CEO Toco Arnold Sebastian Egg menyatakan bahwa platform e-commerce lokal bernama Toco mengalami peningkatan jumlah pengguna. Peningkatan ini berlangsung pada Juni 2025.
Kenaikan pertumbuhan pengguna Toco ini dipengaruhi oleh kebijakan menaikan biaya layanan di e-commerce lainnya seperti Shopee dan Tokopedia. Hal ini dinilai memberatkan para seller.
Contohnya, Shopee yang terus meningkatkan biaya layanannya. Sedangkan, Tokopedia yang dianggap memaksa seller untuk bergabung dalam platfrom TikTok Shop.
Baca Juga
Advertisement
“Pada Juni 2025 lalu, tiba-tiba banyak yang join Toco, tiba-tiba mereka semua muncul dan ini semua organik ya,” ungkap Arnold dalam acara Digital Economy & Telco Outlook 2026 pada Rabu (26/11).
Perpindahan seller e-commerce ini memengaruhi pertumbuhan yang tinggi untjk perusahaan. Hingga saat ini, Toco telah mencatat pengguna aktif bulanan yang mencapai 1 juta pengguna dengan produk yang ditawarkan mencapai 3,4 juta.
Lebih lanjut, Arnold mengungkap bahwa Toco dibuat dengan filosofi yang berbeda dari e-commerce lainnya. Yakni, tidak memungut biaya admin untuk para seller.
Baca Juga
Advertisement
“Kenapa beda? Karena kita by principle, kita gak mau charge market sama sekali. So, there’s no biaya admin sama sekali,” ujarnya.
Berbeda dari platform e-commerce lainnya yang mengenakam biaya potongan dari 8%-38%, Toco tidak menerapkan hal tersebut. Sedangkan, untuk monetisasinya, Toco menerapkan platform fee dengan harga Rp. 2.000 per transaksi yang dibebankan kepada konsumer.
“So kita punya flat fee yang kita charge. So kita punya charge, the consumer Rp2.000 yang kita sebut biaya parkir,” tambahnya.
Baca Juga
Advertisement
Di sisi lain, Toco percaya bahwa platformnya akan tetap bertahan di Indonesia. Transaksi e-commere masyarakat Indonesia sangat tinggi, bahkan 40 juta warga RI bisa transaksi secara online dua kali satu minggu.
“Gimana bisa survive? For me, simple. Kalau kita lihat, transaction volume di Indonesia besar, ya kalau tidak salah 40 juta orang transaksi 2 kali sebulan atau 2 kali seminggu, I don’t know. It’s a lot. Kalau ambil 5 persen dari itu, kalikan Rp2 ribu (platform fee), itu luar biasa,” tuturnya.
Toco sendiri merupakan platform e-commerce asal Indoensia yang didirikan pada tahun 2024 oleh Arnold Sebastian Egg. Platform berasis komunitas ini menawarkan keunggulan bebas biaya admin bagi para penjual.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.