Korea Selatan semakin serius memperkuat posisinya dalam persaingan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) global. Negara tersebut kini mempercepat pembangunan infrastruktur AI melalui kolaborasi strategis antara perusahaan teknologi NAVER, NVIDIA, dan perusahaan investasi Brookfield.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Korea Selatan tidak hanya ingin menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga membangun ekosistem komputasi yang mampu menopang pengembangan teknologi tersebut secara mandiri. Oleh karena itu, proyek yang semula dirancang berkapasitas 55 megawatt (MW) kini resmi ditingkatkan menjadi 200 MW, atau lebih dari tiga kali lipat dari rencana awal.
Berdasarkan laporan TheTechBuzz pada Sabtu, peningkatan kapasitas tersebut dilakukan kurang dari satu bulan setelah proyek pertama kali diumumkan. Bahkan, NAVER telah memasang target yang jauh lebih besar dalam jangka panjang, yakni membangun fasilitas AI dengan kapasitas mencapai 1 gigawatt (GW).
Baca Juga
Advertisement
Peningkatan target yang berlangsung sangat cepat menunjukkan bahwa kebutuhan komputasi AI di Korea Selatan berkembang jauh lebih pesat dibandingkan perkiraan sebelumnya. Seiring meningkatnya penggunaan model AI generatif dan layanan berbasis kecerdasan buatan, kebutuhan terhadap infrastruktur komputasi berskala besar pun ikut melonjak.
Sebagai gambaran, fasilitas AI berkapasitas 200 MW mampu mengoperasikan puluhan ribu Graphics Processing Unit (GPU) terbaru buatan NVIDIA. Perangkat tersebut menjadi komponen utama dalam proses pelatihan model AI berskala besar, termasuk Large Language Model (LLM), sekaligus melayani jutaan permintaan pengguna setiap harinya.
Tidak hanya mengandalkan NAVER dan NVIDIA, proyek ambisius ini juga memperoleh dukungan dari Brookfield, perusahaan pengelola aset asal Kanada yang telah memiliki pengalaman luas dalam pendanaan berbagai proyek infrastruktur berskala internasional, termasuk pembangunan pusat data AI di sejumlah negara.
Baca Juga
Advertisement
Kehadiran Brookfield menunjukkan bahwa sektor infrastruktur AI kini dipandang sebagai investasi strategis dengan prospek pertumbuhan yang sangat besar. Selain itu, banyak investor mulai melihat pusat data AI sebagai aset penting yang memiliki nilai jangka panjang, seiring meningkatnya kebutuhan komputasi di berbagai industri.
Di sisi lain, pembangunan AI Factory juga menjadi bagian dari upaya Korea Selatan memperkuat kedaulatan teknologi atau sovereign AI. Konsep ini mengacu pada kemampuan suatu negara untuk mengembangkan dan menjalankan teknologi AI menggunakan infrastruktur milik sendiri tanpa bergantung sepenuhnya pada penyedia layanan komputasi asing.
Dalam proyek tersebut, NVIDIA akan menyediakan platform NVIDIA DSX AI Factory, yaitu sistem terintegrasi yang menggabungkan GPU, jaringan berkecepatan tinggi, perangkat lunak, hingga sistem manajemen komputasi AI. Platform tersebut dirancang untuk mendukung pelatihan model AI berukuran besar sekaligus menjalankan berbagai aplikasi AI secara efisien.
Baca Juga
Advertisement
Bagi NAVER, pembangunan pusat komputasi ini memiliki arti yang sangat penting. Sebagai perusahaan internet terbesar di Korea Selatan, NAVER ingin memperkuat kemampuan pengembangan AI domestik setelah perusahaan-perusahaan teknologi Amerika Serikat lebih dahulu mendominasi industri melalui berbagai layanan AI generatif, termasuk ChatGPT.
Dengan memiliki pusat komputasi sendiri, NAVER akan lebih leluasa mengembangkan model AI berbahasa Korea yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. Selain itu, perusahaan juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap layanan komputasi awan milik Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, maupun Google Cloud.
Lebih jauh lagi, langkah Korea Selatan sejalan dengan tren yang mulai berkembang di berbagai negara Asia. Jepang, misalnya, telah mengumumkan pembangunan kapasitas komputasi AI nasional guna memperkuat daya saing industrinya. Sementara itu, Singapura juga terus memperluas investasi agar mampu menjadi salah satu pusat AI terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga
Advertisement
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa infrastruktur AI kini mulai diposisikan sebagai aset strategis, layaknya industri semikonduktor, jaringan listrik, maupun infrastruktur telekomunikasi. Dengan kata lain, negara yang memiliki kapasitas komputasi besar diperkirakan akan memiliki daya saing lebih tinggi dalam pengembangan teknologi AI di masa depan.
Sementara itu, proyek ini juga membuka peluang bisnis yang sangat besar bagi NVIDIA. Walaupun nilai kontraknya belum diumumkan secara resmi, pembangunan AI Factory berkapasitas 200 MW diperkirakan membutuhkan investasi GPU senilai ratusan juta hingga lebih dari satu miliar dolar AS.
Apabila target pembangunan hingga 1 GW berhasil direalisasikan, proyek tersebut berpotensi menjadi salah satu komitmen pembangunan infrastruktur AI terbesar yang pernah diterima NVIDIA dari pelanggan di luar perusahaan penyedia layanan cloud hyperscale asal Amerika Serikat.
Baca Juga
Advertisement
Meski demikian, realisasi proyek masih menghadapi sejumlah tantangan. Hingga saat ini, jadwal pembangunan menuju kapasitas 200 MW maupun target akhir 1 GW belum diumumkan secara rinci. Selain itu, beberapa faktor seperti pasokan listrik, proses perizinan, serta ketersediaan GPU berperforma tinggi masih menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan.
Walaupun demikian, keputusan NAVER untuk menaikkan kapasitas proyek hanya dalam hitungan minggu menjadi bukti bahwa persaingan pembangunan infrastruktur AI global semakin intensif. Tidak hanya perusahaan teknologi, pemerintah dan investor kini berlomba-lomba membangun fondasi komputasi yang kuat demi menguasai perkembangan AI pada masa mendatang.
Ke depan, tren pembangunan AI Factory diperkirakan akan terus meningkat seiring melonjaknya kebutuhan terhadap model AI yang semakin kompleks. Karena itu, negara yang mampu menghadirkan infrastruktur komputasi modern akan memiliki peluang lebih besar untuk memimpin inovasi AI sekaligus memperkuat daya saing ekonomi digitalnya di tingkat global.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.