OxygenOS dan Realme UI Dikabarkan Bakal Dihapus, HP OnePlus dan Realme Beralih ke ColorOS? Ini Faktanya

Oxygenos-16-1536X864

Kabar mengejutkan datang dari dunia smartphone Android. Antarmuka (UI) yang selama ini menjadi identitas ponsel OnePlus dan Realme, yakni OxygenOS dan Realme UI, disebut-sebut akan segera dihentikan. Sebagai gantinya, kedua merek tersebut dikabarkan bakal menggunakan ColorOS, sistem operasi milik OPPO, sebagai satu-satunya platform perangkat lunak di masa mendatang.

Informasi tersebut berasal dari laporan Smartprix yang mengutip sumber dari kalangan industri. Meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari OPPO, OnePlus maupun Realme, rumor tersebut mengindikasikan adanya perubahan besar dalam strategi perusahaan.

OPPO Disebut Satukan OnePlus dan Realme Lewat ColorOS

Menurut laporan tersebut, OPPO tengah mempererat integrasi antara OnePlus dan Realme dengan bisnis utamanya. Langkah itu disebut menjadi bagian dari efisiensi pengembangan perangkat lunak agar seluruh ekosistem berjalan menggunakan satu basis sistem operasi yang sama.

Advertisement

Artinya, tiga antarmuka Android yang saat ini digunakan, yaitu ColorOS, OxygenOS, dan Realme UI, kemungkinan besar akan dilebur menjadi satu platform, yakni ColorOS.

Dengan strategi tersebut, OPPO diyakini dapat memangkas biaya riset dan pengembangan, mempercepat distribusi pembaruan sistem, sekaligus menyederhanakan proses pengembangan fitur baru di berbagai lini produknya.

Fokus Pasar OnePlus dan Realme Juga Berubah

Selain perubahan perangkat lunak, laporan yang sama juga menyebut adanya penyesuaian strategi pemasaran masing-masing merek.

Advertisement

OnePlus dikabarkan akan lebih memusatkan bisnisnya di dua pasar utama, yakni India dan China. Sementara itu, Realme justru disebut mulai mengurangi fokusnya di pasar domestik China dan akan lebih agresif menggarap pasar internasional.

Perubahan strategi tersebut sebenarnya sudah mulai terlihat, terutama di India. Di negara tersebut, jaringan layanan purna jual OnePlus telah digabung dengan OPPO. Akibatnya, pusat layanan khusus OnePlus kini semakin jarang ditemukan karena sebagian besar layanan sudah ditangani melalui jaringan servis OPPO.

Sebenarnya Perubahan Ini Sudah Dimulai Sejak Lama

Meski rumor ini terdengar baru, proses penyatuan perangkat lunak sebenarnya bukan hal yang tiba-tiba terjadi.

Advertisement

OxygenOS sendiri pertama kali diperkenalkan pada 2014 sebagai sistem operasi eksklusif OnePlus. Antarmuka ini dikenal karena tampilannya yang ringan, bersih, dan mendekati Android murni sehingga memiliki banyak penggemar.

Sementara itu, Realme mulai menggunakan Realme UI setelah resmi berdiri sebagai merek independen pada 2018. Meski memiliki identitas sendiri, Realme UI sejak awal memang dibangun dengan fondasi yang sangat mirip dengan ColorOS.

Adapun ColorOS merupakan sistem operasi resmi milik OPPO yang digunakan di berbagai perangkat perusahaan tersebut di seluruh dunia.

Advertisement

Penggabungan Kode Sudah Terjadi Sejak 2021

Jika menilik ke belakang, langkah integrasi ini sebenarnya telah dimulai sejak 2021. Saat itu, OnePlus dan OPPO mengumumkan bahwa keduanya akan menggunakan basis kode (codebase) yang sama untuk mengembangkan sistem operasi masing-masing.

Sejak keputusan tersebut diambil, pengembangan OxygenOS secara bertahap semakin bergantung pada tim ColorOS. Walaupun nama OxygenOS masih dipertahankan di perangkat OnePlus, banyak fitur serta pembaruan sistem yang sebenarnya berasal dari pengembangan ColorOS.

Karena itulah, apabila nantinya OxygenOS benar-benar dihapus, perubahan yang dirasakan pengguna OnePlus kemungkinan akan lebih signifikan dibandingkan pengguna Realme.

Advertisement

Pasalnya, selama bertahun-tahun OxygenOS memiliki karakter antarmuka yang sederhana, minim aplikasi bawaan, serta menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih ringan. Berbeda dengan ColorOS yang hadir dengan lebih banyak fitur tambahan dan tampilan yang lebih kaya.

Di sisi lain, pengguna Realme diperkirakan tidak akan merasakan perubahan yang terlalu besar. Sebab, Realme UI sejak awal memang memiliki banyak kesamaan dengan ColorOS, baik dari sisi desain maupun fitur.

Apa Dampaknya bagi Pengguna?

Apabila kabar ini benar-benar terealisasi, pengguna OnePlus kemungkinan akan mendapatkan pengalaman antarmuka yang lebih seragam dengan perangkat OPPO.

Advertisement

Di satu sisi, penyatuan platform bisa membawa sejumlah keuntungan, seperti pembaruan sistem yang lebih cepat, proses pengembangan fitur yang lebih efisien, serta kompatibilitas aplikasi yang semakin baik di seluruh ekosistem OPPO.

Namun di sisi lain, sebagian penggemar OnePlus mungkin akan kehilangan ciri khas OxygenOS yang selama ini dikenal ringan, sederhana, dan lebih dekat dengan tampilan Android asli.

Bagi pengguna Realme, dampaknya diperkirakan tidak akan terlalu terasa karena perbedaan antara Realme UI dan ColorOS selama ini memang relatif tipis.

Advertisement

Belum Ada Konfirmasi Resmi

Meski laporan ini ramai diperbincangkan, penting untuk dicatat bahwa hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari OPPO, OnePlus maupun Realme mengenai penghentian OxygenOS dan Realme UI.

Selain itu, belum diketahui kapan perubahan tersebut akan mulai diterapkan apabila benar-benar terjadi. Masih belum jelas pula apakah transisi akan dilakukan secara global atau hanya di wilayah tertentu terlebih dahulu.

Karena itu, pengguna OnePlus maupun Realme sebaiknya menunggu pengumuman resmi dari masing-masing perusahaan sebelum menyimpulkan bahwa OxygenOS dan Realme UI benar-benar akan dihentikan.

Advertisement

Meski demikian, melihat sejarah integrasi kedua sistem operasi sejak beberapa tahun terakhir, rumor tersebut dinilai cukup masuk akal dan berpotensi menjadi langkah besar berikutnya dalam strategi penyatuan ekosistem perangkat lunak OPPO.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.