GadgetDIVA - Counterpoint memprediksi bahwa pasar smartphone global akan pulih tahun 2024 ini. Hal tersebut dikarenakan berkurangnya inflasi.
Prediksi soal pasar smartphone global ini terungkap dalam laporan Counterpoint Research yang diterbitkan pada Kamis (28/3) kemarin. Menyatakan bahwa pengiriman ponsel pintar secara global akan meningkat sebesar 3% tahun ini.
Faktornya ialah berkurangnya inflasi yang dapat membantu pemulihan permintaan di pasar negara berkembang. Serta, integrasi AI generatif yang menarik pembeli ke perangkat premium.
Baca Juga
Advertisement
Melansir dari Reuters, data sebelumnya menungkap bahwa pengiriman global telah menurun lebih dari 4% tahun lalu. Hal ini disebabkan konsumen memperketat pengeluran mereka akibat kondisi perekonomian yang tak menentu.
Negara-negara berkembang seperti India, Timur Tengah dan Afrika dipandang sebagai pendorong pertumbuhan utama pasar ponsel pintar. Khususnya, segmentasi ekonomi anggaran.
Segmen low-end yang diperkirakan akan tumbuh 11% pada tahun 2024 setelah menyusut pada tahun 2023 juga akan mengalami peningkatan permintaan di kawasan Karibia dan Amerika Latin.
Baca Juga
Advertisement
Segmen tersebut terdiri dari ponsel dengan harga antara USD 150 atau sekitar Rp. 2,3 jutaan dan USD 249 atau sekitar Rp. 3,9 jutaan akan mendapat manfaat dari berkurangnya inflasi di wilayah seperti Afrika dan stabilisasi mata uang lokal.
Meningkatnya persaingan antara perusahaan China seperti OPPO, Vivo dan Xiaomi akan membuka tab baru. Hal ini sseiring dengan pulihnya permintaan perangkat
Meningkatnya persaingan antara perusahaan Tiongkok seperti Oppo, Vivo dan Xiaomi, seiring dengan pulihnya permintaan perangkat IT juga membantu pertumbuhan di segmen tersebut.
Baca Juga
Advertisement
Sementara, segmentasi premium dengan harga ponsel antara USD 600 dan USD 799 diperkirakan akan tumbuh sebesar 17%. Pengenalan teknologi genAI akan membantu permintaan pada segmen tersebut.
Apple dan pesaingnya dari Tiongkok, Huawei, kemungkinan besar akan muncul sebagai pemenang di pasar premium. Hal ini disebabkan permintaan yang stabil terhadap iPhone, khususnya di pasar negara berkembang akan menguntungkan Apple.
Sementara Huawei diperkirakan akan mempertahankan kehadirannya yang kuat di Tiongkok. Terutama dengan peluncuran chipset 5G Kirin.
Baca Juga
Advertisement
Sebelumnya, Coutnerpoint memperkirakan bahwa persaingan dari Huawei menyebabkan penurunan penjualan iPhone sebesar 24% di Tiongkok dalam enam minggu pertama tahun 2024. Secara terpisah, Apple sedang dalam pembicaraan untuk membangun mesin AI Gemini Google ke dalam iPhone.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.