Pembangunan Pusat Data AI Jadi Alasan Kelangkaan RAM

Pusat Data
Ilustrasi CPU. [Foto: Unsplash/Christian Wiediger].

Pembangunan pusat data AI yang telah berlangsung menjadi salah satu alasan terjadinya kelangkaan DRAM dan NAND. Para produsen memperkirakan hal ini akan berdampak pada kenaikan harga. 

Tak hanya memori, pusat data AI juga membutuhkan komponen lain seperti CPU. Hal ini mengakibatkan produsen PC dan server menghadapi kekurangan CPU yang akan berdampak pula pada kenaikan harga perangkat komputer.  

Produsen PC dan server menyampaikan kepada Nikkei Asia bahwa mereka tidak lagi menerima cukup prosesor dari Intel dan AMD untuk memenuhi permintaan. Hal ini berdampak terhadap kemungkinan adanya penundaan produksi server dan PC OEM serta kenaikan harga perangkat sekitar 10% hingga 15%. 

Advertisement

“Perusahaan seperti Dell dan HP melaporkan bahwa penundaan dan kekurangan pasokan telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir,” tulis Tech Spot yang dikutip pada Jumat (27/3). 

Salah satu produsen server menyatakan bahwa waktu tunggu telah diperpanjang dari dua minggu menjadi beberapa bulan. Sementara itu, sumber lain melaporkan kalau penundaan dan kekurangan pasokan dapat menjadi lebih parah lagi pada kuartal kedua tahun 2026. 

TrendForce melaporkan bahwa gangguan pada rantai pasokan CPU Intel dan AMD awal bulan ini memengaruhi kenaikan harga pada laptop. Hal ini mengakibatkan pasar laptop kelas bawah ditiadakan. 

Advertisement

Awal tahun ini, Intel dan AMD juga mengakui adanya lonjakan permintaan CPU dan kekurangan pasokan. Masalah ini akhirnya memengaruhi masalah lain yang disebabkan oleh kelangkaan memori. 

Pusat data AI membutuhkan RAM dan memori dalam jumlah besar, kenaikan penggunaan AI yang telah berlansung mengalihkan kapasitas manufaktur DRAM dan NAND yang sebelumnya ditujukan untuk PC konsumen dan elektronik lainnya. 

Memori DDR5 menjadi sangat mahal sehingga siklus peningkatan PC terhenti. Sementara itu, pengguna mencoba menghemat uang dengan tetap menggunakan prosesor dan motherboard lama yang didukung oleh DDR4. 

Advertisement

Dampak kenaikan harga laptop terbukti dengan Valve yang dilaporkan terpaksa menunda peluncuran mini PC Linux yang akan datang dan Micron yang menutup bisnis RAM konsumennya yang telah berjalan hampir tiga dekade. Sementara, produsen lain memperkirakan bahwa krisis ini dapat berlanjut hingga tahun 2030. 

Di sisi lain, Arm menjadi salah satu perusahaan yang melihat peluang dalam fenomena ini. Meskipun Arm biasanya melisensikan IP-nya dan memberikan desain referensi kepada produsen lain, perusahaan baru-baru ini meluncurkan produk independen pertama dalam sejarahnya yang berusia 35 tahun, yakni CPU AGI. 

Taruhan terbesar Arm bahwa mereka dapat memenuhi permintaan akan prosesor AI berbasis agen yang tidak terpenuhi oleh CPU server Intel dan AMD telah menerima dukungan dari Meta, Cloudflare, SK Telecom, Lenovo, OpenAI dan masih banyak lagi.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.