Otoritas perlindungan data Korea Selatan pada Senin (17/2). Badan tersebut menyatakan pembaruan terbaru aplikasi DeepSeek telah diblokir.
Pemblokiran ini menyusul pernyataan DeepSeek yang mengaku gagal dalam mempertimbangkan beberapa aturan agensi terkait perlindugnan data pribadi. Layanan aplikasi ini dilanjutkan setelah dilakukan perbaikan sesuai dengan Undang-Undang Privasi Negara tersebut.
Informasi ini disampaikan oleh Komisi Perlindungan Informasi Pribadi (PIPC). Tindakan penangguhan ini mulai berlaku pada hari Sabtu yang bertujuan untuk memblokir pengunduhan baru dalam aplikasi tersebut, meskipun layanan web DeepSeek masih dapat diakses di negara tersebut.
Baca Juga
Advertisement
DeepSeek sendiri tak segera menanggapi permintaan komentar. Ketika ditanya terkait langkah-langkah sebelumnya oleh departemen pemerintah Korea Selatan untuk memblokir aplikasi tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa pada tanggal 6 Februari, pemerintah China sangat mementingkan privasi dan keamanan data serta melindunginya sesuai hukum.
Juru bicara ini juga menyatakan bahwa Beijing tidak akan pernah meminta perusahaan atau individu mana pun untuk mengumpulkan atau menyimpan data yang melanggar umum. Di sisi lain, otoritas perlidungan data Italia, Garante menyatakan bahwa bulan lalu pihaknya memerintahkan DeepSeek untuk memblokir layanan chatbotnya di negara tersebut.
Hal ini dilakukan setelah aplikasi gagal mengatasi kekhawatiran regulator terhadap kebijakan privasinya. Demikian laporan yang disampaikan oleh Reuters.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.