TikTok secara sukarela menghentikan sementara fitur live streaming miliknya selama aksi demo besar-besaran di Indonesia. Padahal, fitur tersebut paling sering digunakan oleh masyarakat untuk menyebarkan informasi.
Salah satu pengguna TikTok mengeluhkan kepada GadgetDiva bahwa dirinya tak dapat mengakses informasi terkait aksi demo dengan cepat. Meski sebenarnya, banyak platform media sosial lainnya.
“Penyebaran informasi di platform lain nggak secepet live Tiktok. Mesti nunggu update dari akun-akun,” jelas pengguna TikTok yang dihubungi GadgetDiva lewat sebuah pesan di Instargam, Selasa (2/9).
Baca Juga
Advertisement
Pengamat Media Sosial Enda Nasution menjelaskan bahwa memang fitur live streaming TikTok kerap digunakan untuk melakukan siaran langsung saat demo. Mayoritas live streaming dilakukan lewat platform tersebut.

Di samping itu, algoritma TikTok juga turut memperkuat efek berpotensi viral karena konten lebih mudah menyebar. Baik ke audiens yang berada di lokasi yang sama atau segmen serupa.
“Target audience TikTok di Indonesia dan juga algoritma TikTok yang memang mudah menyebar dan memprioritaskan mereka yang berada dlam lokasi yang sama atau dekat dan juga dari segmen yang sama. Sehingga, penyebarannya bisa sangat cepat,” jelas Enda saat dihubungi oleh GadgetDiva, Senin (1/9).
Baca Juga
Advertisement
Sehingga, platform mengalami lonjakan trafik yang signifikan. Oleh sebab itu, Enda menilai TikTok mengambil langkah yang tepat dalam menangguhkan fitur live streamingnya sementara. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab TikTok sebagai platform media sosial.
Apalagi, penghentian ini dilakukan pada saat puncak aksi demo di berbagai wilayah. Menurut pengamatannya, banyak para penonton atau peserta aksi yang menerima saweran saat melakukan live streaming.
“Karena saya mengikuti juga banyak penonton aksi atau yang ikut aksi melakukan live streaming demo yang sedang terjadi. Bahkan, menerima saweran juga dan ini sifatnya live tanpa editing juga membangkitkan emosi orang yang menontonnya gitu,” imbuhnya.
Baca Juga
Advertisement
Menurut Enda, hal ini dapat berefek kepada para penonton untuk turut hadir dalam demo karena terpancing emosi saat menyaksikan live streaming yang mereka tonotn.
“Sangat bisa jadi efeknya lebih banyak lagi orang yang hadir dan datang ke lokasi-lokasi kejadian gara-gara terpancing oleh Tik Tok live dari posisi di mana aksi sedang berada,” kata dia.
Apakah Penghentian Live Streaming di TikTok Merupakan Upaya Penyegalan Berekspresi?
Pertanyaan selanjutnya, apakah penghentian live streaming TikTok ini merupakan salah satu upaya penyegalan berekspresi? Enda menilai tidak ada upaya pembungkaman kebebasan berekspresi.
Baca Juga
Advertisement
Pasalnya, masyarakat masih dapat berekspresi lewat platform lain. Ia juga melihat tidak ada upaya pembungkaman yang sistematis.
“Soal berkaitan dengan pembungkaman kebebasan berekspresi, sebenarnya masih banyak platform lain di mana kita juga bisa saling berbagi ekspresi. Masih diperbolehkan dan masih dilakukan. Jadi, saya rasa bukan kemudian fitur ini ditangguhkan sementara, lalu kemudian kita semua nggak bisa berekspresi, bicara, berpendapat sama sekali,” pungkas Enda.

Enda menegaskan bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) perlu lebih siap dengan SOP saat menghadapi demo massal. Supaya komunikasi tetap terjaga dan kondisi dapat lebih kondusif.
Baca Juga
Advertisement
Termasuk juga menjaga fungsi telekomunikasi supaya masyarakat tetap dapat terhubung. Baik, ke dalam maupun luar negeri.
“Saya rasa masih agak terlambat memang ya pemerintah secara umum dalam hal ini merespon kondisi seperti ini. belum punya semacam SOP atau rencana antisipasi apa yang harus dilakukan ketika terjadi demonstrasi massal. Misalnya atau terjadi kerusuhan apa sih langkah 1,2,3 yang harus langsung dilakukan oleh pemerintah,” kata dia.
Menurut Enda, pemerintah secara umum masih terlambat dalam merespons karena kampanye damai lebih banyak datang dari inisiatif masyarakat seperti gerakan “warga, jaga warga”. Bukan dari pemerintah.
Baca Juga
Advertisement
“Saya belum lihat ya muncul dari community, malah banyak justru malah kampanye dari swadaya masyarakat sendiri. Seperti yang dipilih, jaga sipil, “warga jaga warga” gitu. Jadi saya rasa masih agak terlambat memang ya pemerintah secara umum dalam hal ini merespon kondisi seperti ini,” tandasnya.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.