iPhone selama ini dikenal sebagai smartphone premium dengan kualitas yang konsisten. Mulai dari kamera yang stabil, layar yang cerah, performa kencang, hingga sistem operasi yang matang, semuanya menjadi daya tarik utama perangkat besutan Apple tersebut. Tak heran jika iPhone selalu masuk daftar ponsel paling diminati di dunia.
Namun demikian, di balik kualitas tinggi tersebut, tidak semua komponen iPhone dibuat secara mandiri oleh Apple. Justru sebaliknya, Apple bekerja sama dengan berbagai perusahaan teknologi global untuk memastikan setiap bagian iPhone memiliki standar terbaik. Dengan kata lain, iPhone adalah hasil kolaborasi banyak raksasa teknologi dunia.
Lantas, komponen apa saja yang sebenarnya bukan buatan Apple? Berikut ulasan lengkapnya.
Baca Juga
Advertisement
1. Sensor Kamera dari Sony
Pertama, mari bicara soal kamera. Selama ini, kamera iPhone dikenal tajam, natural, dan konsisten di berbagai kondisi cahaya. Meski begitu, sensor kamera yang menjadi “jantung” kualitas foto iPhone ternyata bukan buatan Apple.
Apple mempercayakan sensor kameranya kepada Sony, yang memang dikenal sebagai salah satu produsen sensor kamera terbaik di dunia. Berbagai seri iPhone, termasuk model terbaru, menggunakan sensor Sony untuk kamera utama, ultrawide, hingga telephoto.
Tak hanya pada seri terbaru, iPhone generasi lama seperti seri Pro juga telah lama mengandalkan sensor Sony. Oleh karena itu, kualitas kamera iPhone yang stabil dan konsisten bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari pemilihan supplier yang tepat.
Baca Juga
Advertisement
2. Chipset Diproduksi oleh TSMC
Selanjutnya adalah chipset. Apple memang merancang chip seri A dan seri M secara internal. Namun, untuk urusan manufaktur, Apple menyerahkannya kepada TSMC.
Sebelumnya, Apple sempat bekerja sama dengan Samsung dalam produksi chipset. Namun, seiring waktu, Apple memutuskan beralih sepenuhnya ke TSMC karena teknologi fabrikasi yang lebih maju dan efisien.
Menariknya, TSMC juga menjadi pabrik bagi banyak chipset lain di dunia, termasuk milik Qualcomm dan MediaTek. Artinya, keunggulan performa iPhone tidak hanya berasal dari desain chip, tetapi juga dari kualitas produksi yang sangat presisi.
Baca Juga
Advertisement
3. Layar OLED dari Samsung, LG, dan BOE
Beralih ke bagian layar. Layar OLED iPhone dikenal cerah, tajam, dan memiliki reproduksi warna yang akurat. Namun, Apple tidak memproduksi panel layar tersebut sendiri.
Untuk memenuhi kebutuhan layar, Apple bekerja sama dengan beberapa produsen besar seperti Samsung, LG, dan BOE. Samsung menjadi pemasok utama layar OLED iPhone, terutama untuk seri flagship.
Sementara itu, LG juga menyuplai layar untuk beberapa perangkat Apple lainnya, termasuk iPad. Dengan menggandeng banyak pemasok, Apple dapat menjaga pasokan tetap stabil sekaligus mempertahankan kualitas layar di level tertinggi.
Baca Juga
Advertisement
4. Modem Jaringan dari Qualcomm
Agar bisa terhubung ke jaringan 4G dan 5G, iPhone membutuhkan modem. Selama bertahun-tahun, Apple mengandalkan modem buatan Qualcomm.
Namun, transisi mulai terjadi. Apple secara perlahan mengurangi ketergantungan pada Qualcomm dengan mengembangkan modem internal bernama C1. Modem ini mulai diperkenalkan pada generasi iPhone terbaru dan diklaim lebih efisien dalam konsumsi daya.
Meski begitu, Qualcomm masih memegang peran penting, terutama dalam fase transisi. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan teknologi jaringan bukanlah proses instan, bahkan untuk perusahaan sebesar Apple.
Baca Juga
Advertisement
5. RAM Dipasok oleh Samsung
Terakhir adalah memori atau RAM. Untuk kebutuhan RAM iPhone, Apple kembali mempercayakannya kepada Samsung. Sebagian besar RAM berkapasitas besar, termasuk 12GB untuk seri terbaru, diproduksi oleh perusahaan asal Korea Selatan tersebut.
Selain Samsung, Apple juga bekerja sama dengan Micron dan SK Hynix. Namun, kontribusi kedua perusahaan tersebut masih lebih kecil dibandingkan Samsung. Dengan kualitas RAM yang stabil, iPhone mampu menjaga performa multitasking tetap lancar.
Kolaborasi di Balik Produk Premium
Pada akhirnya, meski dikenal sebagai raksasa teknologi, Apple tetap membutuhkan banyak mitra untuk memproduksi iPhone. Apple fokus pada desain, integrasi sistem, dan pengalaman pengguna, sementara komponen penting dipercayakan kepada perusahaan yang memang ahli di bidangnya.
Baca Juga
Advertisement
Fakta ini sekaligus menegaskan bahwa tidak ada perusahaan teknologi yang benar-benar berdiri sendiri. Justru, kolaborasi dengan berbagai pihak inilah yang membuat iPhone mampu mempertahankan reputasinya sebagai salah satu smartphone terbaik di dunia.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.