Seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat tulisan dan konten digital, kekhawatiran tentang orisinalitas karya pun semakin relevan. Banyak pelajar, guru, dosen, bahkan penulis konten digital kini bertanya-tanya: bagaimana cara mendeteksi plagiarisme? Bagaimana cara mengenali konten yang dibuat oleh AI?
Untungnya, saat ini sudah tersedia sejumlah alat berbasis AI yang dapat membantu mendeteksi plagiarisme dan konten yang dibuat oleh mesin. Yang lebih menggembirakan, sebagian besar dari alat ini dapat digunakan secara gratis dan tanpa perlu keahlian teknis.
Berikut adalah empat tools AI populer yang bisa Paradiva andalkan untuk memeriksa keaslian konten—baik dari sisi plagiarisme maupun apakah konten tersebut ditulis oleh AI.
Baca Juga
Advertisement
1. Quetext – Pemeriksa Plagiarisme yang Praktis dan Cepat
Quetext sering disebut sebagai salah satu alat pemeriksa plagiarisme online terbaik yang tersedia saat ini. Tool ini tidak hanya cepat dalam mendeteksi bagian-bagian yang dijiplak, tapi juga memiliki fitur asisten sitasi untuk membantu Paradiva menyusun kutipan dengan benar.
Menariknya, Quetext menyediakan paket gratis yang memungkinkan pengguna melakukan hingga lima pemeriksaan plagiarisme setiap bulan. Di samping itu, pengguna baru juga diberikan kuota pemeriksaan hingga 500 kata secara gratis. Jika ingin melakukan pengecekan lebih lanjut, pengguna cukup mendaftar ke platform ini.
Dengan tampilan antarmuka yang ramah pengguna dan sistem pencarian instan, Quetext sangat cocok bagi pelajar, guru, atau penulis yang butuh alat cepat dan efisien untuk mendeteksi plagiarisme.
Baca Juga
Advertisement
2. HIX.AI – Asisten Penulisan Sekaligus Pemeriksa Plagiarisme
Berikutnya ada HIX.AI, sebuah platform all-in-one yang dikenal sebagai asisten penulisan berbasis AI. Namun tak hanya itu, HIX.AI juga menyematkan fitur Plagiarism Checker yang bisa digunakan secara gratis.
Salah satu keunggulan HIX.AI adalah fleksibilitas input-nya. Paradivabisa langsung menempelkan teks, mengunggah dokumen (.txt, .doc, .docx, .pdf), atau bahkan memasukkan URL artikel untuk diperiksa. Tool ini akan secara otomatis mendeteksi duplikasi dan memberi hasil dengan cepat.
HIX.AI sangat cocok untuk mereka yang bekerja dengan berbagai format dokumen dan membutuhkan cara praktis untuk mendeteksi potensi plagiarisme atau konten buatan mesin.
Baca Juga
Advertisement
3. ZeroGPT – Deteksi Spesifik Konten yang Dibuat oleh AI
Jika Paradiva ingin mengetahui apakah sebuah tulisan dibuat oleh manusia atau AI, maka ZeroGPT adalah pilihan yang tepat. Tool ini dirancang khusus untuk mendeteksi konten yang dihasilkan dari model populer seperti ChatGPT, GPT-3, GPT-4, Google Bard, hingga LLaMa.
Menggunakan teknik deep learning yang canggih, ZeroGPT menganalisis struktur kalimat, gaya penulisan, dan pola linguistik untuk memberikan skor seberapa besar kemungkinan konten tersebut dibuat oleh AI. Kalimat yang mencurigakan akan disorot, sehingga Paradiva bisa lebih mudah memahami bagian mana yang patut diperiksa ulang.
Tak hanya itu, ZeroGPT juga memungkinkan pengguna mengunggah beberapa file sekaligus dan secara otomatis menghasilkan laporan dalam format .pdf. Ini menjadi bukti yang sangat berguna, terutama untuk kebutuhan akademik atau laporan editorial.
Baca Juga
Advertisement
4. Plagiarismchecker.ai – Deteksi Ganda: Plagiarisme dan Konten AI
Terakhir, ada Plagiarismchecker.ai, sebuah alat pendeteksi yang mampu menangani dua pekerjaan sekaligus: mendeteksi plagiarisme dan mendeteksi konten AI. Tool ini mendukung berbagai jenis input, baik dengan menempelkan teks langsung maupun mengunggah file dokumen.
Salah satu fitur unggulan dari tool ini adalah tampilan hasilnya yang jelas: teks yang terdeteksi menjiplak akan ditandai merah, sementara bagian yang unik akan diberi warna hijau. Tidak hanya itu, Plagiarismchecker.ai juga menyediakan tautan ke sumber asli dari konten yang dijiplak serta opsi untuk mengunduh laporan dalam format HTML.
Dengan kemudahan dan hasil visual yang informatif, alat ini sangat bermanfaat untuk guru, editor, dan siapa pun yang ingin memastikan keaslian sebuah tulisan.
Baca Juga
Advertisement
Pada akhirnya, pilihan alat terbaik tergantung pada kebutuhan Paradiva. Bila Paradiva hanya ingin memeriksa plagiarisme dasar dengan cepat, Quetext dan HIX.AI bisa menjadi pilihan utama. Namun jika Paradiva ingin mengetahui apakah sebuah konten dihasilkan oleh AI, ZeroGPT dan Plagiarismchecker.ai menawarkan deteksi yang lebih mendalam.
Dengan meningkatnya volume konten digital yang dibuat AI, penting bagi kita untuk memanfaatkan teknologi sebaliknya: sebagai alat bantu untuk menjaga integritas tulisan. Keempat tools di atas adalah langkah awal yang sangat baik.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.