Harga MediaTek Dimensity 9600 Pro Bocor, Naik 20% Demi Tantang Qualcomm dan Apple!

Mediatek9600

Persaingan di panggung ponsel pintar kelas premium tampaknya akan semakin membara dalam beberapa waktu ke depan. Pasalnya, sejumlah produsen ponsel papan atas kini tengah bersiap meluncurkan lini produk unggulan terbaru mereka. Di tengah persiapan tersebut, dinamika harga komponen vital seperti cipset justru menjadi medan pertempuran baru yang sangat menarik untuk dicermati. Terkait hal ini, raksasa semikonduktor asal Taiwan, MediaTek, dilaporkan bakal segera mengerek harga jual untuk komponen flagship masa depan mereka.

Berdasarkan informasi terbaru yang beredar di industri, cipset generasi mendatang yang dinamakan Dimensity 9600 Pro diprediksi akan menyentuh harga sekitar $216 atau setara dengan Rp3,5 jutaan per unit. Tentu saja, angka ini menunjukkan adanya lonjakan yang cukup signifikan jika kita bandingkan dengan harga modal yang harus dikeluarkan produsen pada generasi pendahulunya.

Menurut sejumlah rumor yang berembus langsung dari rantai pasok global, model Pro ini diperkirakan bakal menguras kantong para vendor smartphone sebesar RMB 1.466. Apabila dihitung secara matematis, nilai tersebut mencerminkan kenaikan berkisar antara 8 persen hingga 20 persen jika disandingkan dengan harga Dimensity 9500 saat ini yang masih bertengger di kisaran $180 hingga $200.

Advertisement

Meskipun demikian, para analis mengategorikan fenomena ini sebagai langkah “pemulihan struktural”. Hal ini dikarenakan tingginya permintaan pasar terhadap ponsel pintar model baru, serta membaiknya kondisi ekonomi di berbagai wilayah berkembang, sehingga kenaikan harga komponen tersebut dinilai masih cukup rasional.

Di samping itu, pola penyesuaian harga semacam ini rupanya tidak hanya terjadi pada MediaTek semata. Sebagai bukti nyata, Realtek baru-baru ini juga dilaporkan telah menaikkan harga jual sekitar 10 persen pada beberapa lini produk mereka, yang semakin mempertegas tren kenaikan biaya produksi di industri semikonduktor saat ini.

Mengenal Lebih Dekat Ketangguhan Seri Dimensity 9600

Berdasarkan cetak biru produk yang bocor ke publik, MediaTek rencananya akan membagi lini ini ke dalam dua varian utama, yakni model standar dan varian tertinggi dengan embel-embel Pro. Demi menyuguhkan performa yang tiada tanding, varian Pro dirumorkan bakal mengadopsi teknologi fabrikasi mutakhir N2P (kelas 2 nanometer) besutan TSMC. Tidak hanya itu, chipset gahar ini juga dikabarkan telah mendukung penggunaan memori LPDDR6 yang jauh lebih ngebut. Sementara itu, untuk varian standar, MediaTek tampaknya masih akan mempertahankan teknologi N2 dengan dukungan memori LPDDR5X demi menjaga efisiensi biaya.

Advertisement

Selanjutnya, jika kita membedah arsitektur pada sektor pemrosesan data (CPU), versi Pro ini dirancang dengan konfigurasi delapan inti (octa-core) yang sangat agresif, yakni mengombinasikan formula 2+3+3. Formasi monster ini terdiri atas dua inti berkinerja super tinggi ARM Cortex C2-Ultra yang mampu dipacu hingga mendekati kecepatan fantastis 5GHz. Kemudian, konfigurasi tersebut disokong oleh tiga inti C2-Premium serta tiga inti C2-Pro sebagai penyeimbang daya.

Berkat arsitektur baru tersebut, cip ini dipercaya mampu memberikan lonjakan performa yang sangat solid, baik dalam skenario pengujian single-core maupun multi-core. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika kehadiran komponen ini digadang-gadang akan menjadi penantang terberat bagi Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro, bahkan berpotensi besar merepotkan dominasi cipset A-Series milik Apple dalam beberapa pengujian benchmark tertentu.

Selain keunggulan di sektor CPU, segudang fitur premium lainnya juga dipastikan turut menyambangi seri ini. Sebut saja teknologi penyimpanan super cepat berbasis UFS 5.0, pengolah grafis (GPU) Arm generasi terbaru berkode “Magni”, hingga peningkatan kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang jauh lebih cerdas.

Advertisement

Di satu sisi, transisi menuju teknologi manufaktur 2nm memang membawa angin segar berupa peningkatan efisiensi daya dan performa puncak yang jauh lebih tinggi. Namun di sisi lain, proses canggih ini juga berdampak langsung pada meroketnya biaya produksi piringan silikon (wafer)—sebuah alasan logis yang pada akhirnya menjawab mengapa lonjakan harga ini tidak dapat dihindari.

Sejauh ini, MediaTek sendiri memang terlihat terus konsisten memperkokoh posisinya di segmen pasar premium. Strategi tersebut terbukti ampuh berkat kemitraan erat yang mereka jalin bersama sejumlah merek raksasa asal Negeri Tirai Bambu, seperti Oppo dan Vivo. Jika tidak ada aral melintang, seri Dimensity 9600 ini diprediksi akan mulai menampakkan diri secara resmi pada jajaran smartphone flagship yang dijadwalkan meluncur sekitar bulan September 2026 mendatang.

Pada akhirnya, lonjakan harga komponen yang cukup drastis ini kemungkinan besar akan berimbas pada sedikit lebih mahalnya harga jual smartphone di tangan konsumen nantinya. Walaupun demikian, langkah berani ini menjadi bukti autentik bahwa MediaTek tidak main-main dalam mengucurkan investasi besar demi menguasai teknologi manufaktur dan arsitektur terbaru, sekaligus memperkecil jarak persaingan dengan para rival abadinya di kancah global.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.