Mengenal Kecerdasan Model GPT 5.6, Apa Keunggulannya?

Gpt 5.6
[Foto: Unsplash/Aerps Com].

Bersamaan dengan peluncuran ChatGPT Work, OpenAI juga turut merilis model terbaru besutannya, yakni GPT 5.6. Model ini diklaim lebih pintar dan efisien untuk membantu para penggunanya. 

GPT 5.6 dibangun berdasarkan beberapa model AI terbaru seperti GPT 5.6 Sol, GPT 5.6 Terra dan GPT 5.6 Luna yang membawa fungsi berbeda. Model ini dirancang untuk memberikan kecerdasan yang lebih tinggi pada setiap token, efisiensi biaya yang lebih baik, serta kemampuan pengerjaan tugas kompleks secara mandiri. 

“Kami meluncurkan jajaran model GPT 5.6 untuk ketersediaan umum setelah pratinjau terbatas. Model unggulan baru kami, Sol bersama dengan Terra, model seimbang untuk pekerjaan sehari-hari dan Luna, model kami yang paling hemat biaya,” ungkap OpenAI dalam pernyataan resminya dikutip pada Senin (13/7). 

Advertisement

Perbedaan Sol, Terra dan Luna

Sol merupakan model flagship di antara jajaran keluarga GPT 5.6. Model ini cocok digunakan untuk coding, riset, analisis, keamanan siber hingga Sains. 

Pada tahap pengujian terakhir, Sol mencetak skor rekor sebesar 53,6. Skor ini disebut melampaui Claude Fable 5 (penalaran adaptif). Bahkan, pada penalaran tingkat menengah, model ini berhasil mengalahkan Claude Fable 5 sebesar 11,4 poin. 

Sol dilengkapi dengan tingkat kemampuan berpikir (reasoning), yakni Max dan Ultra. Pada mode Max, model diberi waktu berpikir lebih lama agar hasilnya lebih akurat. 

Advertisement

GPT 5.6
[Foto: Unsplash/Solen Feyissa].

Sementara pada mode Ultra, beberapa AI agent dapat bekerja secara paralel untuk menyelesaikan tugas yang rumit lebih cepat. Mode ini memberikan hasil terbaik, tetapi biayanya juga lebih tinggi. 

Model Terra memiliki performa tinggi, namun biayanya lebih terjangkau jika dibandingkan dengan Sol. Model ini cocok untuk pekerjaan harian atau coding. 

Sementara itu, Luna menjadi model paling ringan dari jajaran ini. Kendati demikian, performanya diklaim sangat cepat dan biayanya paling rendah. Cocok digunakan untuk menyelesaikan tugas sederhana atau otomatisasi dalam jumlah besar. 

Advertisement

Keamanan GPT 5.6 

OpenAI menyatakan model GPT 5.6 belum melampaui batas ambang kritis dalam bidang biologi maupun siber. Model ini diuji melalui proses red teaming, yakni simulasi yang sengaja mencoba “menyerang” atau mencari kelemahan model dari berbagai sisi. 

Perusahaan menggunakan sekitar 700.000 jam GPU A100e untuk menjalankan pengujian otomatis dalam skala besar. Tujuannya adalah mencari sebanyak mungkin celah keamanan, termasuk berbagai teknik jailbreak, sebelum model digunakan oleh publik. 

ChatGPT
Mengenal Kecerdasan Model GPT 5.6, Apa Keunggulannya? 7

Selain itu, OpenAI menggunakan sistem pemeriksaan dua lapis (two-tiered system) yang terus memindai percakapan pengguna. Guna mendeteksi lebih cepat jika ada permintaan yang berkaitan dengan aktivitas berisiko tinggi, misalnya serangan siber atau penyalahgunaan ilmu biologi. 

Advertisement

Untuk percakapan yang dianggap lebih sensitif, sistem akan melakukan pemeriksaan tambahan. Supaya, sistem AI tidak memberikan bantuan yang dapat membahayakan. 

Terintegrasi dengan ChatGPT Work

ChatGPT Work
Foto: OpenAI

GPT 5.6 menjadi mesin utama dari ChatGPT Work. Layanan ini menggabungkan kemampuan ChatGPT dan Codex. 

Melalui layanan ini, AI dapat terhubung dengan berbagai aplikasi seperti Gmail, Slack, Google Drive, Microsoft 365 dan aplikasi lainnya. Guna menyelesaikan pekerjaan pengguna secara otomatis. Mulai dari membuat presentasi, spreadsheet, website hingga dashboard.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.