Tips Hindari Penipuan dari Pakar Siber dan Lazada Saat Belanja Online

Lazada
Young asian woman making payment success on mobile smartphone screen and using credit card while shopping on online retail shop with laptop computer at coffee cafe, lifestyles technology, online shopping concepts

Menjelang Ramadan 2026, tren belanja daring di Indonesia diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan. Fenomena ini sejalan dengan data Bank Indonesia yang menunjukkan pertumbuhan transaksi digital secara konsisten setiap tahunnya. Sebagai respons terhadap antusiasme masyarakat, platform eCommerce seperti Lazada telah meluncurkan program khusus bertajuk Ramadan Daily Sale yang dimulai sejak pertengahan Februari untuk memenuhi berbagai kebutuhan menyambut hari raya.

​Namun, di balik kemudahan transaksi tersebut, muncul ancaman serius berupa meningkatnya kejahatan siber. Momen puncak belanja seperti Ramadan sering dimanfaatkan oleh pelaku kriminal untuk melancarkan aksi penipuan melalui situs palsu dan upaya pencurian data. Oleh karena itu, kesadaran akan keamanan digital menjadi faktor krusial agar konsumen dapat berbelanja dengan tenang tanpa risiko kerugian material maupun privasi.

​Pakar keamanan siber, Dr. Pratama Persadha, menyoroti beberapa modus yang kerap muncul, seperti phishing melalui pesan instan dan penyamaran sebagai layanan pelanggan. Beliau menekankan bahwa literasi digital adalah perlindungan utama bagi pengguna. Menanggapi hal ini, kolaborasi antara pakar keamanan dan platform belanja dilakukan untuk memberikan edukasi praktis bagi masyarakat dalam mengenali serta menghindari jebakan digital.

Advertisement

​Langkah pertama yang sangat disarankan adalah memperkuat benteng pertahanan akun melalui penggunaan kata sandi yang kompleks dan unik. Pengguna diimbau untuk tidak menyamakan kata sandi antarplatform dan rutin melakukan pembaruan secara berkala. Selain itu, mengaktifkan fitur autentikasi dua faktor atau verifikasi biometrik sangat efektif untuk memberikan lapisan keamanan tambahan yang sulit ditembus oleh pihak luar.

​Kedisiplinan untuk tetap bertransaksi di dalam aplikasi resmi juga menjadi poin penting. Konsumen diingatkan agar tidak tergiur melakukan komunikasi atau pembayaran di luar sistem yang telah disediakan oleh platform. Segala bentuk permintaan data pribadi atau transaksi dari oknum yang mengaku sebagai pihak ekspedisi maupun karyawan melalui kanal tidak resmi harus segera dicurigai sebagai upaya penipuan.

​Waspadai pula peredaran tautan mencurigakan yang menjanjikan hadiah atau diskon fantastis. Modus terbaru sering kali menyalahgunakan informasi pelacakan paket untuk mengarahkan pengguna mengunduh berkas berbahaya seperti format APK. Aplikasi ilegal ini mampu mengambil alih kendali perangkat dan mencuri informasi sensitif seperti kode OTP atau aktivitas perbankan, terutama jika pengguna terpancing untuk mengaktifkan fitur berbagi layar (screen sharing).

Advertisement

​Untuk menjamin keamanan produk, konsumen disarankan hanya berbelanja di toko yang memiliki reputasi baik atau melalui kanal resmi seperti LazMall yang menjamin keaslian barang. Memanfaatkan fitur asisten belanja berbasis AI dan membaca ulasan pembeli sebelumnya dapat membantu proses pemilihan produk. Jika terjadi kendala pada pesanan, sistem pengembalian barang yang terintegrasi di aplikasi resmi akan jauh lebih aman daripada mengurusnya melalui jalur pribadi.

​Sebagai penutup, sinergi antara teknologi keamanan platform dan kewaspadaan pengguna adalah kunci utama ekosistem digital yang sehat. Lazada berkomitmen untuk terus memantau keamanan transaksi dan menyediakan layanan bantuan pelanggan yang responsif. Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati pengalaman belanja Ramadan yang aman, nyaman, dan penuh berkah hingga Idul Fitri tiba.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids.