Huawei kembali meramaikan pasar wearable dengan meluncurkan dua gelang pintar terbarunya, yakni Band 11 dan Band 11 Pro. Peluncuran ini sebelumnya sudah diperkenalkan dalam sesi media roundtable di Jakarta pada 13 Februari 2025. Kehadiran varian Pro menjadi sorotan utama karena menandai perubahan strategi produk dibanding generasi sebelumnya yang hanya hadir dalam satu model.
Menurut pihak Huawei Indonesia, versi reguler ditujukan untuk kebutuhan harian, sedangkan versi Pro dirancang bagi pengguna aktif yang membutuhkan fitur pelacakan olahraga lebih lengkap. Dengan kata lain, perusahaan kini memisahkan segmen pengguna secara lebih jelas.Desain dan Dimensi: Ringkas vs Lebih Solid
Huawei Band 11Varian reguler hadir dengan dimensi 42,6 x 28,2 mm dan ketebalan 8,99 mm. Bobotnya hanya sekitar 16–17 gram tanpa strap, sehingga terasa ringan saat dipakai seharian. Desainnya minimalis dan tidak mencolok, cocok untuk pengguna yang menginginkan wearable simpel.
Baca Juga
Advertisement
Pilihan warnanya cukup beragam, yaitu Beige, Green, White, Purple, dan Black. Tiga warna pertama memakai casing aluminium alloy, sementara dua lainnya menggunakan material polimer yang lebih ringan.Sebaliknya, versi Pro memiliki dimensi sedikit lebih besar, yakni 43,5 x 28,2 mm dengan ketebalan sama. Bobotnya mencapai sekitar 18 gram tanpa strap. Meski selisihnya kecil, sensasi di pergelangan terasa lebih solid.
Pilihan warnanya lebih terbatas, hanya Green dan Black, keduanya dengan casing aluminium alloy. Namun, keunggulannya terletak pada strap berbahan fluoro rubber yang diklaim lebih lembut dan ramah kulit.
Layar: Sama Panel, Beda Kecerahan
Kedua perangkat sama-sama menggunakan layar AMOLED 1,62 inci beresolusi 286 x 482 piksel dengan kerapatan 347 ppi. Artinya, tampilan teks dan ikon terlihat tajam di keduanya.
Baca Juga
Advertisement
Namun, perbedaan mencolok ada pada tingkat kecerahan. Band 11 Pro mencapai 2.000 nits, sedangkan versi reguler hanya 1.000 nits. Dalam praktiknya, layar Pro lebih mudah dibaca di bawah sinar matahari langsung. Meski demikian, kecerahan versi standar masih cukup untuk penggunaan harian.
Huawei juga menyediakan lebih dari 100 watch face yang bisa disesuaikan dengan widget dan warna favorit pengguna. Respons layar saat navigasi terasa mulus, baik saat menggeser menu maupun membuka data aktivitas.
Fitur Kesehatan: Sensor Sama, Fungsi Lengkap
Dari sisi kesehatan, kedua model dibekali sensor identik, termasuk IMU 9-axis, sensor detak jantung optik, dan sensor cahaya ambient. Kombinasi ini memungkinkan pemantauan:
Baca Juga
Advertisement
- Detak jantung real-time
- Kadar oksigen darah (SpO2)
- Tingkat stres dan kondisi emosional
Selain itu, fitur pemantauan tidur juga cukup komprehensif. Perangkat tidak hanya mencatat durasi tidur, tetapi juga memberikan analisis kualitas tidur serta saran perbaikan. Tersedia pula sleep score, sleep timeline, hingga pengingat waktu tidur.
Fitur Olahraga: Perbedaan Paling Terasa
Di sinilah karakter kedua perangkat benar-benar berbeda. Versi reguler cocok untuk aktivitas dasar seperti berjalan, berlari, atau latihan ringan. Data yang ditampilkan meliputi durasi olahraga, detak jantung, dan estimasi kalori.
Sementara itu, varian Pro mendukung lebih dari 100 mode workout, baik indoor maupun outdoor. Keunggulan utamanya adalah dukungan GNSS positioning yang memungkinkan pelacakan rute olahraga luar ruangan dengan akurasi lebih tinggi. Fitur ini sangat berguna bagi pelari, pesepeda, atau penggemar olahraga outdoor.
Baca Juga
Advertisement
Konektivitas dan Ketahanan
Keduanya sudah menggunakan Bluetooth 6.0 dan BLE, serta kompatibel dengan Android 9 ke atas dan iOS 13 ke atas. Selama terhubung dengan ponsel, notifikasi pesan, panggilan, dan pengingat aktivitas bisa langsung muncul di layar gelang.
Untuk ketahanan air, kedua model mengantongi sertifikasi 5 ATM. Artinya, perangkat aman dipakai saat hujan atau berenang di kolam.
Baterai dan Pengisian Daya
Huawei mengklaim kedua smartband mampu bertahan hingga 14 hari dalam kondisi penggunaan tertentu. Dalam pemakaian normal, daya tahan berada di kisaran 8 hari, sedangkan dengan fitur Always On Display aktif hanya sekitar 3 hari.
Baca Juga
Advertisement
Pengisian daya dilakukan melalui charger magnetik 5V/1A, yang memudahkan proses pengisian tanpa perlu kabel rumit.
Harga Resmi di Indonesia
Berdasarkan informasi resmi, harga kedua perangkat adalah:
- Band 11: Rp599.000
- Band 11 Pro: Rp899.999
Selisih harga sekitar Rp300 ribu menjadi faktor penentu apakah pengguna membutuhkan fitur tambahan versi Pro atau tidak.
Baca Juga
Advertisement
Secara keseluruhan, Band 11 cocok bagi pengguna kasual yang ingin smartband ringan, simpel, dan cukup untuk kebutuhan kesehatan dasar. Sebaliknya, Band 11 Pro lebih ideal untuk pengguna aktif atau pecinta olahraga yang membutuhkan fitur pelacakan lebih detail, terutama GNSS dan kecerahan layar tinggi.
Singkatnya, perbedaan keduanya bukan sekadar nama, melainkan strategi segmentasi. Jika kebutuhan Anda hanya monitoring kesehatan harian, versi reguler sudah memadai. Namun, bila ingin fitur olahraga lengkap dan layar lebih terang, varian Pro jelas lebih unggul.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.