X resmi menguji aplikasi perpesanan mandiri bernama X Chat untuk perangkat iOS. Langkah ini menandai babak baru strategi perusahaan dalam memperluas ekosistem komunikasinya, terpisah dari fitur pesan langsung (DM) yang selama ini tertanam di aplikasi utama.
Pengumuman tersebut disampaikan pada Senin (2/3). Tak butuh waktu lama, versi beta awal X Chat langsung tersedia untuk ribuan pengguna melalui platform pengujian TestFlight milik Apple. Kabar ini pertama kali ramai diberitakan oleh TechCrunch pada Selasa (3/3).
Menariknya, program pendaftaran penguji beta disebut langsung penuh hanya dalam waktu dua jam setelah diumumkan. Antusiasme ini menunjukkan tingginya rasa penasaran publik terhadap langkah terbaru X di ranah aplikasi pesan.
Baca Juga
Advertisement
Diam-Diam Dikembangkan Berbulan-Bulan
Desainer produk xAI, Michael Boswell, mengungkapkan bahwa X Chat sebenarnya telah dikembangkan secara tertutup selama beberapa bulan terakhir.
“Selama beberapa bulan terakhir, kami diam-diam membangun aplikasi X Chat mandiri untuk iOS,” tulis Boswell melalui unggahannya di platform X. Ia pun mendorong pengguna untuk aktif mencoba dan memberikan umpan balik. “Gunakan. Uji. Kami menginginkan masukan Anda,” tambahnya.
Awalnya, versi beta hanya dibuka untuk 1.000 pengguna. Namun, melihat tingginya minat, perusahaan berencana memperluas akses hingga 5.000 pengguna dalam waktu dekat.
Baca Juga
Advertisement
Versi Upgrade dari DM, Tapi Lebih Aman?
Secara konsep, X Chat merupakan pengembangan dari fitur direct message (DM) di aplikasi utama X. Bedanya, aplikasi ini berdiri sendiri dan diklaim telah menggunakan sistem enkripsi end-to-end untuk menjaga privasi percakapan pengguna.
Meski begitu, klaim keamanan tersebut bukan tanpa sorotan. Sebelumnya, sejumlah pakar keamanan siber mempertanyakan tingkat perlindungan sistem pesan X yang dinilai belum sekuat aplikasi terenkripsi lain seperti Signal.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi apakah pembaruan pada X Chat versi mandiri telah sepenuhnya menjawab kekhawatiran tersebut. Dengan kata lain, isu keamanan masih menjadi perhatian penting yang akan menentukan kepercayaan publik terhadap layanan ini.
Baca Juga
Advertisement
Tampilan Lebih Simpel dan Halus
Beberapa penguji awal mulai membagikan tangkapan layar antarmuka X Chat. Dari berbagai unggahan tersebut, tampilan aplikasi terlihat lebih minimalis dan bersih dibandingkan fitur DM di aplikasi utama X.
Menariknya, sebagian pengguna melihat nama aplikasi tertulis sebagai “xChat” alih-alih “X Chat”. Perbedaan ini memicu spekulasi soal kemungkinan perubahan branding di masa depan. Walau demikian, belum ada pernyataan resmi terkait hal tersebut.
Dari sisi fitur, versi beta saat ini masih memiliki keterbatasan. Fitur message request, misalnya, belum tersedia. Boswell menjelaskan bahwa fitur tersebut sedang dibangun ulang agar lebih optimal.
Baca Juga
Advertisement
Selain itu, beberapa fitur lain juga masih dalam tahap pengembangan, termasuk lencana Verified dan dukungan panggilan suara. Artinya, X Chat masih jauh dari versi final dan akan terus berevolusi berdasarkan masukan pengguna beta.
Sinkronisasi dengan X dan Web
Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah sinkronisasi percakapan lintas platform. Chat di X Chat akan tetap terhubung dengan aplikasi utama X serta versi web chat.x.com yang diluncurkan pada Desember 2025.
Bahkan, chatbot Grok dari xAI turut mengonfirmasi sejumlah detail tambahan. Salah satunya adalah batas usia pengguna, yang akan mengikuti ketentuan aplikasi X di App Store iOS, yakni 17 tahun ke atas.
Baca Juga
Advertisement
Tak hanya berhenti di iOS, versi Android juga disebut-sebut akan segera dirilis dalam waktu dekat. Dengan demikian, ekspansi X Chat diprediksi akan berlangsung cepat demi menjangkau basis pengguna yang lebih luas.
Sinyal Perubahan Strategi Elon Musk?
Peluncuran aplikasi pesan mandiri ini dinilai sebagai langkah strategis yang cukup signifikan. Sebelumnya, pemilik X, Elon Musk, sempat menyampaikan ambisinya menjadikan X sebagai “aplikasi segalanya” (everything app), mencakup pesan, pembayaran, hingga kreasi konten dalam satu platform terpadu.
Namun, kehadiran X Chat sebagai aplikasi terpisah memunculkan pertanyaan baru: apakah strategi tersebut kini bergeser? Alih-alih menyatukan semua layanan dalam satu aplikasi, X justru mulai memecah fungsinya ke dalam produk-produk mandiri.
Baca Juga
Advertisement
Di satu sisi, pendekatan ini bisa memberi fleksibilitas dan fokus pengembangan yang lebih tajam. Di sisi lain, langkah tersebut berpotensi mengubah visi awal Musk tentang integrasi total dalam satu ekosistem.
Antusiasme Tinggi, Tantangan Masih Menanti
Lonjakan pendaftaran beta dalam dua jam menjadi indikator kuat bahwa pasar masih menaruh perhatian besar terhadap inovasi X. Namun demikian, kesuksesan jangka panjang X Chat tetap bergantung pada sejumlah faktor krusial.
Pertama, aspek keamanan harus benar-benar solid. Kedua, fitur-fitur inti seperti panggilan suara, verifikasi, dan message request perlu segera dirampungkan. Ketiga, pengalaman pengguna harus konsisten dan lebih unggul dibanding kompetitor yang sudah lebih dulu mapan.
Baca Juga
Advertisement
Dengan peluncuran beta ini, X resmi memasuki babak baru di industri aplikasi perpesanan. Apakah X Chat mampu bersaing dengan pemain lama dan mengubah peta persaingan? Jawabannya akan terlihat setelah versi final dirilis secara luas dan diuji oleh jutaan pengguna di seluruh dunia.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.