OpenAI Ingin ChatGPT Jadi Super App, Gimana Keamanan Data Pengguna?

Chatgpt
[Foto: Unsplash/Emiliano Vittoriosi].

OpenAI berencana untuk mengubah ChatGPT menjadi super app. Aplikasi ini nantinya akan menggabungkan seluruh layanan AI milik perusahaan dalam satu aplikasi. 

Chief Revenue Officer OpenAI Denise Dresser membeberkan ambisi OpenAI untuk membuat super app AI terpadu guna menghadirkan pengalaman utama bagi karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan mereka. Pengalaman tersebut diperoleh dengan cara menyatukan ChatGPT, Codex dan penjelajahan agen yang disertai dengan kemampuan yang lebih luas. 

“Seiring dengan meluasnya penggunaan AI di seluruh perusahaan, AI juga harus terintegrasi dengan mudah dalam alur kerja harian setiap individu dan tim. Itulah mengapa kami membangun super app AI terpadu,” tulis Denise yang dikutip dari pernyataan resminya pada bulan April lalu. 

Advertisement

Salah satu langkah besar yang diambil oleh OpenAI adalah dengan meluncurkan ChatGPT Work. Layanan ini menggabungkan chatbot, Codex dan AI agent dalam satu aplikasi yang terpadu. 

Layanan ini dapat mengakses beberapa aplikasi lainnya seperti Slack, Microsoft Teams, Google Drive, SharePoint, email, kalender, CRM, project tracker dan sistem internal. Guna membantu produktivitas pengguna lebih mudah. 

“ChatGPT Work membawa kapabilitas agentik dari Codex ke dalam ChatGPT agar lebih banyak orang — mulai dari karyawan hingga wirausaha — dapat menggunakan AI untuk mendapatkan jawaban, menyelesaikan pekerjaan, dan memecahkan tantangan tersulit mereka,” ungkap Managing Director APAC OpenAI pada Senin (13/7). 

Advertisement

Pertanyaan selanjutnya, kira-kira apakah data pengguna terjamin keamanannya? OpenAI memastikan bahwa chatbot miliknya tidak dilatih menggunakan data pengguna. 

Ketika pengguna menghubungkan ChatGPT dengan akun Gmail, Slack, Google Calendar atau aplikasi kerja lainnya, informasi ini hanya dipakai supaya AI bisa membantu menjalankan tugas pengguna, bukan untuk meningkatkan kemampuan model secara umum. 

OpenAI juga menjelaskan bahwa fitur personalisasi bekerja melalui fungsi memori. Misalnya, jika ChatGPT mengetahui bahwa pengguna sering menggunakan Slack, Gmail dan Google Calendar, lama-kelamaan AI akan memahami bahwa ketiga aplikasi ini sering digunakan oleh pengguna. 

Advertisement

Meskipun begitu, pengguna tetap memiliki kendali atas fitur tersebut. Perusahaan menyatakan pengguna dapat mengatur informasi apa saja yang boleh diingat ChatGPT, informasi apa yang tidak disimpan, bahkan mengubah atau menghapusnya sesuai kebutuhan. Mereka juga menyebut sistem ini masih akan terus dikembangkan supaya pengguna memiliki kontrol yang lebih baik.

Untuk pelanggan enterprise, OpenAI menambahkan lapisan keamanan tambahan. Administrator perusahaan kini bisa mengatur siapa saja yang boleh mengakses model AI tertentu, melihat bagaimana AI digunakan dalam organisasi hingga menetapkan batasan penggunaan untuk masing-masing individu, bukan hanya di tingkat tim atau departemen.

Selain itu, OpenAI menyebut plugin bawaan yang menghubungkan ChatGPT dengan layanan seperti Gmail, Slack, Microsoft 365 atau Google Workspace dirancang dengan mekanisme keamanan khusus supaya proses pertukaran data tetap terlindungi.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.