Jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 229 juta jiwa pada tahun 2025. Angka ini setara dengan tingkat penetrasi internet yang mencapai 80,66%.
Berdasarkan angka tersebut, dapat disimpulkan bahwa masih ada 20% dari masyarakat Indonesia yang masih belum terkoneksi oleh internet. Menurut keterangan dari Ketua Umum APJII Muhammad Arif, salah satu alasannya karena infrastruktur telekomunikasi yang menumpuk dan belum merata.
“Berarti masih ada sekitar hampir 20% lagi masyarakat kita yang memang belum menerima layanan internet di Indonesia. Salah satu kendala kita adalah infrastuktur telekomunikasi yang menumpuk dan belum merata,” jelas Arif dalam acara peluncuran Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Pengguna Internet 2025 di Jakarta, Rabu (6/8).
Baca Juga
Advertisement

Di samping itu, Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Pengguna Internet 2025 turut mengungkap alasan masyarakat belum terkoneksi internet. Berdasarkan 8.700 responden, 43,62% di antaranya menyatakan bahwa mereka tidak memiliki perangkat yang dapat terhubung ke internet.
Sementara, 40,77% menyatakan tidak tahu bagaimana menggunakan perangkat yang dapat terkoneksi dengan internet, 3,24% menyatakan tidak melihat manfaat menggunakan itnernet, 2,88% memnbeli kuota terlalu mahal, 2,59% tidak ada sambungan internet dan 2,14%lainnya karena keterbatasan fisik.

“Ini memang jadi PR kita bersama untuk bersama-sama bareng bagaimana ke depan kita menciptakan regulasi yang benar-benar mendorong bukan hanya pemerataan tapi juga kualitas kepentingan di Indonesia,” imbuhnya.
Baca Juga
Advertisement
Angka penetrasi pengguna internet di Indonesia kini mencapai 80,66%. Angka ini meningkat sekitar 1% dari tahun 2024, yakni sebesar 79,50%.
Diketahui, angka penetrasi internet di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Misalnya, penetrasi internet di Indonesia tahun 2018 sebesar 64,80%, meningkat ke 73,70% di 2020, menjadi 77.01% di tahun 2022 dan 78,19% di 2023.
Sementara itu, angka kontribusi penetrasi internet paling banyak berasal dari Gen Z (kelahiran tahun 1997-2012), yakni sebanyak 25,54%. Diikuti oleh generasi Milenial (kelahiran 1981-1996) sebesar 25,17%, Gen Alpha (kelahiran di bawah tahun 2013) 23,19%, dan Gen X (kelahiran tahun 1965-1980) 18,19%, Baby Boomers (kelahiran 1946-1964) 7,53% dan Pre Boomers (kelahiran di bawah 1945) 0,43%
Baca Juga
Advertisement
Dari sisi gender, tingkat kontribusi pengguna internet paling banyak berasal dari laki-laki, yakni sebesar 51,50%. Angka ini hanya berbeda tipis dengan perempuan yang berkontribusi sebesar 48,50%.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.