipadukan, tahan lama, dan tetap stylish. Instalasi koleksi menampilkan siluet baru berpadu elemen klasik, dilengkapi teknologi inovatif yang terus dikembangkan.
Koleksi knitwear musim ini mencakup Souffle Yarn, Washable Milano, Extra Fine Merino, hingga Cashmere. Beberapa varian bahkan bisa dicuci dengan mesin, membuatnya lebih praktis tanpa mengorbankan kualitas.
Salah satu favorit Maudy adalah knitwear UNIQLO, yang sudah menemani sejak masa kuliah. “Knitwear itu effortless, hangat, dan bisa untuk berbagai kesempatan. Apalagi sekarang perawatannya lebih mudah berkat inovasi teknologi,” kata penyanyi yang juga brand ambassador UNIQLO ini.
Baca Juga
Advertisement

Instalasi tematik koleksi ini dibagi menjadi dua zona. Pertama, East Coast – Ivy League, terinspirasi dari gaya kampus elite Amerika seperti Princeton dan Harvard, zona ini memadukan proporsi klasik dengan twist modern lewat layering dan palet warna kekinian. Item seperti PUFFTECH, Denim, dan Knitwear tampil dalam styling kreatif.
Kedua, Upstate – Weekend, menggambarkan suasana santai liburan musim dingin di kabin hangat. Koleksinya mencakup PUFFTECH, Down, dan HEATTECH, cocok untuk kegiatan indoor maupun outdoor.
Lalu UNIQLO Jeans kita bisa menemukan potongan yang paling sesuai dengan bentuk tubuh melalui interactive quiz di website UNIQLO. Pilihannya beragam: skinny, slim, straight fit, hingga baggy.
Baca Juga
Advertisement
UNIQLO kembali memperluas inovasi HEATTECH dengan menghadirkan Extra Warm Cashmere Blend untuk pria, melengkapi koleksi wanita yang sudah hadir tahun lalu.
Sementara PUFFTECH hadir dengan model lebih beragam—jaket, parka, hingga vest—yang ringan namun tetap hangat. Ada juga inspirasi layering untuk winter travel, lengkap dengan rekomendasi pakaian sesuai suhu destinasi.
Kunci gaya klasik terletak pada desain, kualitas bahan, dan fleksibilitas padu padan, menjadikannya investasi mode yang tak lekang waktu. Koleksi ini bukan hanya relevan hari ini, tetapi juga untuk tahun-tahun mendatang.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.