Laporan dari Axios menyatakan bahwa Meta berencana memangkas sekitar 600 karyawan dalam tim AI. Pemangkasan hubungan kerja (PHK) ini berdampak pada unit Riset AI Fundamental yang lama bernama FAIR beserta divisi produk dan infrastruktur AI-nya.
Kendati demikian, perusahaan terus merekrut karyawan terbaru untuk tim superintelijen yang baru dibentuk. Menurut Juru Bicara Ana Brekalo, informasi yang disampaikan oleh Axios tersebut akurat.
Selama musim panas, Meta memulai gelombang perekrutan AI setelah menginvestasikan sebesar USD 14,3 miliar di Scale AI dan merekrut CEO Alexandr Wang. Kemudian, perusahaan menghentikan perekrutan beberapa bulan kemudian sekaligus mengumumkan restrukturisasi yang akan berfokus pada produk maupun infrastruktur terkait AI.
Baca Juga
Advertisement
Sementara itu, tim riset AI Meta telah mundur yang diawali dengan mundurnya pemimpin FAIR Joelle Pineau di awal tahun ini. Pada bulan Agustus, kepala Meta AI Alexandr Wang menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya untuk mengintegrasikan dan meningkatkan skala banyak ide maupun proyek riset dari FAIR ke dalam uji coba model yang lebih besar seperti yang dilakukan oleh TBD Lab.
Kini, Meta mengurangi peran di dalam FAIR dan divisi lainnya karena melakukan perekrutan besar-besaran untuk TDB Lab. Namun, perusahaan memastikan karyawan yang terdampak untuk melamar posisi lain di perusahaan.
“Dengan mengurangi ukuran tim kami, lebih sedikit percakapan yang diperlikan untuk membuat keputusan dan setiap orang akan lebih mampu memikul beban serta memiliki cakupan dan dampak yang lebih besar,” tulis Wang dalam sebuah memo yang dikutip dari The Verge pada Kamis (23/10).
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.